Kamis, 20 April 2017 19:17:00
Kondisi Ruang Kelas di SMPN 4 Dayun Memprihatinkan, Pemda Siak Diminta Segera Tanggap
Oleh: Atok
Kamis, 20 April 2017 19:17:00
SIAK (POROSRIAU.COM) - Sejak berdiri pada tahun 2004 yang lalu, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Dayun merupakan salah satu sekolah unggulan yang ada di wilayah Kabupaten Siak. Bahkan pernah meraih sejumlah penghargaan di tingkat Kabupaten dan Kecamatan. Namun sayang, kondisi fasilitas sarana dan prasarana di sekolah tersebut terkesan kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak.
Sekolah yang beralamat di Jalan Rajawali Kampung Berumbung Baru Kecamatan Dayun itu juga merupakan sekolah yang terakreditasi A di Kabupaten Siak, dengan jumlah siswa kurang lebih sebanyak 130 orang. Dan pada tahun ajaran 2016/2017 ini para siswanya juga telah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Meskipun harus menumpang tempat saat digelarnya pelaksanaan UNBK tersebut.
Pantauan awak media di lapangan, hampir seluruh ruang kelas yang terdapat di SMPN 4 Dayun itu saat ini kondisinya sudah mengalami kerusakan, mulai dari atap, dinding, pintu, bahkan lantainya juga sudah terlihat amburadul. Tak terlepas fasilitas meubeler (meja-kursi, red) yang ada di dalamnya.
Sebagaimana dikemukakan oleh salah seorang guru (wali kelas, red) yang enggan disebut namanya, dirinya mengaku sedih dengan kondisi yang ada di sekolahnya itu. Namun ia tidak berani berbicara (menjelaskan, red) panjang lebar kepada publik (awak media, red). Karena menurutnya bukan kapasitasnya memberikan komentar terhadap apa-apa yang ada dan berkaitan dengan sekolah tersebut.
"Maaf Mas, saya gak berani bicara panjang lebar soal kondisi yang ada di sekolah ini, karena bukan kapasitas saya untuk menjelaskan, namun kalian bisa lihat sendiri lah gimana kondisinya, dan kalau ditanya soal sedih apa gak, yaa jujur saja kami sedih," kata salah seorang guru, Rabu (19/4/2017) pagi, saat ditemui Porosriau.com.
Atas apa yang disampaikan oleh salah seorang guru tersebut, Porosriau.com berusaha untuk menemui Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 4 Dayun. Namun para guru yang ada di sekolah itu menyebutkan bahwasanya Kasek sedang tidak ada, karena sedang ada urusan di luar, dan menyarankan agar awak media mengkonfirmasi salah seorang guru yang sekaligus membidangi urusan sarana dan prasarana di SMPN 4 Dayun.
Saat ditemui awak media, Sularno (45) salah seorang guru yang sekaligus penanggungjawab urusan sarana dan prasarana SMPN 4 Dayun menuturkan, bahwasanya pada sekitar tahun 2013 yang lalu sekolah itu pernah mendapat bantuan dari Pemda Siak berupa pembangunan pagar.
"Kalau gak salah saya pada tahun 2013 yang lalu sekolah kami ini pernah mendapat bantuan dari Pemda Siak, berupa pembangunan pagar, tapi belum keliling," papar Sularno, sembari menunjuk ke arah pagar yang ada di samping sekolah. Saat ditanya bangunan apalagi yang pernah direalisasikan Pemda Siak ke SMPN 4 Dayun itu, Sularno dengan tegas menyebutkan bahwasanya ada Satu unit ruang labor, tapi ia lupa tahun berapa dibangun, karena pembangunannya sudah sangat lama sekali.
"Selain pagar, ada juga dibangun ruang labor IPA oleh Pemda, tapi saya lupa tahun berapa dibangun, dan sekarang kondisinya juga sudah mulai mengalami kerusakan, oleh sebab itu kami berharap semoga Pemda Siak melalui instansi terkaitnya bisa segera tanggap," lanjutnya.
Selain membicarakan soal bangunan, ia juga sempat menyampaikan bahwasanya fasilitas yang saat ini sangat dibutuhkan oleh pihak sekolah adalah meubeler, mengingat sebagian besar meubeler yang ada telah banyak mengalami kerusakan. Bahkan sejak Lima tahun terakhir ini, sekolah tersebut tidak pernah menerima bantuan/penyaluran meubeler dari pihak dinas.
"Yang paling kami butuhkan saat ini adalah fasilitas meubeler, karena sebagian besar meubeler yang ada di sini sudah tidak bisa dipakai (sudah hancur, red). Dan untuk yang rusak-rusak ringan, kalau ada waktu kami perbaiki secara bergotong-royong, karena seluruh meubeler di sini terbuat dari kayu, sehingga mudah diperbaiki jika ada yang patah maupun yang lepas pakunya," imbuhnya lagi.
Menanggapi kondisi di SMPN 4 Dayun itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak H Kadri Yafis, melalui Kepala Bidang (Kabid) SMP Zul Ikram menjelaskan, bahwasanya pada tahun ini sudah diusulkan untuk perbaikan lokal dan penggantian meubeler di SMPN 4 Dayun itu.
"Terkait fasilitas sarana dan prasarana di SMPN 4 Dayun itu, kita sama-sama berusaha bagaimana ke depannya bisa lebih baik, termasuk juga untuk SMPN 5 Dayun, kemarin juga sudah kami usulkan. Mudah-mudahan pada tahun 2018 mendatang dilakukan pembangunan lokal serta penambahan/penggantian meubeler untuk sekolah tersebut," terang Zul Ikram. (Atok)
Editor: Chaviz
Alhamdulillah, Tahun Ini Jalan Poros Pangkalan Makmur - Suka Mulia Akan Diaspal
9 tahun laluPemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pemukiman (PU Tarukim) akan segera merealisasikan peningkatan (pengaspalan, red) jalan poros yang menghubungkan antara Kampung Pangkalan Makmur dengan Kampung Suka Mulia Kecama
Proyek Senilai Rp.600 Juta Alami Kerusakan di SMK N 1 Dayun, Kab.Siak
10 tahun laluDAYUN,SIAK(POROSRIAU.com) - Satu unit lokal yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tahun 2015 lalu di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Dayun, mendapat perhatian yang cukup serius
Diguyur Hujan Deras, Kondisi Lokal di SMPN 5 Sei Apit Menjelma Jadi Lautan
9 tahun laluHujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak pada Kamis (30/3/2017) dini hari, telah menyebabkan sejumlah daerah mengalami kebanjiran. Termasuk sejumlah ruang kelas (lokal, red) yang terdapat di Sekolah Menengah Pertama Negeri (
"Suprise" SMPN 7 Bengkalis Dikunjungi Anggota DPRD Provinsi Riau
9 tahun laluSemoga Pak Vattah dalam keadaan sehat wal'afiat sehingga bisa melanjutkan apa yang menjadi keinginan masyarakat yang sudah mewakilkan kepadanya untuk membangun negeri ini.
Telan APBD Miliaran Rupiah, Event Tour de Siak 2017 Menuai Kritik
8 tahun laluEvent TdS yang konon disebut-sebut sebagai salahsatu ikon penunjang kepariwisataan di Kabupaten Siak itu, ternyata menuai berbagai kritik dari masyarakat. Pasalnya, kegiatan TdS dinilai hanya sebuah ajang seremonial yang manfaatnya sama sekali tidak bisa









