Jumat, 17 April 2026
  • Home
  • PERISTIWA
  • Handphone Pengunjung Raib, Tokoh Masyarakat Sebut Kawasan SRG Minim Pengamanan
Jumat, 11 Agustus 2017 21:30:00

Handphone Pengunjung Raib, Tokoh Masyarakat Sebut Kawasan SRG Minim Pengamanan

Oleh: V
Jumat, 11 Agustus 2017 21:30:00
BAGIKAN:
Liputan 6
Kawasan Saribu Rumah Gadang Solok Selatan.

SOLSEL(POROSRIAU.COM)--Kawasan Seribu Rumah Gadang (SRG) yang berlokasi di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan (Solsel) Sumatera Barat, merupakan sebuah kawasan yang saat ini menjadi trend dikalangan wisatawan lokal, bahkan Manca Dunia.

Hampir setiap hari tamu berdatangan kelokasi SRG tersebut, tamu-tamu yang datang bukan saja dari kalangan warga biasa, namun sudah ketingkat orang-orang intelektual dari pulau Jawa dan luar Negeri.

Hal ini tentu membawa keberuntunhan bagi Nagari dan pemilik Rumah Gadang (rumah adat minangkabau, red)  tersebut.

Pemerintahan Daerah (Pemda) Solsel bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga selalu berupaya mendukung, bahkan  mengajak semua elemen untuk menggiatkan dan meramaikan kawasan SRG ini.

Belakangan ini, dimana kawasan SRG yang menjadi kebanggan rang (masyarakat, red) Solsel tersebut tidak lagi aman dan nyaman. Pasalnya masih ada tangan-tangan jahil yang bergentayangan di kawasan tersebut dan pengamananpun dinilai masih kurang.

Seperti dialami Ayu, salah seorang mahasiswi Universitas Andalas (Unand) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Jorong Simancuang, Nagari Alam Pauh Duo,Solsel.  Dimana Ia terpaksa merelakan kehilanan Handpone Android kesayangannya di area SRG tersebut, Jumat (11/8/2017)

Diceritakan Ayu, awalnya Ia hendak ke pasar Muaralabuh untuk belanja peralatan dapur. Di tengah perjalanan, Ia bersama Lima orang rekannya menyempatkan diri untuk mengunjungi salahsatu Rumah Gadang di kawasan SRG tersebut.

Tak ingin kehilangan moment, Ia dan kawan-kawan mengabadikan kunjungan tesebut dengan berfoto-foto ria, sementara itu tas yang berisikan Hanphone miliknya di letakan di atas bandu Rumah Gadang tersebut. Naasnya, sekejap saja tas itu lenyap.

" Didalamnya banyak dokumen dan bahan perkuliahan saya pak, saya berharap hanphone tersebut bisa ditemukan," tutur Ayu kepada awak media.

Sontak saja kejadian tersebut membuat heboh warga sekitar, siang itu juga kepala Jorong Kampung Nan Limo, langsung bergerak untuk mencari siapa pelakunya. Sayangnya pencarian tersebut tidak berhasil.

Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat di kawasan SRG, Syahrial, menilai bahwa kawasan SRG tersebut memang sangat minim pengamanan.

" Kawasan ini kurang pengamanan saja, kalau yang lainya bagus, " jelasnya.(v)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Bupati Irwan Nasir: Ketangguhan Bangsa ini Sangat Dibutuhkan agar Mampu Bersaing di Masa akan Datang

    8 tahun lalu

    Tampak hadir dalam kegiatan itu, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si dan Hj. Nirwana Irwan, Wakil Bupati H. Said Hasyim dan Hj. Syamsidar Said Hasyim, Ketua DPRD Meranti ah. Fauzy Hasan dan anggota, Sekretaris Daerah H. Yulian Norwis SE MM, Wakapo

  • Tokoh Masyarakat Tenayan Raya Dukung Dan Siap Menangkan Firdaus-Rusli

    8 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Puluhan tokoh masyarakat Tenayan Raya bersilaturahim dengan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Riau Dr Firdaus MT- Rusli Effendi di Posko Relawan Firdaus-Rusli Membara Jalan Sudirman Pekanbaru tengah malam tadi.

  • Bupati Kepulauan Meranti Sampaikan LKPJ Tahun 2017 : Macetnya Transfer Pusat dan Pemotongan DBH Migas, Penyebab Terkendalanya Pembangunan

    8 tahun lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2017 dihadapan Ketua dan Jajaran Anggota DPRD Kepu

  • Gunung Arjuno Via Jalur Purwosari, Menikmati Alam Sekaligus Belajar Sejarah

    8 tahun lalu

    Suka mendaki gunung? Cobalah mendaki Gunung Arjuno melewati Jalur Purwosari. Kita bisa menikmati alam sekaligus belajar sejarah. Arjuno Welirang, mendengar namanya gambaran tentang kegagahannya selalu muncul di benak. Begitu tinggi menjulang diatas 3336

  • PKS PT MAI Diduga Buang Limbah Kesungai Batang Kumu

    10 tahun lalu

    Pabrik Kelapa Sawit milik PT Mazuma Agro Indonesia di Padang Lawas (Palas) Sumatera Utara, Diduga kuat buang limbah berbahayanya ke aliran sungai Batang Kumu, yang berada di Desa Sei Madang Komango, Kecamatan Tambusai.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.