Rabu, 14 September 2016 08:09:00
PT RPI Babat Kebun Masyarakat dan Rusak 4 Unit Jembatan, Dimana Pemerintah Dan DPRD ?
Oleh: Budi. S
Rabu, 14 September 2016 08:09:00
Inhu (Porosriau.Com) - Sebanyak 33 Kelompok tani yang memiliki dan menguasai 2500 haktare lahan kelapa sawit di Desa Lubuk Batutinggal Kecamatan Lubuk Batujaya Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) menyampaikan surat pengaduan ke DPRD Inhu.
Dalam surat tertanggal 1 September 2016 tersebut menjelaskan kalau PT Rimba Peranap Indah (PT RPI) membabat lahan perkebunan mereka, selain lahan perkebunan sawit warga sudah dirusak oleh PT RPI, surat tersebut juga menjelaskan kalau fasilitas umum berupa 4 unit jembatan sudah dirusak oleh PT RPI sehingga akses jalan kelahan perkebunan masyarakat terganggu.
"Jembatan tersebut dibangun murni swakolola masyarakat," kata ketua Himpunan kelompok tani Lubuk Batujaya, Assbullah SH Senin (12/9).
33 Gabungan kelompok tani yang merasa dirugikan tersebut, juga menyampaikan, sudah menjelaskan dan menyampaikan secara resmi kondisi yang terjadi kepada Bupati Inhu namun, hingga mencapai 700 haktare lebih lahan masyarakat yang dirusak oleh pihak PT RPI, belum ada reaksi pemerintah.
"Haruskan kami bentrok dulu dilapangan, sampai ada korban baru aktifitas PT RPI bisa dihentikan pemerintah," tanya Asbullah didampingi beberapa ketua kelompok tani.
Surat yang dikirimkan gabungan kelompok tani Lubuk Batujaya meminta, sebelum Bupati Inhu melakukan kebijakan sesuai aturan maka, hendakya pihak DPRD mengantisipasi konflik dengan cara menghentikan aktifitas PT RPI.
Surat Gabungan kelompok tani yang ditujukan kepada Pimpinan DPRD Inhu tersebut juga di tembuskan kepada Kadisbun Inhu, Kapolres Inhu, Dandim 0302 Inhu, Kejari Inhu, ketua PN Rengat dan Komnas HAM.
Kata Asbullah, permohonan masyarakat melalui surat resmi, juga ditanda tangani oleh pengurus dan koordinator gabungan kelompok tani serta diketahui oleh 4 Kepala desa setempat yang termasuk dalam kelompok tani, diantaranya Kades Lubuk Batutinggal, Masrullah, Kades Sei-beberas, Slamet Raharjo, Kades Tasik Juang, Abdul Ghopur dan Kades Pontian Mekar, Misnadi.
"Masyarakat jelas-jelas dirugikan, selain banyak tanaman warga yang dirusak oleh alat berat, akses jalan dan jembatan juga dirusak," ujar Asbullah.
Editor: Muhammad
Wakil Bupati Meranti Buka Musrenbang Kec. Rangsang, Himpun Program Prioritas Kecamatan
8 tahun laluMERANTI(POROSRIAU.COM) - Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim bersama Ketua DPRD H. Fauzy Hasan, mengikuti kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan Rangsang (Musrenbang), kegiatan
Buka Musrenbang Kec. Tasik Putripuyu, Bupati : Gesa Pembangunan Jalan Poros Pembuka Akses Antar Desa
8 tahun laluMERANTI(POROSRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si bersama Wakil Bupati H. Said Hasyim membuka secara resmi Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Tasik Putri Pu
Harapan Kami di Jembatan Gantung.
7 tahun laluBETING(POROSRIAU.COM) - Desa Beting, dimana 65 % penduduknya berasal dari Suku KAT (Komunitas Adat Terpencil), merupakan satu pulau yang dikelilingi sungai dengan lebar berkisar 100 meter, hanya bi
Pengurus PKDP Kepulauan Meranti Masa Bakti 2016 - 2021 di Kukuhkan
8 tahun laluSELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, bersama Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Walikota Pariaman Drs. H. Mukhlis Rahman MM menghadiri pengukuhan peng
Rapat Menjaga Kamtibmas Serta Mengantisipasi Konflik SARA
10 tahun laluUtamakan pencegahan Konflik dalam penyelesaian masalah yang terjadi dalam masyarakat dengan mempersatukan visi dan misi seluruh elemen yang ada di Kabupaten Kampar, Keragaman suku, budaya, agama dan masyarakat merupakan potensi timbulnya konflik, semua in









