Rabu, 08 Juli 2020
  • Home
  • DUMAI
  • Dunia Internasional Diminta Boikot Produk PT. IBP
Kamis, 15 Agustus 2019 13:55:00

Dunia Internasional Diminta Boikot Produk PT. IBP

Kamis, 15 Agustus 2019 13:55:00
BAGIKAN:
Tampak tumpukan limbah B3 sisa pembakaran Batu Bara milik PT. IBP

DUMAI,POROSRIAU.COM- Minimnya kepedulian PT Inti Benua Perkasatama (IBP) terhadap pencegahan timbulnya kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup akibat usaha dan proses industri yang dilakukan, telah  mengakibatkan beberapa aktivitas perusahaan tersebut mengancam kelestarian lingkungan. Akibat kurangnya kepedulian itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dumai meminta dunia internasional memboikot produk PT. IBP.

 Dugaan pencemaran yang dilakukan oleh PT. IBP menurut Ketua HMI Cabang Dumai, Andi Qadri telah terjadi berulangkali, namun belum ada sanksi dari pihak terkait yang dapat menimbulkan efek jera.

"PT.IBP merupakan perusahaan yang sangat kurang peduli terhadap lingkungan. Beberapa kali terjadi tumpahan minyak CPO, adanya dugaan pembuangan limbah ke laut dan penimbunan limbah B3 sisa pembakaran batu bara. Untuk itu, kita meminta dunia usaha internasional untuk memboikot atau menghentikan kerjasamanya dengan PT. IBP sampai perusahaan itu mampu dengan serius memperhatikan kelestarian lingkungan,"tegas Ari-sapaan akrabnya-kepada porosriau.com, Kamis (15/08/09).

Disisi lain, Ari juga mendukung penuh upaya hukum kasus dugaan pembuangan limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) oleh PT. IBP itu yang sekarang sudah ditangani oleh pihak kepolisian Dumai.

"Kita dukung penuh dan minta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Kita akan pantau terus sejauh mana perkembangannya. Jika terbukti  PT. IBP melakukannya, kita minta tak hanya dipidana namun juga ada sanksi tegas dari pemerintah, meninjau ulang atau bahkan mencabut izinnya,"kata Ari

Pantauan di lapangan yang dilakukan oleh media online monitorriau.com, diduga sisa pengelolaan pabrik seperti sisa pembakaran Batu Bara (Buttom dan Fly Ash) dan Spent Bleaching Earth (SBE) ditimbun diluar gudang poll mobil milik PT IBP agar masyarakat sekitar tidak mengetahui hal kotor tersebut.

Parahnya, untuk mengelabui timbunan diduga limbah jenis B3 tersebut, pihak perusahaan mencampur dengan sisa pembakaran cangkang dan ampas sawit menggunakan alat berat agar limbah B3 tidak terlihat. Selain itu juga, di lapangan ada tanaman batang ubi yang sengaja ditanam untuk mengelabui.

Masyarakat sekitar yang dikonfirmasi media ini, mengakui ada penumpukan sisa pengelolaan hasil pembakaran pabrik tapi tidak mengetahui bahwa tumpukan tersebut limbah B3 berbahaya yang bisa mengancam kesehatan masyarakat sekitar.

"Kami tahu ada pembuangan hasil pengolahan pabrik sawit dibelakang ini pak. Namun, kami tidak mengetahui bahwa timbunan itu limbah B3 yang termasuk kategori berbahaya," ungkap seorang warga yang enggan menyebutkan namanya, Kamis (20/06/2019).

"Dibelakang situ ada kolam, sekarang sudah ditimbun sama perusahaan, kita gak tau ditimbun pakai apa, setiap hari kami selalu menghirup aroma tidak sedap," jelasnya.(r****)

 

  Berita Terkait
  • Indonesia dan Arab Saudi, Siapa Membutuhkan Siapa?

    3 tahun lalu

    POROSRIAU.COM--Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi terus melambat dalam dua tahun terakhir. Setelah mencatat pertumbuhan fenomenal sebesar 10 persen pada 2011, perekonomian negara teluk itu kemudian turun pada 2012, dengan pertumbuhan 5,4 persen dan turun lagi

  • Catatan Akhir Tahun PT Pertamina RU II Dumai: "Reputasi Elok Dalam Gugatan"

    7 bulan lalu

    Oleh M. Syahrul Aidi Pemimpin Redaksi porosriau.com Tulisan mengutip data dari berbagai sumber   SEPANJANG tahun 2019 ini PT Pertamina RU II  Dumai menikmati fase-fase ind

  • Bulan K3 Nasional Tahun 2020, PT SDS Gelar Donor Darah

    5 bulan lalu

    Aksi sosial yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Dumai ini berlangsung selama dua hari dari tanggal 12 sampai 13 Februari 2020 di lingkungan PT Sari Dumai Sejati berhasil mengumpulkan 96 kantong darah

  • Sabarudin: Bakohumas Banyak Yang Harus Di Kembangkan Agar Masyarakat Memperoleh Imformasi

    4 tahun lalu

    Kabag Humas Setda Kampar Sabaruddin S. Sos menghadiri Acara Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) se Indonesia di Hotel Haris Bandung Jawa Barat yang dimulai tanggal 17 dan berakhir tanggal 19 November 2016. (Jumat/18/11/16)

  • Kades Tarai Bangun: Kutipan Rp 10 Ribu Per KK Transparan

    4 tahun lalu

    PEKANBARU - Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 8 sebesar Rp 8 miliar. Pembangunan sekolah ini dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dalam anggaran pendapatan belanja daerah (AP

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.