Selasa, 21 April 2026
  • Home
  • NASIONAL
  • Dua Bulan Belum Terpecahkan, Bola Panas Keterlibatan Jendral Polisi Ada di Tangan Novel
Jumat, 16 Juni 2017 07:19:00

Dua Bulan Belum Terpecahkan, Bola Panas Keterlibatan Jendral Polisi Ada di Tangan Novel

Jumat, 16 Juni 2017 07:19:00
BAGIKAN:
int
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan.

POROSRIAU.COM - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, membeberkan adanya keterlibatan seorang jenderal polisi dalam peristiwa penyiraman air keras yang menimpanya.

Hal Ia ungkapkan setelah dua bulan lebih penyelidikan tak juga menemukan titik terang. Novel buka suara kepada awak media majalah TIME di Singapura.

"Saya mendapat informasi bahwa ada seorang jenderal polisi--berpangkat tinggi--terlibat. Awalnya saya katakan informasi itu tidak benar. Tapi sekarang setelah berjalan dua bulan dan kasus ini belum juga terpecahkan, saya bilang (kepada orang yang menduga polisi terlibat) bahwa rasanya informasi itu benar," ujar Novel, seperti dilansir Time, Selasa (13/6).

Kini, bola panas berada di tangan Novel. Ia diminta membeberkan sosok si jenderal berpangkat tinggi yang terlibat dalam peristiwa merenggut penglihatan mata kirinya itu.

Desakan datang dari Parlemen.

"Kenapa enggak langsung aja sebut atau tunjuk hidung siapa jenderal itu selesai langsung proses hukum. Kalau saling nuding-nuding buruk bagi stabilitas nasional apalagi terkait jenderal," ujar Ketua komisi III DPR Bambang Soesatyo di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/6).

Oleh karena itu, Bambang menyarankan Novel untuk segera melaporkan dugaan keterlibatan petinggi Polri atas insiden yang menimpanya ke Irwasum atau Propam Mabes Polri.

"Saya menyarankan kalau memang Baswedan punya bukti-bukti dan informasi sampaikan ke pihak berwajib yaitu kepolisan. Kalau dia polisi bisa diadili oleh Irwasum atau Propam kan biasanya pelanggaran dari bawah sampai atas ada Propam dan Irwasum," tegasnya.

Senada dengan Bambang, Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Hanura Syarifudin Sudding pun meminta Novel langsung menyampaikan kepada penyidik Polri terkait temuannya itu.

"Kalau informasi yang disampaikan Novel itu akurat. Seharusnya itu disampaikan ke penyidik. Supaya pak jenderal yang dia maksud itu bisa terang benderang, siapa orangnya," ujar Sudding.

Sudding menyarankan, Novel tidak melempar pernyataan soal dugaan keterlibatan jenderal polisi di kasusnya itu ke publik. Sebab, hal itu akan menimbulkan tudingan bahwa penyidikan tidak akan berjalan maksimal karena campur tangan pejabat Polri.

"Seakan-akan kita nanti, masyarakat, katakanlah bahwa proses penyidikan kepolisian ini tidak berjalan secara maksimal karena ada keterlibatan katakanlah Jenderal yang dimaksud itu," tegasnya.

"Maksud saya supaya itu betul-betul katakanlah tidak menjadi bola liar Novel harus sampaikan apa namanya Jenderal yang dimaksud itu siapa. Lalu kemudian saya kira itu disampaikan ke pihak kepolisian, penyidik, itu pasti bisa ditindakalanjuti," sambungnya.

Sementara itu, Korps Bhayangkara sendiri mempertanyakan bukti atas tudingan Novel.

"Semua kan perlu kami lakukan pemeriksaan alibi seperti apa, kami lakukan semuanya. Ada beberapa yang dicurigai pelaku, kami lakukan pemeriksaan alibi yang ada disitu. Kita tunggu apakah ada bukti atau tidak. Yang terpenting kami lakukan penyelidikan ya, potensi-potensi mana yang mengarah ke sana," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya.***

Editor: Chaviz

Sumber: Merdeka.com

  Berita Terkait
  • Kebijakan Wajib Plat BBM Dan Pemotongan TPP Guru ASN 50? Di Nilai Langgar Semangat NKRI

    7 bulan lalu

    PEKANBARU, POROSRIAU.COM - Kebijakan kontroversial Gubernur Riau Abdul Wahid yang mewajibkan seluruh kendaraan operasional perusahaan di wilayahnya  menggunakan plat nomor polisi BM, memicu ke

  • KontraS Desak Pelaku Kasus 'Meranti Berdarah' Dihukum Maksimal

    9 tahun lalu

    SELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) mendesak Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis menjerat para pelaku Meranti Berdarah dengan ancaman pidana maksimal.

  • Ungku Saliah, Kakek Berkopiah di Sejumlah Rumah Makan Padang

    9 tahun lalu

    KESAKTIANNYA jadi buah bibir urang awak. Dipercaya membawa keberuntungan, potret Ungku Saliah kerap dijumpai di rumah makan Padang. Fenomena ini pun diangkat sejumlah mahasiswa dalam skripsinya.

  • Lorenzo Akui Belum Berdamai dengan Andrea Dovizioso

    8 tahun lalu

    Perselisihan duo pembalap Ducati, Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso, belum berakhir. Lorenzo juga mengaku belum berbicara lagi dengan rekan setimnya tersebut.

  • Miliaran Dana Kerjasama Publikasi Media Diduga Dikorupsi

    7 tahun lalu

    )-- Puluhan Perusahaan Pers yang telah menandatangani MoU kerjasama publikasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Tahun Anggaran APBD 2018, merasa jenuh dengan janji-janji Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Inhil.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.