Selasa, 02 Juni 2026
  • Home
  • NASIONAL
  • Korban Tewas 1.648 Orang dan 133 Hilang, Data Terkini Korban Gempa Palu-Donggala
Sabtu, 06 Oktober 2018 08:25:00

Korban Tewas 1.648 Orang dan 133 Hilang, Data Terkini Korban Gempa Palu-Donggala

Oleh: Ridho
Sabtu, 06 Oktober 2018 08:25:00
BAGIKAN:
Bencana Palu dan Donggala.(Foto:Int)
PALU,POROSRIAU.COM- Data sementara korban yang meninggal akibat Gempa Palu dan Donggala tercatat sebanyak 1.638 orang dan 133 dikabarkan hilang. Sementara itu jumlah pengungsi telah mencapai 62.359 oramg.
 
Hal ini berdasarkan data yang masuk di pusat penanganan Makorem 132 Tadulako, Palu, Jumat (6/10/2018). Korban luka tercatat sebanyak 2.549 orang, korban tertimbun 152 orang, dan rumah rusak mencapai 65.733 orang.
 
Jumlah pengungsi di hari ketujuh mencapai 70.821 orang atau menurun pada hari kedelapan tanggap darurat bencana, sementara korban meninggal dunia telah dimakamkan mencapai 1.558 jiwa.
 
 
Untuk korban meninggal dunia sudah dimakamkan sebanyak 1.558 orang, dengan rincian secara massal di Poboya sebanyak 582 orang, dan Pantoloan, 35 orang serta dimakamkan keluarga 921 orang.
 
Berkurangnya jumlah pengungsi tersebut karena mereka memilih hijrah atau pindah ke Makassar, Sulawesi Selatan maupun daerah lain di Pulau Sulawesi untuk mengamankan diri.
 
Selain itu, pasokan distribusi logistik dari pantauan di lapangan tidak merata pada sejumlah. Banyak pengungsi tidak mendapatkan logistik sesuai kebutuhan mereka kemungkinan memilih pindah untuk sementara.
 
"Sudah lima hari kami tidak dapat logistik, padahal dari berita-berita yang kami dengar sudah ratusan ton yang masuk di Kota Palu, dikemanakan itu," ujar Arman, warga Gawalise, Palu timur.
 
Menurutnya, banyak warga mengungsi karena tidak punya tempat tinggal, sebagian rumah hancur serta memilih mengungsi di bandara untuk sementara sambil menunggu bisa diterbangkan ke daerah tujuan.
 
 
Dia berharap agar pemerintah bisa segera memulihkan kondisi Palu dan wilayah sekitar yang terdampak bencana, agar perekonomian kembali stabil seperti sebelumnya.
 
Kondisi Kota Palu saat ini berangsur-angsur membaik. Listrik di sebagian wilayah kota sudah menyala lagi, toko-toko mulai buka, sinyal komunikasi kualitasnya baik, tetapi masih ada antrean penguna bahan bakar minyak (BBM) di SPBU setempat.
 
Sedangkan di sektor perekonomian, sejumlah bank mulai buka melayani nasabah, Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sebagian aktif, hanya saja dibatasi hingga pukul 17.00 WITA karena keterbatasan aliran listrik.
 
Beberapa pasar tradisional mulai padat, dan agar masyarakat tidak was-was, sehingga perlu dijaga aparat TNI-Polri untuk menjamin stabilitas keamanan agar lebih kondusif. (rdha)
 
sumber:antara.com 
 
Editor: Ridho

  Berita Terkait
  • Korban Meninggal Capai 832 Jiwa, Kemungkinan Akan Terus Bertambah

    8 tahun lalu

    PALU,POROSRIAU.COM- Hingga Ahad siang (30/9/2018) pukul 13.00 WIB kemarin, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan jumlah korban tewas akibat gempa sekaligus tsunami di Palu dan Do

  • FPR dan APSI Akan Utus Pengurus Terbang ke Palu, Serahkan Bantuan dan Reportase Langsung

    8 tahun lalu

    PEKANBARU,POROSRIAU.COM-Forum Pemimpin Redaksi Riau (FPR) dan Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Riau akan mengutus perwakilan pengurus untuk terbang ke Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) unt

  • Gempa Palu: 48 Orang Meninggal dan 365 Luka-Luka

    8 tahun lalu

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan korban akibat gempa 7,4 SR di Donggala, kemungkinan akan terus bertambah. Mengingat sejauh ini, tim dan relawan masih terus melakukan pencarian korban yang meninggal dan yang ter

  • Kisah Amar, Relawan Palu Disetop Makhluk Halus Berwujud Wanita Menggendong Bayi. Korban Tsunami Palu.

    8 tahun lalu

    Sembilan hari setelah gempa dan tsunami menghantam palu, banyak kisah yang terjadi. Salah satunya, adalah kehadiran makhluk halus, korban tsunami.

  • Bertambah, Ini Info Terbaru Korban Tsunami Lampung

    8 tahun lalu

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban tewas tsunami yang menerjang Selat Sunda, Anyer dan Lampung, pada Sabtu (22/12) menjadi 43 orang dan masih bisa bertambah.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.