Kamis, 17 Juni 2021
Selasa, 09 Oktober 2018 14:23:00

Kunlap Komisi III Ke SMP Madani

BAGIKAN:
Suasana Komisi III meninjau lamgsung kondisi SMP madani yang belum mimiliki asrama inap bagi siswa.

Tidak Punya Bording, SMP Madani Pekanbaru Dikhawatirkan Tinggal Lebel

PEKANBARU(POROSRIAU.COM)- Tampung banyak keluhan dari masyarakat, Komisi III DPRD Kota Pekanbaru lakukan kunjungan lapangan (Kunlap) ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Madani Jalan Kasah, Tangkerang Tengah Pekanbaru, ada beberapa catatan penting yang disampaikan dan diharapkan jadi prioritas pemerintah kota Pekanbaru.
 
Diantara catatan tersebut diantaranya yakni, terkait sarana prasarana, moebeler dan fasilitas kamar tempat tidur asrama (Bording) yang belum tersedia, dengan tidak tersediannya boarding tersebut, Komisi III khawatir target hafis Al-quran akan terhambambat dan SMP madani dikhawatirkan hanya tinggal lebel semata.
 
"Kita harap kendala-kendala yang ada hari ini bisa diselesaikan di APBD perubahan, kita juga akan agendakan hearing dengan OPD membahas anggaran untuk pengadaan keperluan sekolah tadi, bahkan kalau perlu jemput bola cari peluang anggaran dari Pemrov," Ungkap Ketua Komisi III Zulfan Hafis usai Kunlap, Senin (23/7/2018)
 
Politisi Nasdem ini yakin SMP milik pemerintah kota Pekanbaru ini jadi sekolah rebutan, maka perlu ada perbaikan dari berbagai aspek terutama dari aspek fasilitas seperti boarding yang perlu diprioritaskan oleh pemerintah kota.
 
Sementara itu, Dian Sukhri saat mengikuti Kunlap juga menambahkan bahwa, kondisi SMP madani yang saat ini tidak memiliki boarding harus jadi perhatian semua pihak, dan harus jadi prioritas terutama dari segi anggaran. 
 
" Kita prihatin melihat situasi SMP Madani ini, Kondisi dilapangan anak-anak tidak bisa boarding/asrama untuk nginap. Dengan tidak adanya boarding ini tentu target untuk mencapai hafis alquran akan terhambat, sekarang
tinggal keberanian pemerintah untuk membuat kebijakan khusus ditengah rasionalisasi anggaran yang ada, kalau tidak sekolah ini bisa tinggal lebel saja karena mereka disini tidak bisa maksimal dalam belajar,"
 
Bahkan Dian pesimis diakhir tahun 2018 ini ada perubahan dengan kondisi SMP madani yang belum memiliki fasilitas lengkap.
 
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Madani kota Pekanbaru Edy Suhendri menyambut baik kedatangan Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, dimana pihaknya bisa menyampaikan apa saja yang menjadi keluh kesah mereka termasuk keluh kesah orangtua murid mengapa anaknya belum bisa bording. Karena sesuai target pihaknya lulusan SMP madani bisa hapal 15 jus.
 
"SMP madani sendiri ada 6 rombel (kelas) 3 rombel putra, dan 3 rombel putri. Dan kita punya 4 guru tahfiz. Harapan kita juga sebagaimana kelas 6 dan guru ada 4 jadikan kurang 2, tentu saja sebagai kepala sekolah guru tahfiz bisa ditambah lagi. Sementara untuk guru yang pagawai negeri ada 4 orang termasuk kepala sekolah. 4 orang guru bantu dan sisanya guru honor," ungkapnya. 
 
Terakhir ditambahkan Kabid SMP Dinas Pendidikan kota Pekanbaru Nurbaiti, pihaknya sangat mendukung kunjungan Komisi III ke SMP madani.
 
"Pada dasarnya apa yang diinginkan Komisi III sama dengan yang kita inginkan menjadikan smp madani ikon pendidikan di kota Pekanbaru. Dimana pekanbaru menjadi barometer di Provinsi Riau. Kita justu senang komisi III datang, dan kita mendapat dukungan. Insya Allah kedepan smp madani bisa melaksanakan program dari bapak walikota dan dinas pendidikan karena komisi III mendukung apa yang kita programkan," tutupnya.***

 

Suasa saat kunjungan Komisi III ke SMP Madani.
Suasa usai kunlap Komisi III, pihak Sekolah dan disdik melakukan Foto bersama.
Ketua Komisi III Zulfan Hafis saat didampingi pihak Disdik saat mendengar kendala dari pihak SMP Madani.
Zainal Arifin dan amggota Komisi III saat memaparkan keluhan masyarakat terkait belum selesainya asrama bagi siswa
Copyright © 2021 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.