Senin, 20 Mei 2019
  • Home
  • NASIONAL
  • APBN 2018 Dianggap Populis, Ini Penjelasan Sri Mulyani
Kamis, 26 Oktober 2017 08:12:00

APBN 2018 Dianggap Populis, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Oleh: Redaksi
Kamis, 26 Oktober 2017 08:12:00
BAGIKAN:
Menteri Keuangan, Sri Mulyani.(Foto/Int)

JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Menteri Keuangan Sri Mulyani membantah anggapan beberapa pihak yang menyebut Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018 populis dan bertujuan untuk menyukseskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden 2019.

Menurut dia, APBN merupakan sebuah instrumen kebijakan untuk menyejahterakan masyarakat.

"Jadi semua belanja (pemerintah) kalau tidak (dilakukan) di tahun politik, tidak dianggap? Padahal PKH (Program Keluarga Harapan) sebelum tahun politik juga sudah ada, tapi tidak dianggap populis," kata Sri Mulyani, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2017).

Sri Mulyani menjelaskan, fokus Presiden Jokowi sesuai dengan konsep Nawacita adalah pemerataan pembangunan dan kesejahteraan manusia semaksimal mungkin.

Oleh karena itu, Jokowi mulai membangun infrastruktur dari pinggiran dan mengganti makna "Jawasentris" dengan "Indonesiasentris".

Sri Mulyani menegaskan, kesejahteraan masyarakat merupakan kewajiban tiap presiden terpilih, termasuk Jokowi.

"Selama itu dilakukan menggunakan instrumen yang prudent dan bisa sustainable, ya memang itu kewajiban Presiden yang dipilih oleh rakyatnya," kata Sri Mulyani.

Adapun salah satu concern dan sering dikampanyekan oleh Jokowi adalah mendorong kesejahteraan masyarakat dan pengurangan kemiskinan.

Aspek tersebut juga termasuk dalam APBN. Untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan memberi jaminan pendidikan, kesehatan, akses air bersih, listrik, dan lain-lain kepada masyarakat.

"Kalau kita lihat ada anggaran untuk operasional puskesmas, sekolah, beasiswa, tunjangan tenaga guru di tempat terpencil itu tidak populis, itu kewajiban pembangunan. Gambaran bagaimana kami mau membangun Indonesiasentris," kata Sri Mulyani.

Sedangkan dari sisi alokasi subsidi, saat ini pemerintah tengah memperbaiki adminiatrasinya. Pemerintah harus dapat mengalokasikan dan mengadministrasikan subsidi dengan tepat sasaran.

Contohnya adalah alokasi subsidi melalui sistem non tunai, serta alokasi dana desa untuk usaha kecil menengah (UKM).

Pada kesempatan itu, mantan Direktur Bank Dunia tersebut juga menyampaikan untuk dapat membangun 10 destinasi pariwisata, anggaran tidak terpusat di Kementerian Pariwisata.

Namun juga dialokasikan ke Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Kementerian ESDM.

Sebab yang dibutuhkan adalah akses listrik, ketersediaan jalan, pembangunan bandara, dan lain-lain.

Kemudian Kementerian Pariwisata-lah yang melakukan pemasaran dan menggelar acara untuk mengangkat destinasi pariwisata tersebut.

"Jadi ini maksudnya apa, saya ingin menyampaikan, tema APBN Pak Jokowi dan Jusuf Kalla adalah kerja, kerja, kerja bersama dan menggunakan seefektif mungkin sesuai tema Indonesiasentris," kata Sri Mulyani.

APBN 2018

Sebelumnya, DPR mengesahkan APBN 2018 dengan anggaran belanja negara mencapai Rp 2.220,6 triliun dan target pendapatan negara sebesar Rp 1.894 triliun.

Anggaran belanja itu terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.454 triliun dan transfer daerah serta dana desa sebesar Rp 766,1 triliun.

Adapun asumsi dasar APBN 2018 adalah pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen, inflasi sebesar 3,5 persen, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sebesar Rp 13.400, tingkat suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan sebesar 5,2 persen.

Kemudian harga minyak 48 dolar AS per barel, lifting minyak 800.000 barel per hari, dan lifting gas bumi 1,2 juta barel setara minyak per hari.

Sedangkan target pembangunan 2018 adalah 5,0-5,3 persen tingkat pengangguran, 9,5-10 persen tingkat kemiskinan, indeks gini rasio 0,38, dan indeks pembangunan manusia 71,50.

Sementara itu target pendapatan negara dalam APBN 2018 terdiri dari pendapatan dalam negeri sebesar Rp 1.893 triliun dan penerimaan hibah sebesar Rp 1,1 triliun. Dengan demikian, disepakati besaran defisit pada APBN 2018 adalah 2,19 persen dari PDB atau sebesar Rp 325,9 triliun.(Kompas)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Ini Jawaban Kepala Daerah Terhadap Pandangan Umum Fraksi LKPJ Kepala Daerah Tahun 2017

    tahun lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Wakil Bupati Kepulaian Meranti H. Said Hasyim menyampaikan Jawaban Kepala Daerah Terhadap Pandangan Umum Fraksi Fraksi Tentang Penyampaian LKPJ Kepala Daerah Tahun 2017, pa

  • Eggi Sudjana dan Partners Somasi Ketua Dewan Pers

    10 bulan lalu

    Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Heintje Grontson Mandagi benar-benar membuktikan tekadnya sebagaimana yang diungkapan pada Sabtu (28/07/2018) lalu, yakni akan memidanakan Yoseph Adi Prasetyo selaku Ketua Dewan Pers a

  • Paparkan Keberhasilan di Paripurna DPRD Sempena Hari Jadi Meranti Ke-X, Bupati Mendapat Apresiasi Sejumlah Tokoh.

    5 bulan lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si didampingi Wakil Bupati H. Said Hasyim, mengikuti Rapat Paripurna DPRD,  Sempena Hari Jadi Meranti Ke-X yang jatuh pada Tan

  • Ini Alasan Kenapa Harus Memilih Nomor 2 LE-Hardianto

    tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Mantan Wakil Bupati Rokan Hulu, Hafith Syukri, mengajak masyarakat Riau agar memilih paslon Gubri Wagubri nomor urut 2 LE-Hardianto di Pilgubri tanggal 27 Juni mendatang. Inilah alasan kenapa harus memilih paslon nomor urut 2 L

  • Kembangkan Ilmu Ekonomi Kreatif kepada Masyarakat, Mursini: Saya Mengapresiasi Kegiatan KKN UGM

    9 bulan lalu

    Bupati Kuansing Drs.H.Mursini,M.Si Kamis (09/08/2018) menghadiri kegiatan pelepasan mahasiswa Universitas Gajah Mada Yogyakarta yang sudah melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di wilayah Kecamatan Gunung Toar. Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Din

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.