Kamis, 25 Juni 2026
Jumat, 31 Mei 2019 11:08:00

Lahir Dengan Badan Seberat Apel

Bayi Prematur 'Termungil di Dunia' Berhasil Bertahan Hidup

Jumat, 31 Mei 2019 11:08:00
BAGIKAN:
Seorang bayi yang lahir dengan berat 245 gram telah dipulangkan dari sebuah rumah sakit di Amerika Serikat. Dia diyakini sebagai bayi terkecil yang pernah selamat dari kelahiran prematur,
 
Berat badan Saybie sama dengan sebuah apel besar ketika ia dilahirkan pada usia 23 minggu dan tiga hari Desember 2018 lalu.
 
Terus berjuang untuk hidup, ia dipindahkan ke unit perawatan intensif di Rumah Sakit Sharp Mary Birch di San Diego, California.
 
Dokter saat itu memberi tahu orang tua Saybie bahwa ia hanya bisa hidup selama beberapa jam lagi.
 
Namun lima bulan kemudian, ia diizinkan pulang dengan berat 2,5 kg, di luar semua perkiraan.
 
Seorang perawat yang merawat Saybie mengatakan pemulihan dan pemulangannya di awal bulan ini adalah "keajaiban".
 
The Tiniest Babies Registry mengatakan Saybie diduga merupakan bayi prematur terkecil yang bertahan hidup di dunia.
 
Rekor sebelumnya dipegang oleh bayi perempuan dari Jerman, lahir dengan berat 252 gram pada tahun 2015, menurut pencatatan yang dioperasikan oleh University of Iowa itu.
 
Seorang bayi yang lahir dengan berat hanya 268 gram di Jepang awal tahun ini, diduga sebagai bayi laki-laki terkecil yang selamat dari kelahiran prematur.
 
Ibu Saybie melahirkan anak perempuan itu dengan operasi caesar darurat tiga bulan lebih cepat dari jadwal setelah dia didiagnosis menderita pre-eklampsia—komplikasi kehamilan yang dapat berakibat fatal bagi ibu dan bayi.
 
Dalam sebuah video yang dirilis pihak rumah sakit, sang ibu menggambarkan kelahiran tersebut sebagai "hari paling menakutkan dalam hidup saya".
 
"Saya terus berkata kepada mereka: 'Dia tidak akan bertahan hidup. Dia—saya baru 23 minggu [hamil]'," kata sang ibu, yang meminta namanya tidak disebut.
 
Kelahiran Saybie begitu prematur sehingga dokter menganggapnya sebagai "micro preemie"—bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 28 minggu. Bayi biasanya lahir antara 37 dan 42 minggu setelah hamil, kata pihak rumah sakit.
 
Ia sangat kecil sehingga bisa "pas di telapak tangan tim asuhannya".
 
Kelangsungan hidupnya, para dokter percaya, dapat dikaitkan dengan fakta bahwa ia tidak mengalami komplikasi serius setelah lahir.
 
"Saybie hampir tidak mengalami tantangan medis yang biasanya dikaitkan dengan bayi prematur, yang dapat mencakup pendarahan otak, dan masalah paru-paru dan jantung," kata rumah sakit.
 
 
  Berita Terkait
  • Catatan Akhir Tahun PT Pertamina RU II Dumai: "Reputasi Elok Dalam Gugatan"

    7 tahun lalu

    Oleh M. Syahrul Aidi Pemimpin Redaksi porosriau.com Tulisan mengutip data dari berbagai sumber   SEPANJANG tahun 2019 ini PT Pertamina RU II  Dumai menikmati fase-fase ind

  • Suku Ini Punya Cara Mengerikan Supaya Hamil

    9 tahun lalu

    Selama ini suku wanita yang semuanya dihuni oleh wanita, seakan hanya menjadi legenda semata. Bak film Wonder Woman, sebuah suku wanita disebuah pulau. Mereka hidup bersama, berjuang bersama. Namun benarkah itu ada dan bukan sekedar legenda?

  • Berhasil Tekan Angka Karlahut, BPBD Meranti Raih Penghargaan dari Gubri

    10 tahun lalu

    SELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - Berkat kerja keras Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti, dibantu dengan Stakeholders terkait mulai dari TNI, Polri, Pihak Swasta serta masyarakat. BPBD Meranti berhasil menekan angka kebakara

  • Detik-detik Terakhir Imam NII Kartosoewirjo

    9 tahun lalu

    Dia dieksekusi dan dimakamkan di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, bukan di Onrust seperti yang selama ini diyakini banyak orang. Dia diperlakukan secara Islami.

  • Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula!!

    10 tahun lalu

    Pihak Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti, menyalurkan sejumlah bantuan kepada Juliza, siswi kelas XI yang terkena musibah kebakaran rumah, Selasa (2/8/2016).

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.