Senin, 20 April 2026
  • Home
  • SIAK
  • Kelompok Peternak Sapi di Siak Terancam tak Dapat Bantuan Tahun Ini
Selasa, 07 Februari 2017 20:20:00

Keterbatasan Anggaran

Kelompok Peternak Sapi di Siak Terancam tak Dapat Bantuan Tahun Ini

Oleh: Atok
Selasa, 07 Februari 2017 20:20:00
BAGIKAN:
Sapi milik kelompok ternak di Kecamatan Dayun Kabupaten Siak

SIAK (POROSRIAU.COM) - Terkait minimnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Siak tahun 2017, ditambah lagi dengan semakin memburuknya kondisi ekonomi bangsa secara Nasional, membuat sebagian besar rakyat Indonesia menjadi galau dan prihatin. Termasuk sebagian besar masyarakat (kelompok peternak sapi, red) yang ada di wilayah Kabupaten Siak Provinsi Riau.

Dari sekian banyak kelompok peternak Sapi yang ada di Kabupaten Siak, sebagian besar telah merasakan dan menikmati sejumlah program bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Siak yang disalurkan melalui Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) pada tahun 2013, 2014, 2015 dan 2016 yang lau. Seperti bantuan bibit, bantuan mesin pakan, bantuan kandang, bantuan pagar kandang, dan lain sebagainya.

Namun, kemungkinan besar, bantuan-bantuan seperti yang pernah disalurkan pada tahun-tahun yang lalu itu sudah tidak ada lagi di tahun 2017 ini. Hal itu disebabkan karena kondisi keuangan yang tengah dilanda badai kemerosotan.

Pantauan awak media di Lapangan, sebagian besar kelompok Peternak Sapi yang ada di Wilayah Kabupaten Siak saat ini memang terlihat sudah mengalami kemajuan. Seperti kelompok Peternak yang ada di Kecamatan Dayun, Koto Gasib, Lubuk Dalam, dan Kerinci Kanan. Meskipun ada sebagian kecil dari mereka (kelompok Peternak, red) itu yang masih memerlukan bantuan dan uluran tangan dari Pemerintah Pusat dan Daerah guna mengembangkan usaha Peternakannya.

Sebagaimana dikemukakan oleh Basuki (50), salah seorang Ketua Kelompok Peternak Sapi yang tinggal di Kampung Banjar Seminai Kecamatan Dayun, dirinya mengaku sangat terbantu dan berterima kasih kepada Pemda Siak yang telah menyalurkan program bantuan kandang pada tahun 2016 lalu. Meskipun masih ada beberapa warga (peternak, red) yang sampai saat ini belum memiliki fasilitas kandang yang memadai.

"Alhamdulillah, pada tahun 2016 kemarin kelompok kami, yakni kelompok Peternak "Sumber Rezeki" menerima bantuan kandang dari Pemda Siak, dan kabarnya ada juga kelompok Peternak yang menerima bantuan Pagar Kandang, kami berharap kiranya bantuan seperti ini bisa terus disalurkan oleh Pemerintah, karena masih banyak Peternak yang saat ini belum memiliki fasilitas kandang yang memadai," ujar Basuki, Selasa (7/2/2017) saat ditemui Porosriau.com.

Basuki juga menyebutkan, bahwasanya pada beberapa pekan terakhir ini, para Peternak Sapi di Siak merasa sedikit cemas dan khawatir. Setelah beredarnya kabar tentang adanya Virus (penyakit Sapi, red) yang sedang merebak di beberapa daerah, dan dikabarkan sudah menyebabkan kematian pada beberapa Sapi milik para Peternak.

"Beberapa pekan terakhir ini, kami benar-benar khawatir terkait berjangkitnya Virus Sapi yang telah menewaskan beberapa ternak (Sapi, red) milik warga, oleh sebab itu kami berharap, kiranya petugas kesehatan hewan bisa melakukan pemeriksaan dan penyuntikan terhadap Sapi-sapi yang ada di tempat kami ini," lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disnakkanla Siak Susilawati, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesmavet Disnakkanla Siak Giatno mengemukakan, bahwasanya pihak Dinas sudah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengobatan terhadap Sapi-sapi milik kelompok Peternak yang ada di Kabupaten Siak.

"Terkait adanya penyakit Sapi yang tempo hari menewaskan beberapa ternak (Sapi, red) milik warga itu, kami sudah melakukan Vaksinasi Jembrana untuk Sapi-sapi milik para kelompok ternak yang ada di Siak," terang Giatno.

Menyinggung soal program bantuan bagi para kelompok peternak yang ada di Kabupaten Siak, Giatno membenarkan jika pada tahun 2016 lalu Pemda Siak melalui Disnakkanla telah merealisasikan bantuan pembangunan Kandang dan Pagar Kandang untuk sejumlah kelompok peternak yang ada di wilayah Kecamatan Dayun, Lubuk Dalam, Koto Gasib, dan Kerinci Kanan.

"Iya, pada tahun 2016 lalu kita sudah menyalurkan bantuan pembangunan Kandang untuk 4 kelompok yang ada di Kecamatan Dayun, dan pembangunan Pagar Kandang untuk sekitar 8 kelompok yang ada di Kecamatan Kerinci Kanan, Lubuk Dalam, dan Koto Gasib," sambung Giatno.

Lebih lanjut Giatno menjelaskan, bahwasanya program bantuan seperti yang telah disalurkan pada tahun 2016 lalu itu, belum tentu bisa disalurkan kembali pada tahun 2017 ini. Mengingat kondisi keuangan sedang dalam kondisi terombang-ambing dan belum jelas gimana ke depannya.

"Kami belum bisa memastikan, apakah tahun ini program bantuan seperti itu bisa disalurkan kembali atau tidak. Karena kondisi keuangan sedang tidak menentu, bahkan boleh jadi pada tahun 2017 ini tidak ada lagi bantuan yang bisa disalurkan," tutupnya. (Atok)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Penyaluran Bantuan Kandang Ternak di Siak Dinilai Masih Belum Merata

    9 tahun lalu

    SIAK (POROSRIAU.COM) - Program bantuan pembangunan kandang Sapi dan pagar kandang Sapi yang direalisasikan oleh Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) Kabupaten Siak pada tahun 2015 dan 2016 lalu dinilai masih belum maksimal dan merata. Men

  • Ada Asuransi Ternak di Siak, Setiap Sapi yang Mati Bisa Dapat Santunan Rp10 Juta

    9 tahun lalu

    Mulai tahun 2017 ini, Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) Kabupaten Siak membuka Asuransi ternak untuk seluruh kelompok ternak yang ada di Siak. Sehingga ternak-ternak (Sapi, red) milik masyarakat yang mati akibat terserang penyakit Jemb

  • Stadion Mini Kampung Temusai Siak Tidak Terurus, Ini Komentar Camat

    10 tahun lalu

    SIAK (POROSRIAU.com) - Memiliki Stadion Mini merupakan‎ kebanggan tersendiri bagi masyarakat Kampung Temusai, Kecamatan Bungaraya. Namun disebalik itu masyarakat juga menyayangkan kondisi stadion mini itu yang dinilai tidak terurus.

  • Peternak Sapi dan Kambing di Rumbai Tak Pernah Tersentuh Pemerintah

    9 tahun lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Lagi-lagi ditemukan warga Rumbai yang merasa di anak tirikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Kali ini warga yang tinggal di RT 03 RW 06 Kelurahan Umban Sari Kecamatan Rumbai mengaku tidak pernah sekalipun mendapat perhat

  • Disinyalir Penyaluran Dana Hibah dan Bansos Rawan Penyimpangan, Benarkah?

    9 tahun lalu

    Badan Peserta Hukum Untuk Negara dan Masyarakat, melalui Ketua Departemen Pers Reclasseering Indonesia Provinsi Riau Dwi Purwanto mengatakan, dana hibah dan Bantuan Sosial (Bansos) dalam APBD di Kabupaten Siak diduga rawan korupsi dan penyimpangan.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.