Senin, 14 Juni 2021
  • Home
  • STORY
  • Kisah Mush'ab, Sahabat Pemegang Bendera Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam yang Syahid dalam Perang Uhud
Selasa, 23 Oktober 2018 16:08:00

Kisah Mush'ab, Sahabat Pemegang Bendera Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam yang Syahid dalam Perang Uhud

Selasa, 23 Oktober 2018 16:08:00
BAGIKAN:
Ilustrasi
POROSRIAU.COM- Mush’ab bin Umair adalah pemegang bendera Islam di peperangan. Pada Perang Uhud, ia mendapat tugas serupa. Muhammad bin Syarahbil mengisahkan akhir hayat sahabat yang mulia ini. Ia berkata:
 
Mush’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu membawa bendera perang di medan Uhud. Lalu datang penunggang kuda dari pasukan musyrik yang bernama Ibnu Qumai-ah al-Laitsi (yang mengira bahwa Mush’ab adalah Rasulullah), lalu ia menebas tangan kanan Mush’ab dan terputuslah tangan kanannya. Lalu Mush’ab membaca ayat:
 
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ
“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.”
(QS. Ali Imran: 144).
 
Bendera pun ia pegang dengan tangan kirinya. Lalu Ibnu Qumai-ah datang kembali dan menebas tangan kirinya hingga terputus. Mush’ab mendekap bendera tersebut di dadanya sambal membaca ayat yang sama:
 
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ
“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.” 
(QS. Ali Imran: 144).
 
Kemudian anak panah merobohkannya dan terjatuhlah bendera tersebut. Setelah Mush’ab gugur, Rasulullah menyerahkan bendera pasukan kepada Ali bin Abi Thalib.
(Ibnu Ishaq, Hal: 329).
 
Lalu Ibnu Qumai-ah kembali ke pasukan kafir Quraisy, ia berkata, “Aku telah membunuh Muhammad”.
 
Setelah perang usai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memeriksa sahabat-sahabatnya yang gugur.
 
Abu Hurairah mengisahkan, “Setelah Perang Uhud usai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencari sahabat-sahabatnya yang gugur. Saat melihat jasad Mush’ab bin Umair yang syahid dengan keadaan yang menyedihkan, beliau berhenti, lalu mendoakan kebaikan untuknya. Kemudian beliau membaca ayat:
 
مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya).” 
(QS. Al-Ahzab: 23).
 
Kemudian beliau mempersaksikan bahwa sahabat-sahabatnya yang gugur adalah syuhada di sisi Allah.
 
Setelah itu, beliau berkata kepada jasad Mush’ab, “Sungguh aku melihatmu ketika di Mekah, tidak ada seorang pun yang lebih baik pakaiannya dan rapi penampilannya daripada engkau. Dan sekarang rambutmu kusut dan (pakaianmu) kain burdah.”
 
Tak sehelai pun kain untuk kafan yang menutupi jasadnya kecuali sehelai burdah. Andainya ditaruh di atas kepalanya, terbukalah kedua kakinya. Sebaliknya, bila ditutupkan ke kakinya, terbukalah kepalanya. Sehingga Rasulullah bersabda, “Tutupkanlah kebagian kepalanya, dan kakinya tutupilah dengan rumput idkhir.”
 
Mush’ab wafat setelah 32 bulan hijrahnya Nabi ke Madinah. Saat itu usianya 40 tahun.
 
 
 
#Sumber: kisahmuslim.com
 
 
Sumber: Internet

  Berita Terkait
  • Terkait Pembakaran Bendera Tauhid, ini Komentar Maruf Amin

    3 tahun lalu

    Calon Wakil Presiden Maaruf Amin, menyerukan seluruh pihak menyerahkan proses investigasi pembakaran bendera Tauhid di Garut, kepada pihak kepolisian.

  • Jangan Langsung Tancap Gas! Agar Berkah, Lafalkan Doa Sebelum Melakukan Hubungan Intim

    4 tahun lalu

    Di dalam agama islam, ketika seorang laki-laki sudah secara sah mempersunting seorang wanita sebagai istrinya begitu juga sebaliknya, maka kewajiban yang harus dipenuhi keduanya adalah melaksanakan kewajiban memberikan nafkah lahir dan bathin.

  • Ketika Rasulullah Dicaci

    3 tahun lalu

    POROSRIAU.COM--Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, sahabat yang banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah. Ibunya seorang musyrik dan memiliki budi pekerti yang buruk. Ia sering memaki dan mengh

  • Ungku Saliah, Kakek Berkopiah di Sejumlah Rumah Makan Padang

    4 tahun lalu

    KESAKTIANNYA jadi buah bibir urang awak. Dipercaya membawa keberuntungan, potret Ungku Saliah kerap dijumpai di rumah makan Padang. Fenomena ini pun diangkat sejumlah mahasiswa dalam skripsinya.

  • Hubungan Harmonis Kunci Sukses Pembangunan

    5 tahun lalu

    Kurang Harmonisnya hubungan Kepala Daerah dengan Wakilnya dalam menjalankan roda Pemerintahan bukan merupakan hal yang asing kita dengar di seantereo negeri ini

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.