Kamis, 17 Juni 2021
Selasa, 12 Februari 2019 15:20:00

Kuota Guru Kurang, Komisi III Hearing dengan Disdik Pekanbaru

BAGIKAN:
Kepala Dinas Pendidikan kota Pekanbaru M Jamal saat memaparkan terkait GTT di hearing bersama komisi III.

PEKANBARU - Guna mengetahui perkembangan kegiatan yang ada di Dinas Pendidikan kota Pekanbaru, Komisi III DPRD Kota Pekanbaru melakukan hearing dengan Disdik. Salah hearing banyak dipaparkan mengenai kekurangan guru, assesment kepala sekolah hingga merger sekolah.

Hadir dalam hearing Kadisdik Pekanbaru Abdul Jamal dan beberapa perwakilan Kasi. Hearing dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD kota Pekanbaru Zulfan Hafiz ST, dan beberapa anggota komisi III yang lain. Dalam hearing ini dibahas mengenai kekurangan guru di kota Pekanbaru yang tidak juga tertutupi mesti telah dilaksanakan CPNS kemarin. Oleh karena itu untuk mengantisipasi kekurangan guru, maka akan dilakukan perekrutan P3K (Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja). Pekanbaru memiliki jatah 208 P3K dimana diutamakan untuk pendidikan, perawat dan penyuluh.


"Tentu kita duduk kan ini dulu, baru kita lihat di DPA kita yang dari awal dianggarkan 300 pendidik untuk diangkat sebagai guru lagi. Karna kita kasihan dengan sekolah apalagi sekolah negeri. Walaupun dalam keadaan keuangan yang sulit, tapi kita sepakati GTT sekarang tidak sama dengan yang dulu. Tapi suatu saat akan kita samakan. Jadi hearing yang kita lakukan untuk menyamakan persepsi. Mudah-mudahan tidak dirasionalisasi karna ini kebutuhan, Karna guru lebih krusial," ujar Jamal.

Untuk pelaksanaan GTT sendiri menunggu para guru yang lulus CPNS duduk dahulu status nya. Karna jika CPNS sudah jelas, baru dilaksanakan P3K, setelah P3K dilaksanakan baru masuk GTT, agar Disdik tahu dimana ada kekosongan guru yang dapat diisi.

Sementara untuk assessment kepala sekolah, ia berharap kepala sekolah yang diasesmen nantinya dapat menjadi pemimpin dan manager.

"Pemimpin dimana dia memimpin sekolahnya, kalau menejer bagaimana hasilnya bagus. Untuk ini tentu akan tes, kita juga tidak mau kecolongan. Tes yang kita lakukan tidak bertentangan dengan Permendikbud tentang pengangkatan kepala sekolah. Tetap kita ikuti persyaratannya," tambah Jamal.


Ditambahkan ketua komisi III, Zulfan Hafiz ST, bahwa dalam hearing ini pihaknya ingin mengetahui DPA yang ada di Disdik. Dimana memang DPA tersebut belum keluar, baru hanya sebatas RKA.

"Kita ingin menyatukan satu pikiran bahwa tahun ini kita ingin merekrut 300 orang GTT. Tentu perlu persiapan-persiapan dan satu pemahaman agar dikalangan tidak ada gejolak-gejolak apapun," ujar Zulfan

Selanjutnya, kekurangan guru di Pekanbaru diketahui memang banyak. Dan yang pensiun pun banyak. Sementara untuk CPNS kemarin hanya menambah sekitar 180 orang, diketahui juga di bulan Februari akan ada penerimaan P3K, pekanbaru mendapatkan 3 kuota yakni perawat, pendidik dan penyuluh. Untuk guru sendiri ditampung 280 orang, namun tetap juga kurang.


"Setelah itu 300 GTT akan kita siapkan sesegera mungkin. Mudah-mudahan tidak ada kendala jadi 300 orang dapat bisa diangkat menjadi GTT," harap Zulfan.(red)

Anggota komisi III menyampaikan keluh kesah masyarakat mengenai pendidikan ke Kadisdik pekanbaru
Kepala Dinas Pendidikan kota Pekanbaru M Jamal saat hearing dengan komisi III
Ketua komisi III Zulfan Hafiz saat sharing dengan Kadisdik M Jamal mengenai GTT
Para anggota komisi III yang mendengarkan paparan dari Kadisdik pekanbaru
Para anggota komisi III yang menghadiri hearing dengan Dinas pendidikan pekanbaru
Suasana hearing komisi III dengan Disdik Pekanbaru
Copyright © 2021 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.