Rabu, 01 Februari 2017 20:01:00
Teleponnya Disadap, SBY 'Lempar Bola' ke Jokowi
Rabu, 01 Februari 2017 20:01:00
"Kalau ternyata yang menyadap institusi negara, bola di tangan Bapak Presiden Jokowi"
POROSRIAU.COM - Mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bereaksi keras setelah tim penasihat hukum Basuki Tjahaja Purnama menyebutkan ada bukti pembicaraan telepon dirinya dengan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin seputar fatwa penistaan agama.
Dalam jumpa pers di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (1/2) sore, SBY mempertanyakan bagaimana teleponnya bisa disadap, dan mendesak aparat negara untuk bertindak.
"Kesimpulan yang ingin saya sampaikan adalah dengan penjelasan saya ini -- berangkat dari pernyataan pihak Pak Ahok yang memegang bukti atau transkrip atau apapun yang menyangkut percakapan saya dengan Pak Ma'ruf Amin -- saya kira itu adalah sebuah kejatahan karena itu adalah penyadapan ilegal," kata SBY.
"Saya hanya mohon hukum ditegakkan. Bola sekarang bukan pada saya, bukan di Pak Ma'ruf Amin, bukan di Pak Ahok dan pengacaranya, tapi di tangan Polri dan penegak hukum yang lain. Bola di tangan mereka."
"Kalau ternyata yang menyadap institusi negara, bola di tangan Bapak Presiden Jokowi."
Berita tentang percakapan telepon SBY dengan Ma'ruf bersumber dari penasihat hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Selasa (31/1) kemarin.
Dalam keterangan sekitar setengah jam itu, SBY bicara panjang lebar tentang penyadapan ilegal, dan kurang lebih menyebut dirinya adalah korban dalam kasus ini.
"Kalau saya saja sebagai mantan presiden yang mendapatkan pengamanan dari Paspampres begitu mudahnya disadap, bagaimana dengan saudara-saudara kita yang lain, rakyat yang lain, politisi yang lain?" tanya SBY.
"Sangat mungkin mereka mengalami nasib yang sama. Nah kalau itu terjadi, negara kita seperti rimba raya, hukumnya hukum rimba. Artinya yang kuat menang yang lemah kalah, padahal yang betul itu yang benar menang yang salah kalah."
Penyadapan diam-diam tanpa perintah pengadilan menurut SBY bisa masuk kejahatan illegal telephone tapping atau political spying, yang sama-sama merupakan kejahatan serius.
SBY mencontohkan skandal Watergate di Amerika Serikat di mana Presiden Richard Nixon menyadap lawan politiknya dan akhirnya mundur sebelum kena pemakzulan.
Ketua Umum Partai Demokrat itu juga memperingatkan hukuman penyadapan ilegal yaitu penjara 10 tahun sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.
"Berat hukumannya," kata SBY.
Usai sidang penistaan agama dengan Ahok sebagai terdakwa Selasa (31/1) kemarin, penasihat hukum Ahok mengatakan ada telepon SBY ke ketua MUI yang intinya adalah: 1. meminta ketua MUI bertemu dengan Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni dan 2. meminta ketua MUI mengeluarkan fatwa tentang penistaan agama oleh Ahok.
Pembicaraan telepon itu disebutkan terjadi pada 6 Oktober 2016.
Agus adalah putra sulung SBY dan sekarang menjadi lawan Ahok dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta.
Editor: Chaviz
Sumber: Berita Satu.com
Grasi Annas Maamun, Istana Lempar Bola ke Menkumham
6 tahun laluFadjroel juga tak mau menjawab atas kritik Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut Presiden Joko Widodo tak memiliki komitmen memberantas korupsi karena pemberian grasi itu. Ia lagi-lagi melempar ke Yasonna soal itu.
Jemput Bola Kejar Dana APBN, Wakil Bupati Dan Ketua DPRD Meranti Beserta Kepala Desa Sambangi Beberapa Kementrian
8 tahun laluKondisi APBD Kepulauan Meranti yang terus menurun kini berkisar diangka 1.1 Triliun rupiah dinilai tak cukup untuk menggesa pembangunan Kabupaten dalam rangka mengejar ketertinggalan, apalagi sebagai Kabupaten baru yang masih seumur jagung.
Polri: Dugaan Penyadapan Percakapan SBY-Ma'ruf Hanya 'Rumor'
9 tahun laluJAKARTA(POROSRIAU.COM)--Polri belum ingin menanggapi dugaan penyadapan percakapan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.
2017 Ini Banjir Merata di Pekanbaru, DPRD Pertanyakan Kemana Pemerintah Selama Ini!
9 tahun laluPEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Banjir yang merata di Pekanbaru, berujung pada Pemerintah Kota (Pemko) ikut menyalahkan dan melempar bola ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) soal penanganan banjir yang terjadi akhir-akhir ini di Pekanbaru.
Geram Kader Terbaik Demokrat Dibajak PDIP, Andi Arief: Miskin Kader Berkualitas? Mending Jadi Klub Sepak Bola
8 tahun laluPartai Demokrat mulai geram dengan sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang terus membajak kader terbaiknya.









