Jumat, 24 November 2017
  • Home
  • Siak
  • Terkait Polemik Lahan 200 H di Kampung Kayu Ara Permai Siak, Ini Kronologinya!
Kamis, 03 November 2016 12:24:00

Terkait Polemik Lahan 200 H di Kampung Kayu Ara Permai Siak, Ini Kronologinya!

Oleh: Atok
Kamis, 03 November 2016 12:24:00
BAGIKAN:
Atok
Alat Berat Milik Pengusaha yg Beroperasi di Lahan Seluas 200 Hektare diKampung Kayu Ara Permai.

 

SIAK (POROSRIAU.COM) - Hamparan lahan perkebunan seluas 200 Hektare yang terdapat di Kampung Kayu Ara Permai Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak. Merupakan salah satu dari sekian banyak lahan-lahan yang diduga bermasalah di wilayah Kabupaten Siak. Yang sampai hari ini belum menemukan titik terang.

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh Kepala Desa (Penghulu, red) Kampung Kayu Ara Permai Syamsir Khalid, polemik/permasalahan lahan seluas 200 Hektere di kampungnya itu berawal pada tahun 2012 lalu.

"Kalau kita bicara soal status lahan 200 Hektare yang terdapat di Kampung Kayu Ara Permai ini, sangat panjang ceritanya, karena polemik ini muncul sejak tahun 2012 lalu," terang Syamsir Khalid, Kamis (3/11/2016), kepada Porosriau.com.

Seiring berjalannya waktu, lahan perkebunan masyarakat seluas 200 Hektare itu saat ini telah menjadi hamparan yang dikelilingi dengan parit-parit besar (Kanal, red). Setelah lahan tersebut dijual oleh oknum Penghulu Kampung Tanjung Kuras yang diketahui bernama Badaruddin, kepada salah seorang pengusahan besar di Pekanbaru bernama Edi Johan.

"Ceritanya begini, pada tahun 2012 lalu, Penghulu Kampung Tanjung Kuras Badaruddin dan kawan-kawan, telah menjual lahan perkebunan yang terdapat di Kampung Kayu Ara Permai itu kepada Edi Johan, tanpa ada pembicaraan maupun pemberitahuan kepada masyarakat setempat (yang awalnya pemilik lahan itu, red). Sehingga masyarakat merasa hak miliknya diserobot oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," lanjut Syamsir Khalid.

Atas ketidak puasan masyarakat Kampung Kayu Ara Permai itu, ketika Edi Johan hendak menggarap lahan yang dibelinya dari Badaruddin tersebut, masyarakat melakukan penolakan (menghadang, red) dengan alasan lahan itu milik mereka, sehingga Edi Johan membuat laporan ke Polda Riau.

"Ketika Edi Johan hendak menggarap lahan yang dibelinya dari Badaruddin itu, sejumlah masyarakat melakukan penolakan dengan menghadang Edi Johan saat datang ke lokasi, sehingga Edi Johan melaporkan masalah itu ke pihak Polda Riau, yang menurut kami Edi Johan memang telah salah obyek ketika menyetujui proses jual beli yang ditawarkan oleh Badaruddin kala itu," sambungnya.

Atas laporan Edi Johan ke Polda Riau tersebut, tidak berapa lama tim penyidik Polda Riau melakukan pemanggilan terhadap Badaruddin untuk dimintai keterangan, bahkan Badaruddin sempat ditahan sekitar beberapa bulan di Mapolda Riau. Karena diduga telah melakukan hal yang salah terkait perbuatannya melakukan praktek jual beli lahan.

"Atas laporan Edi Johan ke Polda Riau itu, maka Badaruddin dipanggil atas dugaan penipuan jual beli lahan, bahkan Badaruddin juga sempat ditahan selama beberapa bulan di Mapolda Riau, namun setelah putusan di Pengadilan, yang kami pun tidak tau entah kapan Pengadilan turun ke lapangan, tiba-tiba Edi Johan langsung menggarap lahan yang dibelinya itu, dan anehnya lagi Badaruddin pun saat ini telah dibebaskan," imbuhnya, dengan nada keheranan.

Di akhir penjelasannya Syamsir Khalid menyebutkan, di lahan seluas 200 Hektare itu, ada lahan miliknya sekitar 1 Hektare yang saat ini juga ikut terancam, karena Edi Johan dikabarkan akan terus melakukan perluasan dan penggalian kanal dengan mengerahkan alat berat.

"Di lahan seluas 200 Hektare itu, juga ada lahan  saya sekitar 1 Hektare yang saat ini masih berada di luar kanal, tapi kabarnya alat berat (excavator, red) milik Edi Johan itu akan menuju ke arah sana, namun kami selaku masyarakat Kampung Kayu Ara Permai akan tetap berjuang mempertahankan hak kami," tutupnya. (Atok)

Editor: Chaviz

Iklan Lowongan
copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Waduh! Oknum Kades di Siak Diduga Jual Lahan Masyarakat Tanpa Persetujuan Pemilik

    tahun lalu

    Lahan perkebunan masyarakat seluas sekitar 200 Hektare yang terdapat di wilayah Kampung Kayu Ara Permai Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, sampai hari ini masih menyimpan polemik dan misteri.

  • Camat Kecewa, PT Arara Abadi tak Hadir Saat Pengambilan Titik Kordinat Lahan dengan Masyarakat

    10 bulan lalu

    SIAK(POROSRIAU.COM) - Sengketa lahan masyarakat Kampung Dosan, kecamatan Pusako, kabupaten Siak dengan PT Arara Abadi hingga kini masih sengit. ‎Pasalnya, pihak perusahaan selalu mengklaim bahwa lahan yang digarap masyarakat berada di areal mili

  • Dalam Tiga Tahun, Siak Berhasil Tekan Kasus Karlahut

    9 bulan lalu

    SIAK(POROSRIAU.COM)--Tahun 2016 lalu menjadi pencapaian berarti bagi Kabupaten Siak, terkait upaya pengendalian kasus kebakaran lahan dan hutan (karlahut). Tercatat hingga penghujung tahun lalu, angka kejadian karlahut di negeri istana berhasil ditekan sa

  • Pembangunan SPAM Baru Dinilai Asal Jadi

    tahun lalu

    Pemabangunan Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM) Baru kapasitas 2 X10 liter/detik (IPA BAJA) yang belum memiliki sitem lokasi IKK di Kampung Belading, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak yang menelan anggaran dari APBN Rp 4.826.700.000 diduga asal-asalan.

  • Bentrok Sengketa Lahan PT SSL dengan Masyarakat Kembali Terjadi, Ini Tanggapan DPRD Siak

    tahun lalu

    Kisruh sengketa lahan antara masyarakat (kelompok tani, red) Kampung Tumang dengan PT Seraya Sumber Lestari (SSL) masih terus berlanjut. Meskipun sudah berkali-kali kedua belah pihak melakukan upaya penyelesaian lewat jalur kekeluargaan. Bahkan pernah ter

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.