Kamis, 17 Juni 2021
Jumat, 24 April 2020 20:12:00

Kanada Sebut 1 Juta Masker dari China Tak Sesuai Standar

Jumat, 24 April 2020 20:12:00
BAGIKAN:
cnni
Belanda tarik 600.000 masker buatan China
Ilustrasi masker KN95. (iStockphoto/undefined undefined)
 
POROSRIAU.COM -- Badan Kesehatan Masyarakat Kanada mengatakan sekitar satu juta masker KN95 dari China tak sesuai standar Covid-19. Respirator itu rencananya akan digunakan oleh para tenaga medis yang bertugas di garda terdepan dalam memerangi virus corona.
 
Juru Bicara Badan Kesehatan Masyarakat Kanada Eric Morrissette mengatakan masker tersebut akhirnya tidak jadi dikirim ke provinsi dan wilayah yang kekurangan pasokan.
 
"Sampai saat ini, PHAC telah mengidentifikasi sekitar 1 juta masker KN95 tidak sesuai dengan spesifikasi untuk perawatan kesehatan," kata Morrissette dalam sebuah pernyataan.
 
KN95 adalah masker model China yang mirip dengan N95, jenis alat pelindung diri (APD) yang wajib digunakan oleh petugas kesehatan yang menangani virus corona.
 
Kanada secara resmi telah mengizinkan penggunaan KN95 sebagai bagian dari respons terhadap Covid-19.
 
Laporan Politico yang juga dikutip oleh South China Morning Post menyebut Tiongkok telah menjadi sumber sekitar 70 persen impor APD Kanada. Sedangkan sisanya berasal dari Amerika Serikat, Inggris, dan Swiss.
 
Menurut Morrissette, kelangkaan alat medis di seluruh dunia menyebabkan negara-negara terhubung dengan pemasok dan produsen baru.
 
Badan Kesehatan Masyarakat Kanada juga telah memverifikasi kualitas pasokan yang dibeli dan disumbangkan untuk memastikan sesuai standar Covid-19.
 
Sementara itu, upaya Kanada dalam mendapatkan APD dan pasokan medis dari China mengalami banyak masalah.
 
Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan dua pesawat yang dikirim ke China untuk mengambil pasokan medis terpaksa kembali ke Kanada pada Senin kemarin dalam keadaan kosong.
 
Trudeau menyebut itu terjadi karena penundaan transportasi di darat dan aturan ketat yang membatasi durasi pesawat diizinkan menunggu di bandara Shanghai. Namun hal itu dibantah pemerintah China.
 
Seorang juru bicara Menteri Pengadaan Anita Anand mengatakan empat penerbangan yang mengangkut respirator N95, masker bedah, baju pelindung dan reagen pengujian dari China berhasil tiba di Kanada akhir pekan lalu dengan kargo mereka.
 
Pemerintah memperkirakan akan lebih banyak pesawat pembawa pasokan dari China mendarat di Kanada pekan ini.
 
Pada akhir Maret lalu Pemerintah Kanada memutuskan mengevaluasi kembali masker dan peralatan medis impor dari China, yang akan digunakan tenaga medis yang menangani pasien virus corona.
 
Keputusan evaluasi dari Kanada ini menyusul keputusan pemerintah Belanda untuk menarik lebih dari 600 ribu masker yang diimpor dari China karena bermasalah dan tak sesuai standar alat kesehatan.(CNNI)
  Berita Terkait
  • Virus Corona: Antara 600.000 hingga 700.000 'Berisiko Terpapar', Pemerintah Indonesia Lakukan Rapid Test

    tahun lalu

    Tepat tiga pekan setelah Indonesia mengonfirmasi kasus pertama virus yang punya nama resmi Covid-19 tersebut, pemerintah memulai tes massal.

  • Tim Kukerta Relawan Covid-19 UR Lakukan Pemeriksaan Kepada Peserta Ujian UTBK SBMPTN

    11 bulan lalu

    Di area New Normal ini, seluruh masyarakat diminta untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Bersama dengan Tim Kukerta Relawan Covid-19 Universitas Riau lakukan pemeriksaan kepada setiap peserta Ujian yang akan masuk ke dalam ruangan.

  • Pedoman Media Siber

    5 tahun lalu

    Pedoman Pemberitaan Media Siber Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklaras

  • Pembanguna SMPN 8 Tarai Bangun, Kades Sebut Dana Yang Terkumpul Rp 10 Ribu Per KK Diumumkan Lewat Corong Masjid

    5 tahun lalu

    PEKANBARU - Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 8 sebesar Rp 8 miliar. Pembangunan sekolah ini dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dalam anggaran pendapatan belanja daerah (

  • Indonesia dan Arab Saudi, Siapa Membutuhkan Siapa?

    4 tahun lalu

    POROSRIAU.COM--Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi terus melambat dalam dua tahun terakhir. Setelah mencatat pertumbuhan fenomenal sebesar 10 persen pada 2011, perekonomian negara teluk itu kemudian turun pada 2012, dengan pertumbuhan 5,4 persen dan turun lagi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.