Kamis, 23 Februari 2017 08:49:00
Pengesahan RT RW di Wilayah Provinsi Riau Dinilai Lambat, Ini Kata Bupati Siak
Oleh: Atok
Kamis, 23 Februari 2017 08:49:00
SIAK (POROSRIAU.COM) - Lambatnya pengesahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau sangat berdampak kepada investasi dan pembangunan daerah. Hal itu disebutkan Bupati Siak H Syamsuar, saat dijumpai usai pertemuan antara Komisi IV DPR RI dengan Gubernur Riau, Bupati/Walikota se-Riau, Selasa (21/2/2017) siang, di lantai 9 kantor Gubernur.
"Lambatnya pengesahan RTRW di Provinsi Riau sangat berdampak pada sektor pengembangan investasi dan pembangunan daerah, oleh sebab itu kita berharap Pemerintah Provinsi bisa segera melakukan langkah-langkah kebijakan yang berkaitan dengan pengesahan RTRW itu," ungkap Syamsuar.
Lebih lanjut mantan Wakil Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Riau ini mengatakan, ini menyangkut dengan pengembangan kawasan industri dan pembangunan di wilayah kecamatan. Ia berharap RTRW tersebut secepatnya dapat disahkan.
Masih kata Syamsuar, salah satu kendala yang terjadi dalam proses pengesahan RTRW Riau adalah pemukiman penduduk lebih dahulu ada dari pada kawasan hutan yang ditetapkan dalam RTRW.
Penetapan kawasan hutan lanjutnya, sering mengalami kendala di lapangan. Antara lain sebuah kawasan yang sudah lama ditempati masyarakat, namun sesungguhnya kawasan tersebut masuk wilayah hutan dalam peta tata ruang wilayah.
Syamsuar juga mengajak seluruh stackeholder yang ada untuk saling percaya dalam proses pengesahan RTRW. Hal-hal yang masih diragukan dalam pembahasan RTRW hendaknya dituntaskan dengan meninjau kondisi riil di lapangan.
Sementara itu Komisi IV DPR RI akan segera membantu utk mendorong percepatan pengesahan Rencana Tata Ruang Wilayah di Provinsi Riau.
Selain Gubri dan Sekda Propinsi Riau, turut hadir Bupati/Walikota se-Riau, utusan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, anggota DPRD Riau, dan Kepala Bappeda se-Riau. (Atok/Hms)
Editor: chaviz
Jemput Bola Kejar Dana APBN, Wakil Bupati Dan Ketua DPRD Meranti Beserta Kepala Desa Sambangi Beberapa Kementrian
8 tahun laluKondisi APBD Kepulauan Meranti yang terus menurun kini berkisar diangka 1.1 Triliun rupiah dinilai tak cukup untuk menggesa pembangunan Kabupaten dalam rangka mengejar ketertinggalan, apalagi sebagai Kabupaten baru yang masih seumur jagung.
Bupati Kepulauan Meranti Sampaikan LKPJ Tahun 2017 : Macetnya Transfer Pusat dan Pemotongan DBH Migas, Penyebab Terkendalanya Pembangunan
8 tahun laluMERANTI(POROSRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2017 dihadapan Ketua dan Jajaran Anggota DPRD Kepu
Peduli Sampah, Mampu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Riau
2 tahun laluMelalui sejumlah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan hulu migas terkemuka di Indonesia ini terus berupaya memperhatikan aspek lingkungan di tengah operasi yang andal dan selamat dalam menjaga ketahanan energi nasional.
DPRD Meranti Gelar Paripurna Penyampaian Laporan Pansus dan Pengesahan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2017
8 tahun laluDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna Tentang Penyampaian Laporan Pansus A dan Pengesahan Ranperda Pertanggungjawaban Penggunaan APBD T.A 2017, Rabu (1/8/2018) di Balai Sidang DPRD Meranti.
Firdaus Siapkan Metropolitan PEKANSIKAWAN Jadi Masa Depan Riau
8 tahun laluPEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Calon gubernur Riau Dr Firdaus MT optimis konsep pembangunan PEKANSIKAWAN (Pekanbaru, Kampar, Siak dan Pelalawan) akan menjadi masa depan pembangunan Riau.









