Kamis, 12 April 2018 15:16:00
Karena Memiliki Aset Luar Biasa, Pansus Aset Pilih Jakarta Tempat Belajar
Oleh: eza
Kamis, 12 April 2018 15:16:00
JAKARTA(POROSRIAU.COM)— Menjadi sasaran dan memiliki aset yang luar biasa, lagi lagi Kota Jakarta menjadi kota sasaran tempat belajar pansus Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pedoman teknis pengelolaan Barang Milik Daerah (Aset) yang diketuai oleh Ketua Pansus Aset Ida Yulita Susanti didampingi langsung oleh pimpinan DPRD Kota Pekanbaru.
Kedatangan rombongan pansus ke kantor Badan Peggelola Aset Wilayah disambut langsung oleh Kabit Perubahan Status Aset (PSA), Gigih Nugrohadi didampingi beberapa pegawai di Badan Pengelolaan Aset Wilayah, Kamis (12/4) di jalan Abduk Muis Jakarta.
Dalam pertemuan Ketua Pansus Aset, Ida Yulita Susanti mengatakan kedatangannya ke kantor badan pengelolaan Aset Wilayah kota Jakarta untuk saling tukar pikiran karena Kota Pekanbaru belum memiliki pengelolaan aset yang dituang dalam Ranperda tentang pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah.
“ Untuk itu kita perlu belajar dan menghimpun informasi karena memang aset tercatat di DKI Jakarta luar biasa besarnya,” kata Ida.
Dalam pertemuan Ida juga mempertanyakan banyaknya temuan terkait aset-aset fasum infrastruktur, dan aset dinas pendidikan. Apkah persentasi Aset juga diserahkan ke daerah dengan sistem pebgelolaan di pecah pengembang atau pemerintah menjemput bola.
Dalam pertemuan Kabid Perubahan Status Aset Gigih Nugrohadi yang dibantu oleh Agus menjawab pertanyaan Ketua Pansus Aset. ia menjelaskan bahwa sistem fasum itu ada 2 sumber yakni dari sumber SPPT dan sumber KMB.
“ Melalui sumber SPPT yang dilakukan adalah kewenangan dari Walikota diatur daam Perbub 27. Mekanismenya SPPT itu diserahkan ke Walikota kemudian bsru diserahkan ke BPAD dicatat sebagai proses fasus dab di sevibg falam sistem SKPd,” jelasnya.
Usai pertemuan Gigih menjelaskan kedatangan rombongan pansus Aset Pekanbaru ke BPAD guna sharing dan berbagi pengalaman dari masing-masingg pengelolaan aset di DKI Jakarta.
“Manfaatnya kita saling memberikan masukan tentang pengelolaan yang lebih baik yang mengacu pada Perda yang saat ini sudah di bahas dan saat ini masuk dalam Balegda berpedoman pda Permendagri 19 tahun 2016 dan PP 27 tahun 2014,” unngkapnya. (eza)
Editor: Chaviz
Aset Wisata yang Mengagumkan, Ciptakan Pelalawan Exotis
8 tahun lalu- Indahnya alam ciptaan Tuhan yang maha Kuasa di kabupaten Pelalawan menjadi daya tarik yang sungguh mempesona. Pelalawan layak bersyukur dan berbangga hati karena Potensi alam yang terletak di teritorial kabupaten Pelalawan sungguh amat mengagumkan.
Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan
10 tahun laluPada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik
Jemput Bola Kejar Dana APBN, Wakil Bupati Dan Ketua DPRD Meranti Beserta Kepala Desa Sambangi Beberapa Kementrian
8 tahun laluKondisi APBD Kepulauan Meranti yang terus menurun kini berkisar diangka 1.1 Triliun rupiah dinilai tak cukup untuk menggesa pembangunan Kabupaten dalam rangka mengejar ketertinggalan, apalagi sebagai Kabupaten baru yang masih seumur jagung.
Eggi Sudjana dan Partners Somasi Ketua Dewan Pers
8 tahun laluKetua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Heintje Grontson Mandagi benar-benar membuktikan tekadnya sebagaimana yang diungkapan pada Sabtu (28/07/2018) lalu, yakni akan memidanakan Yoseph Adi Prasetyo selaku Ketua Dewan Pers a
Luar Biasa, Bupati Meranti Salah Satu Peraih Baznas Award 2018.
8 tahun laluJAKARTA(POROSRIAU.COM) - Tiga Kepala Daerah Tingkat Kabupaten Se-Indonesia Raih Baznas Award Tahun 2018, salah satunya Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si, penyerahan Baznas Award Kategori Kepala Dae









