Rabu, 22 November 2017
  • Home
  • Siak
  • Pengadaan Mobil Ambulance Senilai Rp897 Juta di RSUD Siak, Dipertanyakan?
Rabu, 23 November 2016 16:19:00

Pengadaan Mobil Ambulance Senilai Rp897 Juta di RSUD Siak, Dipertanyakan?

Oleh: Atok
Rabu, 23 November 2016 16:19:00
BAGIKAN:
Atok
salah satu mobil Ambulance di RSUD Siak

SIAK (POROSRIAU.COM) - Terkait adanya kegiatan pengadaan 1 unit mobil Ambulance Emergency jenis Toyota Hiace senilai Rp897 juta di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Siak tahun 2013, sejumlah pihak merasa penasaran dan menilai seolah-olah harga yang begitu fantastis tersebut diterapkan melebihi dari harga standar.

Sebagaimana dikemukakan oleh Ketua Umum Ormas Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS) Wan Hamzah, dirinya menilai bahwasanya pengadaan 1 unit mobil Ambulance Emergency senilai Rp897 juta di RSUD Siak tahun 2013 lalu itu, terkesan sangat tidak wajar, bahkan seolah-olah harga yang diterapkan telah terindikasi adanya dugaan penggelembungan harga alias di luar kewajaran.

"Kami juga sudah menerima informasi dari masyarakat, terkait adanya kegiatan pengadaan 1 unit mobil Ambulance Emergency senilai Rp897 juta di RSUD Siak pada tahun 2013 lalu itu, yang menurut kami harga itu terkesan sangat berlebihan, oleh sebab itu kami juga berharap kiranya rekan-rekan media bisa mempertanyakan hal itu kepada pihak RSUD Siak," tegas Wan Hamzah, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya juga, bahwasanya saat ini fasilitas yang dimiliki oleh pihak RSUD Siak sudah dianggap cukup lengkap dan mewah, namun sangat disayangkan, terkadang di RSUD Siak itu masih kerap ditemui sistem pelayanan yang diberikan kepada masyarakat yang dirasa kurang memuaskan. Padahal setiap tahun begitu besar anggaran yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan/fasilitas di RSUD Siak tersebut.

"Kita semua tau, di RSUD Siak itu bisa dikatakan setiap tahun dialokasikan anggaran yang begitu besar. Seperti untuk biaya pengadaan obat, biaya penambahan peralatan kesehatan, biaya pembangunan sarana dan prasarana (ruangan, red) dan lain sebagainya, namun terkadang masih juga ditemui pelayanan yang kurang maksimal terhadap masyarakat (pasien, red)," sambungnya.

Lebih lanjut Ketua Umum Ormas MPKS itu menegaskan, kiranya aparat penegak hukum bisa menelusuri terkait adanya indikasi dugaan penggelembungan harga pada kegiatan pengadaan 1 unit mobil Ambulance Emergency senilai hampir Rp900 juta tahun 2013 lalu di RSUD Siak tersebut.

"Kita minta kiranya aparat penegak hukum, baik Kejaksaan atau pun Kepolisian agar melakukan investigasi maupun penelusuran terkait adanya dugaan penggelembungan harga pada pengadaan 1 unit mobil Ambulance senilai Rp897 juta di RSUD Siak itu, agar semuanya bisa terang benderang, kiranya terbukti memang ada indikasi penggelembungan harga maka kami berharap untuk segera ditindak lanjuti. Dan jika tidak terbukti, maka kita apresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pihak terkait, karena semua ini baru indikasi dugaan, yang kemungkinannya bisa benar dan bisa tidak," lanjutnya.

Sementara itu di tempat terpisah, pihak RSUD Siak melalui Direktur Utama RSUD Siak Hj Ulfah Hanum, saat dikonfirmasi awak media melalui seluler, membenarkan jika pada tahun 2013 lalu itu pihaknya telah merealisasikan pengadaan 1 unit mobil Ambulance Emergency senilai ratusan juta rupiah melalui dana APBD-P. Yang menurutnya harga kendaraan itu sudah sesuai dengan patokan dan tidak berlebih-lebihan.

"Kalian nanya soal mobil Ambulance itu, kalau harga mobilnya memang hanya berkisar sekitar Rp400 juta'an, yang membuat harganya mahal mencapai Rp897 juta itu, karena Amblance tersebut dilengkapi dengan Alat Kesehatan (Alkes) di dalamnya, sehingga harganya bisa mencapai segitu," jawab Ulfah Hanum, belum lama ini.

Ia menambahkan, mobil Ambulance tersebut saat ini kondisinya masih lumayan bagus dan kerap digunakan untuk berbagai keperluan. Bahkan saat kedatangan rombongan Presiden Republik Indonesia ke Kabupaten Siak beberapa waktu lalu, Ambulance itu lah yang digunakan untuk membantu dan memenuhi sejumlah keperluan/perlengkapan medis, dan saat digelarnya event-event Internasional di Siak Ambulance itu juga yang kerap digunakan.

Diketahuinya adanya kegiatan pengadaan 1 unit mobil Ambulance Emergency senilai hampir Rp900 juta itu, berdasarkan berkas Rencana Umum Pengadaan (RUP) barang dan jasa APBD-P tahun 2013 di RSUD Siak. Yang kemudian dikuatkan dengan telah terealisasinya kegiatan tersebut melalui proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Siak, yang diumumkan melalui Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) tahun 2013, dengan melibatkan PT Tiga Putri Farmalab selaku pemenang tender.

"Dan PPTK pengadaan mobil Ambulance Emergency tahun 2013 lalu itu, sekarang sudah dipindah tugaskan, beliau tidak bertugas di RSUD Siak lagi, melainkan di BLH Siak," sambungnya.

Pantauan awak media di lapangan, saat ini di RSUD Siak itu terdapat beberapa unit mobil Ambulance yang selalu stanby di halaman parkir, namun belum diketahui secara pasti mobil Ambulance yang mana, yang dibandrol seharga Rp897 juta pada tahun 2013 lalu itu. Karena masing-masing mobil Ambulance tersebut berbeda tipe (jenis kendaraannya, red). Bahkan awak media pun belum mendapat penjelasan secara pasti terkait spesifikasi mobil Ambulance Emergency yang menelan anggaran mencapai hampir Rp900 juta itu. (Wanto)

Editor: Chaviz

Iklan Lowongan
copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Terkait Pengadaan Mobil Ambulance Senilai Rp897 Juta di RSUD, Ini Tanggapan Kejari Siak

    12 bulan lalu

    Menjawab teka-teki terkait kegiatan Pengadaan 1 unit Mobil Ambulance Emergency senilai Rp897 juta di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Siak tahun 2013, pihak Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) angkat bicara

  • Melawan, Pantat IRT Ditembak Perampok, Uang 70 Juta Lesap

    tahun lalu

    SIAK (POROSRIAU.com) - Nasib malang yang dialami Ibu Rumah Tangga (IRT) Renata (34) warga Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak yang menjadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas) bersenjata api harus merelakan uang senilai Rp. 70 juta direbut kawanan peram

  • Proyek Senilai Rp.600 Juta Alami Kerusakan di SMK N 1 Dayun, Kab.Siak

    tahun lalu

    DAYUN,SIAK(POROSRIAU.com) - Satu unit lokal yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tahun 2015 lalu di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Dayun, mendapat perhatian yang cukup serius

  • Pengadaan Pakaian Untuk Anggota DPRD Siak Dianggarkan Hingga Rp300 Juta, Benarkah?

    3 bulan lalu

    Pada tahun 2017 ini, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak mengucurkan anggaran sekitar Rp300 juta lebih, untuk kegiatan pengadaan Pakaian Sipil Harian (PSH) dan Baju Batik Melayu Riau. Yang mana kegiatan tersebut direalisasikan

  • Terima Kasih Bapak Presiden

    tahun lalu

    Sebanyak 80 unit rumah dari Bantuan Bangunan Rumah (BBR) yang dikuncurkan Kementrian sosial (Kemensos) RI di Desa Rambah Hilir sudah mencapai 65-75 persen, masyarakat Desa Rambah Hilir Timur Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu (Hulu) mengucapka

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.