Minggu, 19 November 2017
  • Home
  • Siak
  • Pembangunan Jembatan Kampung Belading Asal Jadi
Selasa, 30 Agustus 2016 21:27:00

Pembangunan Jembatan Kampung Belading Asal Jadi

Oleh: Koko
Selasa, 30 Agustus 2016 21:27:00
BAGIKAN:
Mahang kering.

SIAK (POROSRIAU.com) - Pembangunan Jembatan Belading Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak memasuki tahap III yang dikerjakan oleh PT Kemung Yona Pratama dan PT Alam Makmur Prima Utama menuai kritikan tajam dari masyarakat, pasalnya, pada pembangunan tersebut cerocok yang digunakan adalah kayu kering bukan kayu basah, hal itu diungkapkan Salam warga Sabak Auh, saat mengamati pekerjaan pembangunan tersebut Selasa (30/8/2016).

"Kalau kayu kering yang digunakan sebagai cerocoknya, pasti cepat lapuk, Sehingga, bangunan ini diragukan ketahanannya, biasanya, yang digunakan dalam kegiatan proyek yang ada di sini rata-rata menggunakan kayu yang masih basah, sedangkan ini kok sudah kering macam kayu bekas aja," terang Salam kepada Poros Riau.

?Salam juga berharap, agar kontraktor pelaksana segera mengganti cerocok yang kering dengan cerocok yang masih basah, agar bangunan tersebut bisa bertahan sesuai yang diperkirakan.

"Saya sebagai warga di sini berharap sekali kepada kontraktor pelaksana agar mengganti cerocok yang kering tersebut dengan cerocok yang masih basah. Karena, saya berharap bangunan ini bisa bertahan lebih lama, lagian mumpung belum dilakukan pengecoran," harapnya.

Sementara itu, Gatot yang mengaku sebagai Kontraktor pelaksana? pekerjaan tersebut membantah, ia mengatakan kayu yang digunakan semuanya masih baru, bahkan ia mengatakan apabila ada yang menyuplai kayu yang sudah kering ditolaknya.

"Nggak ada yang lama itu mas, semua kayu yang kita gunakan sebagai cerocok semuanya masih baru dan basah, sedangkan kalau ada yang menyuplai kayu kering saja kita tolak kok," kata Gatot.

Pantauan di lapangan, kayu yang digunakan bukan kayu basah namun kayu yang sudah kering, ditemukan juga kejanggalan-kejanggalan lain seperti pada papan plang tidak tertulis berapa besaran anggaran yang digunakan untuk pekerjaan tersebut.

Editor: Kanda

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Pembangunan SPAM Baru Dinilai Asal Jadi

    tahun lalu

    Pemabangunan Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM) Baru kapasitas 2 X10 liter/detik (IPA BAJA) yang belum memiliki sitem lokasi IKK di Kampung Belading, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak yang menelan anggaran dari APBN Rp 4.826.700.000 diduga asal-asalan.

  • Ternyata Kerajaan Gunung Sahilan adalah Keturunan Raja Pagaruyung

    10 bulan lalu

    Saat ini Istana Kerajaan Gunung Sahilan merupakan salah satu situs Nasional di Kabupaten Kampar. Penanganan situs Nasional Istana Gunung Sahilan telah ditangani secara Nasional dan Provinsi.

  • Suparman Harapkan Pemprov Bangun Sport Center di Rohul

    5 bulan lalu

    Ditegaskan Suparman, pihaknya sudah menyiapkan lahan seluas 40 hektar, untuk pembangunan Sport Center, meski Bupati masih merahasiakan dimana bakal lokasi lahan yang dimaksudnya.

  • LAMR Menggelar Kenduri Adat Sempena HUT Kab. Bengkalis ke-504

    tahun lalu

    BENGKALIS(POROSRIAU.com) - Sempena Hari Jadi Ke-504 Bengkalis, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Senin (01/08/2016) malam menggelar kenduri adat di gedung LAMR Bengkalis, jalan Pramuka, desa Air Putih, Bengkalis.

  • Raja ST Tinggalkan ' Tempat Kering ' Menuju Ke ' Tempat Basah '

    tahun lalu

    Bagansiapiapi(POROSRIAU.com) - Setahun silam, Raja. ST telah dimutasi dan dilantik sebagai salah satu pejabat Eselon di Dinas Koperasi dan UKM Rokan Hilir ( Rohil ), Dia dipindahkan dari " tempat basah " yakni Dinas Bina Marga dan Pengairan ( DB

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.