Selasa, 10 Desember 2019
  • Home
  • HUKUM
  • Polair Polda Riau Tangkap 7 Kapal Penangkap Ikan
Selasa, 05 November 2019 17:29:00

Polair Polda Riau Tangkap 7 Kapal Penangkap Ikan

Selasa, 05 November 2019 17:29:00
BAGIKAN:
merdeka.com
ROHIL, POROSRIAU.COM - Personel Direktorat Polisi Air Polda Riau menangkap tujuh unit kapal karena menangkap ikan di Perairan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Tujuh orang nakhoda kapal asal Tanjung Balai Asahan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) itu diamankan petugas.
 
Sebagaimana diberitakan oleh kantor berita riausatu com bahwa "Tujuh kapal nelayan itu tidak memiliki Surat Izin Penangkap Ikan (SIPI) yang diterbitkan oleh Pemda Riau," ujar Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Riau, Dr AKBP Wawan Setyawan, yang dilansir merdeka.com, Sabtu (2/11).
 
Ketujuh orang nakhoda yang diamankan berinisial Si (46), Ra (60), Su (32), Ru (40), To (56), Rs (40) dan MS (41). Penangkapan berawal ketika anggota Polair melakukan penyelidikan di Perairan Panipahan. Mereka melihat tujuh kapal yang sedang menangkap ikan.
 
Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen masing–masing kapal. Ternyata nakhoda hanya bisa menunjukkan SIPI dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Surat izin itu hanya berlaku untuk penangkapan ikan di wilayah Sumatera Utara saja.
 
"Tujuh kapal tidak memiliki SIPI yang dikeluarkan Pemda Riau. SIPI dari Pemda Riau berlaku untuk wilayah Riau tapi tujuh kapal itu tidak memilikinya sama sekali," kata Wawan.
 
Selanjutnya polisi mengamankan ketujuh kapal tersebut. Kapal dibawa ke Pos Polair Panipahan Resort Rohil untuk masih pemeriksaan lebih lanjut.
 
Barang bukti yang diamankan adalah KM Asahan Jaya yang dinakhodai Si, KM Hasil Bersama yang dinakhodai Ra, KM Sean Bersama yang dinakhodai Su, KM Savio Bersama yang dinakhodai Ru, KM Cahaya Laut 88 yang dinakhodai To, KM Gemilang yang dinakhodai Rs dan KM Lautan Rezeki yang dinakhodai MS.
 
Para pelaku dijerat dengan Pasal 100 Jo Pasal 7 ayat 2 Undang–Undang (UU) RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.
 
"Pelaku dan barang bukti akan dibawa ke markas Ditpolairut Polda Riau untuk penyidikan lebih lanjut," ucap Wawan.(merdeka.com)
  Berita Terkait
  • Tak Miliki Dokumen, Polair Amankan KM Putra Jaya

    3 tahun lalu

    Satuan Polisi Perairan Polres Bengkalis mengamankan satu unit kapal motor Km Putra Jaya di Perairan Sungai Jangkang Desa Jangkang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis.

  • Jemput Bola Kejar Dana APBN, Wakil Bupati Dan Ketua DPRD Meranti Beserta Kepala Desa Sambangi Beberapa Kementrian

    2 tahun lalu

    Kondisi APBD Kepulauan Meranti yang terus menurun kini berkisar diangka 1.1 Triliun rupiah dinilai tak cukup untuk menggesa pembangunan Kabupaten dalam rangka mengejar ketertinggalan, apalagi sebagai Kabupaten baru yang masih seumur jagung.

  • Nelayan Rohil Terima 20 Kapal Hibah

    3 tahun lalu

    Rohil (porosriau.com) - Kementerian Kelautan Perikanan memberikan bantuan 20 unit kapal berukuran tiga gross ton (GT) untuk nelayan di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, yang akan diserahkan pada Desember mendatang.

  • Speed Boat vs Pompong, Satu Korban Belum Ditemukan

    3 tahun lalu

    Tabrakan Dua Kapal Motor (Pompong) di perairan Sungai Batang Gangsal, Parit Daeng Perani Desa Seberang Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau mengakibatkan satu orang korban hilang dan masih dalam pencarian tadi pagi sekira j

  • POLAIR Gagalkan Penyeluduan 300 Dus Rokok Asal Batam

    3 tahun lalu

    Sebanyak 300 kardus rokok tanpa bea cukai berhasil digagalkan oleh Dit Polair Polda Riau di perairan Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.Selasa (7/3) dini hari.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.