Selasa, 02 Juni 2026
  • Home
  • SIAK
  • Dibangun dengan Biaya Milyaran, Rumah Tenun Siak Ini Terkesan Kurang Terawat
Rabu, 09 November 2016 21:03:00

Dibangun dengan Biaya Milyaran, Rumah Tenun Siak Ini Terkesan Kurang Terawat

Oleh: Atok
Rabu, 09 November 2016 21:03:00
BAGIKAN:
Atok
Kondisi Rumah Tenun di LAM Siak yang mengalami retak-retak.

 

SIAK (POROSRIAU.COM) - Dilihat dari kejauhan. Rumah tenun yang berada di komplek Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Siak itu seolah masih indah dan menawan. Namun ketika dilihat dari dekat, ternyata kondisi fisik pada bangunan rumah tenun tersebut sudah banyak mengalami kerusakan. Mulai dari lantai teras, dinding, hingga plafonnya sudah banyak yang terlihat amburadul.

Pantauan awak media di lapangan, saat ini kondisi rumah tenun yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Siak tahun 2013 lalu itu, sepertinya terkesan kurang perawatan. Sehingga banyak didapati sampah-sampah (bekas bungkus makanan, red) berserakan di sekitarnya.

Sebagaimana dikemukakan oleh Sal dan Atok, salah seorang Wartawan liputan Siak yang belum lama ini melakukan peninjauan di sekitar rumah tenun yang beralamat di Kelurahan Kampung Rempak Kecamatan Siak itu. Mereka mengaku terkejut setelah melihat kondisi plafon dan dindingnya yang saat ini terlihat sudah pecah-pecah dan memprihatinkan.

"Sayang sekali, rupanya kondisi rumah tenun Siak ini sudah banyak mengalami kerusakan, padahal bangunan ini baru berumur sekitar Tiga tahun, sejak dibangun pada tahun 2013 lalu oleh Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Tarcip) Siak, dan sepertinya bangunan ini juga terkesan kurang terawat, sehingga banyak sampah-sampah berserakan di dalam dan di sekitarnya," papar Sal dan Atok, Rabu (9/11/2016), kepada Porosriau.com.

Beberapa waktu lalu, di sekitar lokasi rumah tenun Siak itu telah diselenggarakan sejumlah item kegiatan dan perlombaan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak. Seperti kegiatan pameran Stand Bazar, Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) PGRI tingkat Nasional, serta beberapa kegiatan lainnya. Sehingga sangat sedih rasanya, jika kondisi rumah tenun tersebut terlihat amburadul seperti tak terawat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Ormas Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS) Wan Hamzah juga menyampaikan rasa keprihatinannya, mengingat rumah tenun itu berada di tengah-tengah Ibukota Kabupaten Siak. Yang semestinya bisa dijadikan sebagai tempat penunjang pengembangan salah satu usaha masyarakat atau lain sebagainya, yang bisa membawa manfaat.

"Kita sangat sedih dan prihatin, jika keberadaan rumah tenun itu tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya, apalagi keberadaannya tepat berada di tengah-tengah Ibukota Kabupaten Siak. Dan jangan sampai bangunan itu hanya jadi sarang tikus belaka, karena rumah tenun itu dibangun melalui "Uang Rakyat" yang sudah semestinya harus dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat (masyarakat, red)," tegas Wan Hamzah.

Berdasarkan informasi yang tercantum pada File Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Kabupaten Siak. Untuk proyek pembangunan Rumah Tenun, Panggung,  Musholla, dan lingkungan sekitar Gedung LAM Siak itu, Pemkab Siak melalui Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Tarcip) Siak telah mengucurkan anggaran sebesar Rp2.789.575.000.00, dengan melibatkan PT Arshy Citra Kamato selaku kontraktor pelaksana, dan CV Siak Pratama Engineering Consultant selaku konsultan pengawas.

Di dalam rumah tenun Siak itu, terlihat 1 unit alat tenun yang sepertinya juga jarang difungsikan. Sehingga barang tersebut nyaris seperti barang tak bertuan. Bahkan saat awak media berusaha untuk menemui salah seorang penjaga atau penanggung jawab yang ditugaskan di rumah tenun itu. Awak media tidak menemukan satu orang pun di sana yang bisa dimintai keterangan maupun penjelasan soal aktivitas yang dijalankan selama ini di rumah tenun Siak tersebut.

Beruntung keberadaan rumah tenun Siak itu tepatnya berada di balik (belakang, red) kemegahan Gedung LAM Kabupaten Siak. Sehingga meskipun kondisinya saat ini telah amburadul dan memprihatinkan, namun tidak begitu terlihat oleh sebagian besar masyarakat dan awak media. Karena posisinya yang berada di dalam area pagar dan jauh dari pinggiran jalan raya. (Atok)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Tak Kunjung Difungsikan, Nasib Pasar Tualang KM 2 Menunggu Kepastian

    9 tahun lalu

    Pantauan Porosriau.com di lapangan, saat ini kondisi sebagian fasilitas Pasar Tualang KM 2 yang berlokasi di Kampung Pinang Sebatang itu tampak memprihatinkan akibat sudah mulai mengalami sedikit kerusakan dan terkesan kurang terawat.

  • Alhamdulillah, Tahap Penyelesaian Gedung Mewah di Siak Ini Hampir Rampung

    10 tahun lalu

    Proyek lanjutan pengerjaan pengembangan Kantor Bupati Siak yang dikerjakan pada tahun 2016 ini sudah hampir rampung 100 Persen. Yang mana saat ini pengerjaan interior dan landscapenya diperkirakan sudah mencapai sekitar 90 Persen.

  • Pengadaan Mobil Ambulance Senilai Rp897 Juta di RSUD Siak, Dipertanyakan?

    10 tahun lalu

    Terkait adanya kegiatan pengadaan 1 unit mobil Ambulance Emergency jenis Toyota Hiace senilai Rp897 juta di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Siak tahun 2013, sejumlah pihak merasa penasaran dan menilai seolah-olah harga yang begitu fantastis terse

  • Paparkan Keberhasilan di Paripurna DPRD Sempena Hari Jadi Meranti Ke-X, Bupati Mendapat Apresiasi Sejumlah Tokoh.

    8 tahun lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si didampingi Wakil Bupati H. Said Hasyim, mengikuti Rapat Paripurna DPRD,  Sempena Hari Jadi Meranti Ke-X yang jatuh pada Tan

  • Bangunan Proyek Ratusan Juta Disdikbud Siak Jadi Sarang Tikus

    10 tahun lalu

    SIAK (POROSRIAU.com) - Bangunan gedung bertingkat Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Lubuk Dalam Kabupaten Siak, yang konon dibangun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Siak tahun 2010, sampa

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.