Senin, 20 Mei 2019
  • Home
  • PEKANBARU
  • Ulama Riau Mustofa Umar Beserta Tim Terus Galang Donasi
Kamis, 07 September 2017 01:06:00

42 Putra Riau Terancam Batal ke Luar Negeri

Ulama Riau Mustofa Umar Beserta Tim Terus Galang Donasi

Kamis, 07 September 2017 01:06:00
BAGIKAN:
Ulama Riau DR H Mustofa Umar, Rabu (6/9) malam menggelar Tabligh Akbar sekaligus pelepasan dan penggalangan dana untuk 42 calon mahasiswa yang terancam batal berangkat melanjutkan studi ke Timur Tengah dan Eropa di aula Mesjid Agung An-Nur Pekanbaru
PEKANBARU-Ulama Riau DR H Mustofa Umar Lc MA didampingi Ketua Ikatan Alumni Al Azhar Internasional (IAAI) cabang Riau, H Sofyan Siroj Lc MSi, Sekjend IAAI Riau H Ardan Mardan MSy serta Dewan Pakar IAAI Riau, HM Ikhwan Lc MA, Rabu (6/9) mengumpulkan 42 calon mahasiswa dan terus menggalang donasi dan bantuan dana di kantor Tafaquh Jalan Sudirman Pekanbaru.
 
Upaya ini terus dilakukan terkait gagal serta terancam batalnya rencana keberangkatan sebanyak 42 calon mahasiswa asal Riau untuk melanjutkan studi ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Eropa yang terkendala masalah finansial.
 
"Upaya penggalangan dana dan bantuan materi ini sudah kita lakukan sejak Kamis lalu. Alhamdulillah hingga hari ini sudah ada sebagian Muhsinin dan orang-orang yang betul-betul ingin membantu sesama yang menyerahkan dananya ke kita dengan total Rp 67 juta," ungkap Ustadz kondang Mustofa Umar yang didampingi sejumlah pengurus IAAI Riau selaku inisiator penggalangan dana.
 
Dijelaskannya, adapun dana yang masih dibutuhkan anak-anak kita yang semuanya merupakan putra-putri asal Riau sebanyak 42 calon mahasiswa tersebut kurang lebih sebesar Rp 200 juta. Itupun baru sebatas dana untuk pembelian tiket guna keberangkatan mereka menuju negara tujuan tempat mereka akan menuntut ilmu. Antara lain, Mesir, Maroko, Sudan, Turki, Yaman serta Jerman.
 
"Alhamdulillah mereka semua ini sudah dinyatakan lulus dan berhak untuk melanjutkan studi di negara-negara tersebut. Namun karena kendala finansial keluarga, sehingga mereka harus mencari bantuan ke sana ke sini. Kan kasihan, lagi pula mereka sudah mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah setempat. Namun tak membuahkan hasil dengan alasan tidak adanya anggaran," ujarnya miris.
 
Dan hari ini (Rabu, red), katanya, sebanyak belasan calon mahasiswa yang akan berangkat dalam waktu dekat sudah dibantu dan langsung diserahkan dana yang sudah terkumpul. Tim akan terus menggalang bantuan dana serta menggelar Tabligh Akbar usai pengajian tafsir di aula Mesjid Raya Agung An-Nur hari ini juga.
 
Artinya, katanya, kekurangan dana yang masih harus dicarikan jalan keluarnya berjumlah Rp 133 juta lagi. 
"Jika tak kunjung tercapai angka yang dibutuhkan hingga batas waktu keberangkatan mereka, Saya akan menjual mobil pribadi untuk menutupi kekurangan dana yang dibutuhkan anak-anak kita," tegas alumni Al Azhar yang juga pimpinan yayasan Tafaquh tersebut.
 
Ketua IAAI cabang Riau, H Sofyan Siroj Lc MSi menambahkan, dirinya selaku ketua IAAI juga akan berupaya membantu mencarikan jalan keluar atas kondisi ini. "Kita akan berjuang untuk menghimbau tokoh masyarakat, pemangku kebijakan dan para muhsinin guna mencarikan jalan keluar untuk menutupi kekurangan dana keberangkatan anak-anak kita melanjutkan studi ke Timur Tengah dan Eropa. Mudah-mudahan dalam waktu sebelum batas akhir keberangkatan mereka, kekurangan dana yang dibutuhkan sudah terkumpul," jelasnya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya di salah satu media online bahwa sindiran keras keluar dari mulut ulama Riau, DR Mustafa Umar terhadap sikap pemerintah daerah yang tak acuh terhadap kondisi sulit 42 calon mahasiswa yang terancam batal berangkat tersebut.
 
"Dimana kepedulian pemimpin daerah kita tuk pendidikan Islam?. Ketika pemilihan kepala daerah baliho dimana-mana, rajin datangi umat, tapi saat umat membutuhkan kebijakan dan kebijaksanaan, mereka hilang dan menghindar," katanya dengan nada keras, Ahad (3/9) di Masjid Raya An-Nur, Pekanbaru.
 
"Ini lihat ada 42 orang anak-anak kita dari Riau yang terancam batal lanjutkan pendidikannya ke Timur Tengah dan Eropa. Mereka sudah mengadu ke pemerintah daerah, tapi alasan yang banyak keluar," ujarnya.
 
Dia menambahkan, ketidakpekaan pemerintah daerah tuk pendidikan Islam sudah terjadi bertahun-tahun. Padahal kata dia, sudah banyak ulama yang lahir di Riau, membanggakan Riau, dan dikenal se-antero negeri.
 
"Sebut saja Ustad Abdul Somad, saat ini tak hanya dikenal dan ditunggu-tunggu kehadirannya di Indonesia saja. Tapi juga negara-negara luar seperti Korea, Jepang, Hongkong. Apa pemerintah daerah tidak ingin lahir lebih banyak lagi ulama seperti Ustad Abdul Somad yang membawa nama baik Riau?," cetusnya.
 
Sementara itu, Bupati Siak Syamsuar yang kebetulan hadir dan mendengar pernyataan tersebut langsung menyerahkan bantuan. "Ini panggilan ibadah, saya dulu juga merasakan bagaimana susahnya tuk sekolah, saya akan transfer sejumlah uang tuk kebutuhan keberangkatan mereka," ujar Syamsuar.
 
Ziko, ketua kelompok calon mahasiswa yang akan berangkat berharap ada pihak-pihak yang mau membantu, sehingga nantinya impian mereka tidak pupus di tengah jalan. (rls)
 
 
 
 
 
 
 
 
Editor: ikhwan

  Berita Terkait
  • Pesantren Lahirkan Ulama dan Pemimpin

    2 tahun lalu

    Pembukaan Musabaqoh Qiraatil Kutub (MQK) ke 6 tingkat Provinsi Riau diselenggarakan, Jumat (7/4) malam di Pondok Pesantren Al Kautsar Pekanbaru.

  • Alumni Al Azhar Ditunggu Umat

    2 tahun lalu

    Para Alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir umumnya dan terkhusus yang berdomisili di Riau ditunggu umat dalam kiprahnya.

  • Ribuan Warga Padati Tablig Akabar UAS di Kepulauan Meranti

    9 bulan lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Antusias masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti yang sangat kental dengan nuansa islami terlihat saat menyambut kedatangan Ustadz Abdul Somad Lc MA (UAS), seolah tak ingin

  • Ayat Cahyadi Lepas Satu Kontainer Bantuan Gempa Palu dan Donggala

    6 bulan lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Peduli korban gempa Palu dan Donggala, Lazizmu Pekanbaru dan MDMC, galang bantuan dari berbagai sumber, diantaranya RAPP, Kadin Provinsi Riau, mahasiswa UMRI, pelajar yang berasal dari berbagai sekolah, serta masyarakat.

  • DPP PDI P Mindo Sianipar Optimis Calonnya Menang di Pilkada 2017

    3 tahun lalu

    Ketua DPP PDI Perjuangan bidang tani, buruh dan nelayan, Mindo Sianipar optimis calon Walikota dan Wakil Walikota pasangan Destrayani Bibra-Said Usman Abdullah menang di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 yang tidak berapa lama lagi.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.