Selasa, 03 Agustus 2021
  • Home
  • HUKUM
  • Dalang Pembunuhan Sadis Di Pematang Pudu Mandau, Ternyata Istri Korban Sendiri
Kamis, 16 Mei 2019 19:48:00

Dalang Pembunuhan Sadis Di Pematang Pudu Mandau, Ternyata Istri Korban Sendiri

Kamis, 16 Mei 2019 19:48:00
BAGIKAN:
Foto : Ilustrasi

BENGKALIS (POROSRIAU.COM) - Dari tiga pelaku pembunuhan berencana terhadap Salman (42) warga Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, tewas mengenaskan dengan tusukan dibagian perut dan belakang kepala ternyata dilakukan oleh istri korban sendiri.

Kapolres Bengkalis, AKBP Yusup Rahmanto mengatakan terkuatnya pelaku pembunuhan mengarah pada istri Korban iRifna (31), setelah team Opsnal Polsek Mandau melakukan penyelidikan lebih lanjut dikarenakan banyaknya kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan dari olah TKP sebelumnya. Selain itu, Polisi juga menemukan bungkusan plastik yang berisikan 3 helai kain lap yang sudah kotor dan ada bercak darahnya. Team opsnal mempertanyakan milik siapa dan kenapa ada ditempat pembuangan sampah belakang rumahnya yang pada saat oleh TKP sebelumnya tidak ada di tempat pembuangan sampah tersebut. 

Dari semua kejanggalan, Polisi kembali melakukan olah TKP dan juga mengintrogasi ulang saksi saksi yang dekat dengan korban dan Tkp pembunuhan tersebut, Rabu tanggal 15 Mei 2019 sekira pukul 12.00 wib lalu.

"Kejanggalan yang ada di TKP dan juga keterangan saksi (RIFNA) yang tidak cocok maka saksi (RIFNA) pun tidak bisa berkelit dan pada akhirnya mengakui perbuataanya sebagai orang yang merencanakan Pembunuhan terhadap suaminya yang bernama SALMAN (Korban) yang juga dibantu oleh Sdri AVWITA dan Sdri RIFNA menyuruh teman laki-lakinya yang bernama Sdr HONAS," kata Kapolres Bengkalis,Kamis, (16/05).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan tersebut, team opsnal melakukan pengejaran dan penangkapan HONAS SAPUTRA dan sekira pukul 15.30 wib tersangka berhasil ditangkap di tempatnya bekerja PT HTN. dan juga mengakui perbuatannya telah melakukan Pembunuhan terhadap korban karena disuruh oleh Istri korban sendiri (RIFNA).

Selanjutnya team opsnal mencari dan mengumpulkan barang bukti berupa 1 buah Batu gilingan cabe sebagai alat untuk memukul kepala korban, serta sebilah Pisau dapur milik Tsk 3 sebagai alat untuk menusuk korban serta 1 buah bantal untuk menutupi wajah korban agar tidak bersuara, namun pada saat dilakukan pencarian barang bukti, HONAS melakukan perlawanan oleh karena itu tim opsnal memberikan peringatan tegas terukur HONAS. atas pengungkapan tersebut selanjutnya ketiga Tsk beserta barang bukti dibawa ke Polsek mandau guna pemeriksaan lebih lanjut.

Polres Bengkalis Tangkap 3 Pelaku Pembunuhan

Polres Bengkalis telah mengamankan 3 orang pelaku tindak pindana pembunuhaan berencana Salman (42). Ketiga pelaku masih warga Kecamatan Mandau ini diciduk oleh team opsnal unit Reskrim Polsek Mandau, Rabu 15 Mei 2019 sehari setelah melakukan aksi bejat mereka.

Ketiga tersangka RIFNA,(31) JIn Pelita 4 Rt 09 / Rw 02 Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, AVWITA Als IWIT (33) JIn. Pelita 4 Rt 09 / Rw 02 Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau serta HONAS SAPUTRA, (33) Jln. Mandiri Rt 02 / Rw 08 Kel. Air Jamban Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis.

Kapolres Bengkalis, AKBP Yusup Rahmanto melalui Kapolsek Mandau, Kompol Ricky Ricardo menyebutkan terjadi peristiwa dugaan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban atas nama Salman meninggal dunia.

"Dari hasil olah tempat kejadian peristiwa, korban ditemukan telah meninggal dunia dalam keadaan terlentang dengan luka tusukan dibagian perut dan luka dibagian belakang kepala dan wajah korban," kata Kapolsek Kompol Ricky Ricardo, Selasa 14 Mei 2019 pagi lalu.

Kompol Ricky Ricardo, menyebut Ka SPK dan intelkam yang melakukan olah TKP menemukan kondisi kamar dalam keadaan berantakan pintu lemari dalam keadaan terbuka dan kain baju berserakan.

Kepada Polisi, istri korban, Rifna (31) menceritakan sebelumnya pada hari senin tanggal 12 Mei 2019 sekira pukul 19.00 wib suamianya pergi ke warung untuk main kartu hingga larut dan pulang kerumah dini hari sekira pukul 01.30 wib.

Setibanya dan masuk kedalam rumah melalui pintu depan, lanjut cerita Rifna lagi. Suaminya makan di dapur lalu masuk kedalam kamar dan tidur. Dia juga mengaku saat itu tidur diruang tengah berasama dengan anak anaknya.

Masih pengakuan istri korban, selanjutnya sekira pukul 05.00 wib, Diapun terbangun dan saat hendak membangunkan suaminya untuk berkerja itulah dirinya kaget menemukan suaminya sudah tidak bernyawa dengan kondisi berlumuran darah.

"Selanjutnya, sekira pukul 06.50 wib korban dibawa ke RSUD mandau jl.Stadion kel.Air jamban Kec.Mandau untuk dilakukan visum.

Sekira pukul 06.55 wib Ka spk dan piket reskrim memasang police line didepan pintu kamar dan pintu depan rumah," pungkas Kapolsek Mandau ini.***

 

 

 

Editor: Redaksi

Sumber: riauonline.com

  Berita Terkait
  • Pembunuhan Sadis Warga Pematang Pudu Duri, Ini Penjelasan Kapolres Bengkalis

    2 tahun lalu

    DURI (POROSRIAU.COM) - Kasus pembunuhan yang menimpa Salman (42) warga Jalan Bathin Batuah, Gang Pelita 4 Kelurahan Pematang Pudu, Mandau, Senin (13/05) ternyata berlatar tindak pidana pencurian

  • Divonis 18 Tahun Penjara, Bunuh Suami Sendiri Pakai Pembunuh Bayaran

    2 tahun lalu

    Rifna sebagai otak pelaku menghabisi nyawa suaminya sendiri di Jalan Pelita, Kecamatan Mandau dengan biadab menyewa seorang pembunuh dan bekerja sama dengan bibinya sendiri.

  • The Godfather Of Jakarta John Kei Masuk Islam?

    4 tahun lalu

    Team Mualaf Center Darussalam diwakili Harsha Agousta Brahma Sadewa dan ibu Jenderal Lisze Dewi Purnamawati berangkat ke LP Batu Nusakambangan Cilacap memastikan niat John Kei masuk Islam.

  • Detik-detik Mengerikan Tragedi Drama Kolosal Surabaya Membara

    3 tahun lalu

    Erikawati, bocah perempuan berusia sembilan tahun yang menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi pementasan drama kolosal "Surabaya Membara" di Surabaya, Jumat (9/11/2018) malam, terlepas

  • Benarkah Motif Asmara Sesama Jenis Jadi Penyebab? Jawaban Polisi

    2 tahun lalu

    Atas dasar itu, beberapa orang yang terkonstruk perbedaan gender menilai motif pembunuhan karena orientasi nonhetero seksual alias Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender ( LGBT).

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.