Kamis, 15 Oktober 2026 11:37:00
Dispetaru Dumai Proses Verifikasi Penerbitan SLF Empat Perusahaan di KID Pelintung
Oleh: Syahrul
Kamis, 15 Oktober 2026 11:37:00
DUMAI,POROSRIAU.COM- Dalam rangka memproses verifikasi penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) empat Perusahaan, yaitu PT SADP, PT WCI, dan PT PAN yang beroperasi di Kawasan Industri Dumai (KID) Wilmar Pelintung, Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (Dispertaru) Kota Dumai melaksanakan peninjauan lapangan terhadap keandalan bangunan gedung ,Rabu (14/10/26).
SLF bukan hanya sekedar formalitas,namun kedaulatan investasi yang aman, laik fungsi dan patuh tata ruang. Dispertaru tidak datang ke PT SADP, PT WCI, PT PAN di KID Wilmar Pelintung dengan tangan kosong. Mereka datang dengan 2 senjata profesional, yakni validasi berkas SimBG yang digital dan transparan, serta tim konsultan teknis yang cek fisik struktur, keselamatan kebakaran, kelayakan utilitas.
" Turunnya Dispertaru bukan untuk mempersulit investasi. Tapi untuk memastikan investasi itu aman, laik fungsi, dan patuh tata ruang. Karena bangunan industri yang tidak laik fungsi bisa roboh, bisa kebakaran, bisa cemari lingkungan. Dan itu yang tidak diinginkan Pemko Dumai," ujar Kadispertaru Dumai, Muhammad Mufarizal, Rabu (14/10/26).
Kegiatan diawali dengan validasi dan sinkronisasi berkas administratif serta dokumen teknis yang diunggah melalui sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SimBG).
Selanjutnya, bersama tim konsultan teknis, dilakukan peninjauan fisik untuk memvalidasi kesesuaian antara dokumen perancangan dengan kondisi faktual di lapangan yang mencakup keandalan struktur, keselamatan kebakaran, hingga kelayakan sistem utilitas bangunan terkait kelayakan listrik, air, limbah serta plumbing. Artinya, tidak boleh dokumen bagus, sedangkan lapangan asal-asalan.
Langkah ini menjadi pengingat bagi seluruh pengelola kawasan industri dan pemilik bangunan gedung untuk segera mengurus SLF sebagai muara dari kelaikan bangunan, serta memastikan kelengkapan SLO pada setiap instalasi penunjangnya.
Sinergi ini menjadi kedaulatan bersama dalam menciptakan iklim investasi yang aman, laik fungsi, dan patuh terhadap tata ruang permukiman serta bangunan gedung.
Dispertaru tidak ingin Dumai jadi kota industri liar yang bangun gedung tanpa SLF, tanpa cek struktur, tanpa proteksi kebakaran. Dispertaru ingin Dumai jadi kota industri berdaulat, investasi datang tapi aman, laik fungsi serta patuh tata ruang permukiman dan bangunan gedung.
Seluruh rangkaian pemeriksaan administratif dan peninjauan teknis ini berlangsung secara tertib, aman, dan mematuhi standar K3 industri. Di kawasan industri yang penuh risiko seperti KID Wilmar Pelintung, K3 adalah harga mati. Tim Dispertaru tidak asal masuk pabrik. Mereka patuhi K3 industri: pakai APD, ikuti SOP dan jaga keselamatan.(inf)
Editor: Syahrul
PT PAA Kembali Salurkan Beasiswa di SMKN 6 Kecamatan Medang Kampai
3 tahun laluHumas PT PAA, Rizki Siregar menjelaskan pemberian bantuan ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada Dunia pendidikan
Hingga November Ini, Kejati Riau Tangani 40 Perkara Korupsi
9 tahun laluDari jumlah perkara yang ditangani, 29 di antaranya sudah selesai hingga ke penuntutan dan sisanya masih melengkapi berkas perkara. Ditargetkan hingga akhir tahun ini, sisa berkas perkara dapat diselesaikan.
BRG Dan AJI Pekanbaru Bahas Penanganan Gambut Di Riau
9 tahun laluPEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazier Foead beserta rombongan, Jum'at (23/2/2018), menyambangi Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru. Kedatangan Nazier Foead terkait penanganan gambut diberbagai wil
Melalui Program CSR, Wilmar Salurkan Bantuan Kepada Kelompok Tani Di Kelurahan Teluk Makmur
8 tahun laluDUMAI (POROSRIAU.COM) - Wilmar Group melalui program Coporate Sosial Responsibilities (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan menyalurkan sebanyak 15 ribu bantuan bibit lele kepada Kelomp
Pembayaran Lahan TPR Dishub Diduga ‘Pakdul’ Dana Pembangunan DIC
2 tahun laluDugaan persekongkolan menggarong uang negara pada pengadaan lahan TPR Dinas Perhubungan Kota Dumai bikin geleng-geleng kepala. Tak hanya pada pola merekayasa pengadaannya, uang yang digunakan untuk pembayaran lahan juga diduga memakai dana Pembangunan DIC









