Kamis, 04 Juni 2026
  • Home
  • NASIONAL
  • Pendemo Cor Kaki di Depan Istana Meninggal Dunia
Selasa, 21 Maret 2017 16:03:00

Pendemo Cor Kaki di Depan Istana Meninggal Dunia

Oleh: Redaksi
Selasa, 21 Maret 2017 16:03:00
BAGIKAN:
int
Aksi demo cor kaki di depan Istana Merdeka

JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Istana Kepresidenan melalui Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menyampaikan duka cita atas meninggalnya salah satu peserta aksi cor kaki menolak pabrik Semen Indonesia di Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Patmi (48) menghembuskan napas terakhir dinihari tadi karena serangan jantung.

"Ya tim saya sudah bantu urus ya. Berduka cita, jantung ya, kemungkinan juga faktor capek. Tapi ya memang kita imbaulah kalau mau menyampaikan pendapat, aspirasi, jangan aksinya mengambil risiko pada keselamatan," kata Teten di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/3).

Patmi yang sebelumnya sehat dan memutuskan untuk kembali ke Rembang setelah melakukan aksi sempat mengeluh sakit. Dia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit St Carolus pada Selasa (21/3) dini hari.

Pihak rumah sakit menyatakan Patmi meninggal mendadak pada sekitar pukul 02.55 WIB karena serangan jantung. "Tadi Pak Presiden sudah minta kami untuk mengurus kepulangannya, tapi tadi sudah diurus," katanya.

Istana juga berjanji akan memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan almarhumah. "Iya nanti diberikan santunan juga ya," kata Teten.

Pada Senin malam (20/3) Teten menerima perwakilan petani Kendeng yang disemen kakinya sebagai bentuk penolakan atas pembangunan Pabrik Semen Indonesia di wilayah mereka.

"Jadi kemarin, kita kan sudah ngobrol sama mereka, tuntutan mereka kan sudah kita rekomendasi. Mudah-mudahan ini hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) akan selesai akhir Maret, mungkin nanti jadi rujukanlah. Tapi akan dibicarakan terus sama Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian BUMN, dan juga pemerintah daerah," katanya.

Teten menyadari bahwa setiap warga berhak melakukan aksi hanya saja ia berharap aksi-aksi yang dilakukan hendaknya bukan dalam bentuk tindakan yang mengundang risiko kesehatan tinggi.

"Kita sekarang kan bisa mengimbaulah kalau aksi-aksi enggak usah melakukan tindakan yang membahayakan, walaupun ini kan jantung ya enggak ada kaitannya dengan itu," katanya.(*/mdk)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan

    10 tahun lalu

    Pada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik

  • Demo 4 November, Satu Orang Meninggal Dunia

    10 tahun lalu

    Unjuk rasa besar-besaran terjadi di Istana Negara, Jumat, 4 November 2016. Demo yang awalnya berjalan tenang dan damai, akhirnya pecah. Massa yang diduga berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam bentrok dengan aparat kepolisian.

  • Layangan Nyangkut Di Kabel PLN, Warga Kempas Tewas Dengan Telapak Kaki Membiru

    9 tahun lalu

    Melihat hal tersebut, Lukman, sang anak langsung memberi tahu tetangga, dan segera membawa korban masuk kedalam rumahnya

  • Jika Langgar Aturan, Wabup Tak Segan Copot Jabatan Pegawai

    10 tahun lalu

    MERANTI (PR) - Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Said Hasyim serius melihat dan mengamati prilaku pegawai dilingkungan Pemkab. Meranti, dirinya tak ingin kerusuhan di Meranti yang terjadi baru-baru ini terulang, dan ditakutkan kerusuhan justru t

  • Ungku Saliah, Kakek Berkopiah di Sejumlah Rumah Makan Padang

    9 tahun lalu

    KESAKTIANNYA jadi buah bibir urang awak. Dipercaya membawa keberuntungan, potret Ungku Saliah kerap dijumpai di rumah makan Padang. Fenomena ini pun diangkat sejumlah mahasiswa dalam skripsinya.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.