Jumat, 24 November 2017
  • Home
  • Siak
  • Waduh! Oknum Kades di Siak Diduga Jual Lahan Masyarakat Tanpa Persetujuan Pemilik
Kamis, 03 November 2016 09:52:00

Waduh! Oknum Kades di Siak Diduga Jual Lahan Masyarakat Tanpa Persetujuan Pemilik

Oleh: Atok
Kamis, 03 November 2016 09:52:00
BAGIKAN:
Atok
Salah Satu Lahan Masyrakat yg Diduga Dijual Oknum Kades.

 

SIAK (POROSRIAU.COM) - Lahan perkebunan masyarakat seluas sekitar 200 Hektare yang terdapat di wilayah Kampung Kayu Ara Permai Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, sampai hari ini masih menyimpan polemik dan misteri. Pasalnya lahan seluas ratusan Hektare tersebut saat ini diklaim milik salah seorang berinisial (EJ), yang diketahui merupakan pengusaha besar yang tinggal di Pekanbaru.

Informasi yang diperoleh awak media dari sejumlah warga Kampung Kayu Ara Permai, bahwasanya lahan seluas 200 Hektere itu telah dijual oleh salah seorang oknum Kepala Desa (Penghulu, red) berinisial BD kepada pengusaha asal Kota Pekanbaru. Yang mana sebelumnya lahan tersebut merupakan kawasan perkebunan milik masyarakat Kampung Kayu Ara Permai, yang sebagian kecilnya belum sempat tertanami alias masih belukar.

"Ada sekitar 200 Hektare lahan perkebunan milik masyarakat Kampung Kayu Ara Permai yang saat ini bermasalah, karena lahan itu telah diperjual belikan oleh salah seorang oknum Kades berinisial BD kepada pengusaha di Pekanbaru, dan saya juga memiliki lahan seluas 2 Hektare di area itu, yang saat ini tidak bisa saya garap, karena sudah dibatasi dengan kanal besar di sekelilingnya, yang dibuat oleh pengusaha yang mengaku telah membeli lahan itu, padahal kami tidak pernah menjualnya," papar Hardani, salah seorang warga Kampung Kayu Ara Permai.

Atas informasi yang pernah disampaikan oleh salah seorang warga tersebut, awak media langsung berupaya meminta penjelasan kepada Kepala Desa (Penghulu, red) Kampung Kayu Ara Permai Syamsir Khalid. Dan ternyata dirinya membenarkan atas apa yang pernah disampaikan oleh warganya itu.

"Apa yang pernah disampaikan oleh warga Kampung Kayu Ara Permai itu memang benar adanya, dan sampai hari ini lahan seluas 200 Hektare itu diduga masih bermasalah, karena lahan tersebut telah diperjual belikan oleh Kepala Desa Kampung Tanjung Kuras, dan dibeli oleh salah seorang pengusaha bernama Edi Johan," terang Syamsir Khalid, Rabu (2/11/2016).

Lebih lanjut Syamsir Khalid menjelaskan, setelah lahan tersebut dibeli (dikuasai, red) oleh Pengusaha Edi Johan. Masyarakat Kampung Kayu Ara Permai merasa lahannya dirampas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sehingga masyarakat mengambil sikap dengan melakukan aksi penolakan saat Edi Johan hendak menggarap lahan tersebut. Hingga akhirnya Edi Johan membuat laporan ke Polda Riau. (Atok)

Editor: Chaviz

Iklan Lowongan
copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Terkait Polemik Lahan 200 H di Kampung Kayu Ara Permai Siak, Ini Kronologinya!

    tahun lalu

    Hamparan lahan perkebunan seluas 200 Hektare yang terdapat di Kampung Kayu Ara Permai Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak. Merupakan salah satu dari sekian banyak lahan-lahan yang diduga bermasalah di wilayah Kabupaten Siak.

  • Ada Hutan Lindung di Jual Belikan di Meranti ?

    tahun lalu

    praktek jual beli lahan negara marak terjadi setelah beroperasinya PT. RAPP di Pulau Padang. "Dimulai sejak ada kesepakatan bodong antara PT.RAPP dengan 13 Penghulu (Kepala Desa) di Pulau Padang yang diatur sama Tim Terpadu Pemda.

  • Gelar Operasi Pekat, Ratusan Botol Miras Disita Satpol PP Siak

    10 bulan lalu

    SIAK (POROSRIAU.COM) - Sekitar 30 Personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Siak diterjunkan dalam rangka kegiatan penertiban Penyakit Masyarakat (Pekat) di Kota Perawang, kegiatan tersebut digelar Selasa (24/1/2017) malam, sekira pukul 21

  • Penyalahgunaan Wewenang, Camat Iskandar Tarik Dana Desa Bukit Ranah

    tahun lalu

    Camat Kampar Iskandar dituding melakukan penyalahgunaan wewenang sebagai Pejabat Sementara Kepala Desa Bukit Ranah dalam penggunaan dana ADD tahun 2016.

  • Diduga Oknum Dokter di Puskesmas Siak Acuhkan Pasien, Ini Tanggapan Kadiskes

    tahun lalu

    Sejumlah polemik terkait mutu dan sistem pelayanan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Siak masih dirasakan oleh sebagian kecil masyarakat. Seperti yang terjadi belum lama ini di Puskesmas Siak.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.