Jumat, 23 Agustus 2019
  • Home
  • MERANTI
  • Berhasil Tekan Angka Karlahut, BPBD Meranti Raih Penghargaan dari Gubri
Rabu, 04 Januari 2017 16:30:00

Berhasil Tekan Angka Karlahut, BPBD Meranti Raih Penghargaan dari Gubri

Oleh: Nur
Rabu, 04 Januari 2017 16:30:00
BAGIKAN:
Nur
Penyerahan Penghargaan oleh Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Meranti Edy Afrizal yang diwakili oleh Plh. Kabid Kedaruratan dan Logistik.

SELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - Berkat kerja keras Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti, dibantu dengan Stakeholders terkait mulai dari TNI, Polri, Pihak Swasta serta masyarakat. BPBD Meranti berhasil menekan angka kebakaran hutan dan lahan (Karlahut) di Kabupaten Meranti mencapai 70-80 persen ditahun 2016.

Selain itu, eksistensi penyediaan informasi kepada Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Riau, dalam mendukung operasi siaga darurat penanggulangan bencana akibat kebakaran hutan dan lahan di Bumi Lancang kuning, mengantarkan BPBD Meranti meraih 2 penghargaan sekaligus yakni dari Gubernur Riau dan BPBD Riau.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Meranti, Edy Afrizal yang diwakili oleh Plh. Kabid Kedaruratan dan Logistik, Subkti, disaksikan Direktur Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Raffles Brotestes Panjaitan, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Danrem 031 Wirabima Brigjen TNI Nurendi, Selasa lalu di Kantor Gubernur Riau.

Dua kategori penghargaan itu adalah 1. Peran Serta Mendukung Operasi Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2016 dari Gubernur Riau, 2. Penghargaan dari BPBD sebagai Pusdatin terbaik 2016. Sebelumnya BPBD Meranti juga telah menerima penghargaan atas Suport dan bantuan dalam mensukseskan pembangunan sistem aplikasi deteksi dini karhutla dari BPBD Riau.

Diceritakan Kalaksa BPBD Riau, menekan angka Karlahut yang terjadi di Kabupaten Meranti yang notabene merupakan daerah kepulauan yang sulit dijangkau, dengan 85 persen kawasan hutan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan, serta tidak adanya sumber air, bukan perkara yang mudah, diperlukan kesiap siagaan personil, peralatan dan transportasi darat, laut dan dukungan udara untuk mengcover seluruh kawasan tersebut.

Keterbatasan sarana dan prasara seperti peralatan, anggaran serta personil yang khusus menangani Karlahut yang dimiliki BPBD Meranti, logikanya akan membatasi gerak operasional, namun pada kenyataanya tidak menjadi sebuah halangan, berkat strategi jitu BPBD Meranti dalam menjalin Sinergitas dengan Stakeholders terkait dan memanfaatkan sarana yang ada, untuk menghimpun informasi Karlahut hingga action dilapangan berhasil menekan angka Karlahut 70-80 persen ditahun 2016, jika sebelumnya ditahun 2014-2015 Karlahut yang terjadi mencapai 3000 Ha kini ditahun 2016 hanya berkisar 600-an Ha saja.

"Dalam menangani Karlahut di Kabupaten Meranti kita tidak sendiri, peran TNI, Polri, Swasta dan Masyarakat memberikan peran penting dalam menjalankan strategi yang kita terapkan, yakni dengan cara menghimpun informasi dan melakukan action secara berjenjang di TKP, mulai dari perangkat terkecil ditingkat desa hingga ke Kabupaten," jelas Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Meranti Edi Afrizal kepada awak media, kemarin.

Penanganan berjenjang seperti dijelaskan Kalaksa BPBD Meranti, Edi Afrizal, dengan melibatkan personil mulai dari Aparatur Desa, Kecamatan, hingga Kabupaten. Hal yang sama juga didukung oleh Kepolisian mulai dari Babinkamtibmas hingga ke Mapolres, begitu juga dari TNI mulai dari Babinsa hingga Koramil. Penanganan berjenjang ini menurut Kalaksa BPBD Meranti, Edy Afrizal sangat efektif dan efisien.

"Koodinasi kita lakukan mulai dari bawah, jika Karlahut yang terjadi di TKP bisa ditangani ditingkat Kecamatan maka kita di Kabupaten tak perlu turun, namun jika tidak, maka kita akan turun dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, dibantu TNI, Polri dan Masyarakat maupun perusahaan, sinergitas inilah kuncinya dan harus terus dipertahankan" ujar Kalaksa BPBD Meranti.

Baik TNI, Polri, Swasta dan Masyarakat berkat koordinasi intens berhasil melaksanakan peranya dengan baik. Masyarakat dengan pasukan Masyarakat Peduli Api dibawah kordinasi Badan BLH turut membantu upaya pemadaman yang dilakukan pihak BPBD, TNI dan Polri, sementara pihak perusahaan membantu dengan membangun Embung.

Dan yang tak kalah penting dikatakan Kalaksa BPBD Meranti adalah, stresing dalam upaya pencegahan melalui sosialisasi tatap muka antara BPBD/TNI/Polri dngan masyarakat dan dunia usaha yang memiliki lahan. Hal ini dinilai penting karena dari data yang dihimpun dilapangan 95 pesen faktor penyebab terjadinya Karlahut adalah akibat ulah manusia, baik disengaja maupun tidak disengaja sementara faktor alam dinilai sangat kecil.

Kelalaian manusia itu seperti aktifitas konversi lahan, pembakaran vegetasi, aktifitas dalam pemanfatan SDA, Pembuatan Kanal, serta penguasaan lahan.

"Kita selama ini juga fokus melakukan sosialisasi Face To Face dengan masyarakat dalam upaya pencegahan karena jika sudah terbakar sulit untuk dipadamkan dan dari data dilapangan (95 persen) penyebab terjadinya Karlahut di Riau akibat faktor manusia, jadi upaya penyuluhan dan sosialisasi dengan memajang baleho ini sangat penting," jelasnya lagi.

Lebih jauh dijelaskan Kalaksa BPBD Meranti, kedepan ditahun 2017 upaya menekan angka Karlahut di Kabupaten Meranti akan semakin sulit, karena dari data yang dikeluarkan oleh BMKG, diprediksi tahun 2017 mendatang Riau akan dilanda cuaca panas ekstrim dan kondisi itu akan turut memicu terjadinya Karlahut. Untuk itu Kalaksa BPBD Meranti, Edi Afrizal berharap mendapat dukungan peralatan, Logistik serta dana operasional dari BPBD Riau dan BNPB Pusat.

Meski ditahun 2017 Pemda Meranti telah menganggarkan dana sebesar 8 Miliar untuk operasional dan lainnya. Namun dana itu dinilai belum mencukupi untuk melengkapi kebutuhan peralatan dan operasional di BPBD Meranti.

Sekedar informasi, peralatan yang digunakan oleh BPBD Meranti saat ini 80 persen masih pinjam pakai dari BNPB yakni berupa 3 Set Mesin Pompa, 2 Unit Mobil Damkar satu diantaranya peninggalan Bengkalis, dan satunya lagi merupakan pengadaan tahun 2012. Mobil Damkar itu bukan sepenuhnya milik BPBD tetapi dipakai bersama-sama dengan Dinas Pemadam Kebakar untuk mengatasi kebakaran di Kabupaten, selain itu 1 Unit Perahu Karet, Selang Pompa dan 1 Unit Motor Trail.

Idealnya menurut Edi Afrizal untuk menunjang operasional setidaknya harus ada penambahan lagi Mesin Pompa Air, Alat Transportasi untuk memobilisasi personil kelokasi kebakaran, Kapal atau Speedboat, Sepeda Motor Gerobak Kaisar, serta penambahan 3 Unit mobil Damkar dan penambahan Sepeda Motor Trail. Selain itu kondisi gedung kantor yang sangat tidak representatif (Bangunan Kayu Eks Dinas PU, red) juga perlu menjadi perhatian.

Selain itu juga masalah kurangnya personil, saat ini BPBD Meranti hanya memiliki 30 Personil yang busa diturunkan kelapangan dan dari jumlah itu belum ada satupun yang memiliki keahlian khusus menghadapi kebakaran lahan dan kebencanaan. Personil ini juga bertugas untuk mengatasi kebakaran yang terjadi didalam Kota. "Susahnya jika terjadi kebakaran secara bersamaan (di Kota dan Karlahut) maka personil tidak cukup," ucap Kalaksa BPBD Meranti.

Jika sarana dan prasarana yang dimiliki oleh BPBD Meranti telah ideal, Kalaksa BPBD Meranti Edi Afrizal optimis dapat menekan angka Karlahut yang terjadi di Kabupaten Meranti, sesuai dengan komitmen Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si dan Gubernur Riau H. Arsyasjuliandi Rachman. Meski untuk mencapai ideal dibutuhkan dana yang tidak sedikit namun ia berharap bantuan dapat diberikan secara bertahap.

"Harapan kita dari bantuan yang diberikan oleh BPBD Riau dan BNPB Pusat dapat mengoptimalkan kinerja personil dilapangan, untuk itu kita sangat mengharapkan dukungan itu dan dapat diberikan secepatnya, semoga kedepan Riau khususnya Kabupaten Meranti dapat terbebas dari bebas Karlahut," pungkasnya mengakhiri.(nur)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Paparkan Keberhasilan di Paripurna DPRD Sempena Hari Jadi Meranti Ke-X, Bupati Mendapat Apresiasi Sejumlah Tokoh.

    8 bulan lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si didampingi Wakil Bupati H. Said Hasyim, mengikuti Rapat Paripurna DPRD,  Sempena Hari Jadi Meranti Ke-X yang jatuh pada Tan

  • BRG RI Gelar Dialog Terbuka Himpun Aspirasi Masyarakat Terkait Pengelolaan Gambut.

    tahun lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, Ir. Nazir Fuad yang didampingi Asisten I Sekdakab. Meranti Jonizar SH M.Si, menggelar dialog terbuka dengan masyarakat Desa Lukun, K

  • Pimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti ke-8, Bupati Ajak Segenap Masyarakat Bersatu Padu Bangun Meranti

    3 tahun lalu

    SELATPANJANG (POROSRRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si bertindak sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti Ke-8 Tahun 2016. Upacara dalam rangka mengenang terbentuknya Kabupaten Meranti pada Tanggal 19 Desember 20

  • Bupati Meranti Dan Jajaran Menghadiri 'Open House' Dikediaman Gubri

    3 bulan lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si bersama Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H. Said Hasyim dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menghadiri

  • Bupati Irwan Raih UMKM Award Kategori Pembina dan Penggerak UMKM Terbaik

    3 tahun lalu

    Bank Riau Kepri sebagai Bank daerah yang komit mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM), memberikan anugrah (Award) kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan, M.Si.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.