Kamis, 15 Januari 2026
  • Home
  • DUMAI
  • Direktur Panik, Dokter dan Perawat Sepakat Menolak Pemotongan Jasa Medis
Selasa, 06 Januari 2026 14:59:00

Direktur Panik, Dokter dan Perawat Sepakat Menolak Pemotongan Jasa Medis

Selasa, 06 Januari 2026 14:59:00
BAGIKAN:
Lokasi Parkir khusus Direktur RSUD Dumai

DUMAI, POROSRIAU.COM - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai, dr Eka Viona Effendi, yang baru sebulan menjabat dikabarkan mulai panik, karena dokter dan perawat serta management tetap menolak pemotongan jasa medis.

Menurut beberapa sumber di Rumah Sakit, dr Eka Viona Effendi , merupakan korban dari kebijakan direktur sebelumnya, karena harus membersihkan beberapa persoalan yang ditinggal pendahulu.

Diantaranya, menumpuknya hutang dari proyek fisik yang dinilai tidak terlalu penting, persoalan pasokan obat yang minim karena suplier menolak mengirim obat obatan, karena menumpuknya persoalan pembayaran hutang yang belum selesai.

Ditambah pemotongan jasa medis yang mendapat perlawanan keras dari pegawai Rumah Sakit.

"Direktur harus membersihkan dosa-dosa masa lalu pendahulunya, kini harus menghadapi penolakan pemotongan jasa medis dari para dokter dan perawat. Direktur harus membersihkan piring kotor pendahulunya," ungkap salah satu dokter.

Sementara, hasil rapat perwakilan dokter dan perawat hari ini, Selasa (6/1/2025) tidak membuahkan hasil, karena baik para dokter maupun perawat telah sepakat tetap menolak penotongan jasa medis. Karena pemotongan tersebut tanpa ada pemberitahuan dan kesepakatan terlebih dahulu.

"Kita tetap menolak pemotongan Jasa Medis, karena tidak pernah di ajak untuk membahasnya.tiba tiba langsung dipotong," ungkap salah seorang dokter.

Awalnya, pihak management berjanji akan menunda pemotongan jasa medis pada bulan maret dengan terlebih dahulu membahasnya dengan semua pegawai, namun secara sepihak management melakukan pemotongan sejak bulan oktober lalu.

"Dari hasil rapat para dokter tadi, Selasa ( 6/1) semua sepakat untuk tetap menolak pemotongan," ungkap salah seorang dokter.

Jika pihak Rumah Sakit tetap melakukan pemotongan, para pegawai akan membawa persoalan ini ke DPRD dan Ombudsman RI perwakilan Riau.

"Jika hasil pertemuan nanti tetap harus deadlook, kami akan melaporkqn ke DPRD Dumai dan Ombudsman RI," pungaksnya.

Sementara, pihak management Rumah Sakit langsung dipimpin Direktur dr Eka Novia Efendi meminta kepada perwakilan dokter dan perawat untuk menahan diri hingga pihaknya melakukan koordinasi dengan Walikota Dumai.

"Direktur, dr Eka Novia Effendi minta waktu untuk kordinasi dengan Walikota. Kita menunggu hasil pertemuan dirut dengan Walikota," ujarnya

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Suhatman Mars, dr Eka Viona Effendi, belum berhasil dikonfirmasi karena jaringan selularnya tidak aktif meski berkali-kali dihubungi. ( 54f)

  Berita Terkait
  • Meledak! Ratusan Pegawai RSUD Suhatman Mars Rencanakan Aksi Penolakan, ARAK Minta Diaudit Menyeluruh

    satu minggu lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Pemotongan jasa medis pegawai Rumah Sakit Umum Mars Dumai sempat memicu emosi pegawai, pasalnya, Plt Dirut Hafidz, sempat menjamin jika pemotongan tidak akan terjadi sebelum

  • Ratusan Karyawan RSUD Suhatman Mars Meradang, Tolak Pemotongan Jasa Medis Sepihak

    satu minggu lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Desas-desus akan adanya pemotongan jasa medis di Rumah Sakit Umum Daerah Dumai, sudah santer terdengar sejak bulan oktober 2025 lalu. Akibatnya, ratusan karyawan Rumah S

  • Taring Kejari Diuji, Proyek MOT RSUD Dumai Antara Dugaan Korupsi atau Gratifikasi

    2 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Penanganan laporan dugaan penyelewengan pengadaan alat medis bedah di Rumah Sakit Umum Daerah Dumai, Suhatman Mars, hingga kini masih jalan di tempat.  Kendati, pih

  • Terkait Pungli Kamar Pasien dan Obat, Dirut RSUD Dumai : Laporkan, Akan Saya Tindak Tegas

    9 tahun lalu

    Dumai (POROSRIAU.com) - Desas desus maraknya pungli kamar pasien dan permainan jual beli obat yang ada di RSUD Kota Dumai membuat direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai dr. Syaiful gerah, soalnya dirinya selaku direktur sudah sering dan berulang kali

  • Virus Corona: Antara 600.000 hingga 700.000 'Berisiko Terpapar', Pemerintah Indonesia Lakukan Rapid Test

    6 tahun lalu

    Tepat tiga pekan setelah Indonesia mengonfirmasi kasus pertama virus yang punya nama resmi Covid-19 tersebut, pemerintah memulai tes massal.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.