Selasa, 02 Juni 2026
  • Home
  • MERANTI
  • Pada Peringatan HGN 2018, Bupati Meranti: Guru Harus Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalitas.
Senin, 26 November 2018 18:41:00

Pada Peringatan HGN 2018, Bupati Meranti: Guru Harus Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalitas.

Oleh: Manik
Senin, 26 November 2018 18:41:00
BAGIKAN:
Foto: Bupati Meranti, Drs. H. Irwan Nasir M.Si saat jadi Pembina Upacara pada Peringatan HGN 2018, di Gedung Ocean jalan Terubuk, Selatpanjang Senin (26/11/2018).
MERANTI(POROSRIAU.COM) - 
Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, bertindak sebagai Inspektur Upacara Pada Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke- 73 Tahun 2018, sekaligus  Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan PT. RAPP Tentang Mutu Pendidikan yang berlangsung di Gedung Ocean Jl. Terubuk Selatpanjang senin (26/11).
 
 
Turut hadir dalam giat tersebut Wakil Ketua II DPRD, Staf Ahli Bupati, Asisten III Setda Meranti Drs. H. Rosdaner M.Si, Kapolres Meranti AKBP. Ka Ode Proyek, Kejari Meranti Budi Rahardjo SH , Danramil, Kadis Pendidikan Meranti Drs. Nuriman, Perwakilan Dirut PT. RAPP, Dosen Ilmu Pemerintahan UNRI, Ketua Tim PKK Kabupaten Hj. Nirwana Sari Irwan, Kabag Humas Protokol Hery Saputra SH, Camat se- Kabupaten dan PGRI Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
 
Tema Hari Guru Tahun 2018 adalah " Meningkatkan Profesionalisme Guru menuju Pendidikan Abad 21, dan Guru sebagai Penggerak Perubahan dalam Era Revolusi Industri 4.0 ".
 
 
Pada pembacaan Amanat Menteri Pendidikan RI, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, mengucapkan apresiasi Kepada PGRI khususnya diwilayah Kabupaten Kepulauan Meranti yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan baik.
 
 
Hari Guru Nasional yang diperingati kali ini bertepatan dengan tanggal pendirian organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Organisasi tersebut resmi berdiri pada 25 November 1945 dalam kongres guru Indonesia di Surakarta. 
 
 
Sesuai dengan tema peringatan Hari Guru Nasional 2018 ialah "Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad XXI."
 
Bupati Irwan menyatakan tema tersebut dipilih untuk mengingatkan para pendidik di Indonesia mengenai tantangan dunia pendidikan yang semakin berat di abad XXI. Menurutnya untuk menghadapi tantangan itu, semua guru harus meningkatkan profesionalisme dan kompetensinya.
 
"Diperlukan guru yang profesional, guru yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang supercepat, untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar," ujar Bupati.
 
 
Namun ditegaskan Bupati Irwan, meski teknologi informasi telah berkembang pesat dan menyediakan sumber pengetahuan yang berlimpah, tugas guru sebagai pendidik tidak tergantikan. "Profesi guru sangat lekat dengan integritas dan kepribadian, guru tidak hanya bertugas untuk mentransfer ilmu kepada peserta didiknya," sebutnya.
 
 
Ia menambahkan, pada tahun depan Kemendikbud akan menerapkan sistem zonasi untuk pemerataan kualitas pendidikan. Salah satu targetnya, ialah perluasan akses, pemerataan mutu dan percepatan peningkatan kualitas guru. Sistem zonasi juga untuk memudahkan penanganan dan pengelolaan guru. 
 
"Mulai dari distribusi, peningkatan kompetensi, pengembangan karier dan penyaluran bantuan penyelenggaraan berbagai kegiatan yang dilakukan guru," ungkap Muhadjir.
 
 
 
Sekedar informasi sesuai Data Bank Dunia yang di rilis 11 November lalu, Indonesia baru menempati posisi ke-87 dari 157 negara dalam Indeks Sumber Daya Manusia (Human Capital Index) 2018. Pada indeks itu, skor yang dimiliki Indonesia ialah 0,53.
 
 
Arti dari skor 0,53 ialah bahwa setiap anak di Indonesia hari ini memiliki 53 persen kesempatan untuk bertumbuh, dengan catatan menuntaskan pendidikan dan dapat akses penuh pada layanan kesehatan.
 
Skor Indonesia masih lebih baik ketimbang sejumlah negara lain yang memiliki penghasilan menengah ke bawah dengan rata-rata 0,48. Namun, jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Timur dan Asia Pasifik, posisi Indonesia masih lebih rendah mengingat rata-rata skor negara itu sebesar 0,62.
 
Apabila dilihat di konteks Asia Tenggara, Indonesia masih kalah dari Singapura (0,88), Vietnam (0,67), Malaysia (0,62), Thailand (0,60), dan Filipina (0,55). 
 
Untuk itu dikatakan Bupati Irwan, peran guru sangat strategis dan penting dalam upaya keningkatkan SDM di Indonesia, agar tidak terus tertinggal dari negara lain Bupati juga menghimbau semua guru di Kepulauan Meranti dapat meningkatkan kompetensi, inovasi dan kreatifitas dalam memajukan dunia pendidikan Meranti.  
 
Terakhir Bupati Irwan juga berharap pada Peringatan HGN Tahun 2018 ini, kedepannya PGRI di Kabupaten Kepulauan Meranti bisa menjadi guru yang bermartabat, cemerlang dan gemilang.(nik)
 
Editor: Chaviz fernandes

  Berita Terkait
  • Bupati Meranti Lounching Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku

    8 tahun lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Peran aktif orang tua siswa sangat diperlukan dalam memotivasi semangat belajar anak khususnya dalam membaca buku. Dalam rangka membangkitkan semangat para orang tua mu

  • Fraksi DPRD Meranti Sampaikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Usulan Pemerintah Daerah

    8 tahun lalu

    SELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - DPRD Kepulauan Meranti melaksanakan rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap rancangan peraturan daerah (Ranperda) usulan Pemerintah Daerah Kepulauan

  • Wabup Said Hasyim Mengikuti Rapat Paripurna, DPRD Apresiasi Atas Nota Keuangan RAPBD Pemkab. Meranti 2019.

    8 tahun lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Wakil Bupati Kepulauan Meranti mengikuti Rapat Paripurna Pandangan Fraksi Terhadap Nota Keuangan RAPBD Pemkab. Meranti Tahun 2019, dan semua Fraksi mengucapkan apresiasi ke

  • Se-Kabupaten Kota di Riau, Pemkab. Meranti Yang Pertama Serahkan LKPD TA 2018 Ke BPK RI Perwakilan Riau.

    7 tahun lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Wakil Bupati H. Said Hasyim, menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Anggaran 2018, yang diterima oleh Kepala Badan Pemeriks

  • Guru Diminta Tak Terlibat Politik, Gubri: Kalau Ada Birahi Politik, Tahan!

    9 tahun lalu

    Gubernur Riau Arsyadjululiandi Rachman minta kepada para guru di Riau tidak terlibat politik. Kalau pun ada 'birahi' politik, diminta untuk menahan diri.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.