Sabtu, 18 Juli 2026
  • Home
  • NASIONAL
  • Gaet Ulama jadi Cawapres, Yusril: Jokowi Sudah Merasa Sakti Mandraguna
Senin, 13 Agustus 2018 19:51:00

Gaet Ulama jadi Cawapres, Yusril: Jokowi Sudah Merasa Sakti Mandraguna

Oleh: Redaksi
Senin, 13 Agustus 2018 19:51:00
BAGIKAN:
Ilustrasi gambar Joko Widodo - Maruf Amin.(Foto:Int)

JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra  menyebut calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) telah merasa sakti atau kuat, karena memilih Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Maruf Amin  sebagai calon wakil presiden pendampingnya.

Yusril mendasarkan pernyataan itu atas filosofi Jawa yang menyebutkan setiap pemimpin yang bersanding dengan ulama akan menjadi sakti.

"Pak Jokowi kan sudah merasa 'sakti mandraguna', karena dalam filosofi Jawa ada 'kesatrio penandito kasanding ulama' sudah sakti dia sekarang," katanya di sela-sela sidang lanjutan kasus SKL BLBI di gedung Pengadupan Tipikor,  Jalan Bungur Besar Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).

Melihat posisi Jokowi tersebut, PBB akhirnya belum menentukan dukungan dalam Pilpres 2019. Hal lain yang menjadi alasannya adalah, karena hasil rapat ijtimak ulama yang merekomendasikan Ustaz Abdul Somad dan Salim Segaf Aljufri menjadi pendamping Prabowo Subianto tidak terwujud.

"Jadi PBB bingung, sampai hari ini menempati posisi masih di tengah-tengah (belum menentukan sikap)," kata Yusril, dilansir Suara.com.

Soal terpilihnya Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo Subianto, kata Yusril, PBB tidak diikutsertakan dalam komunikasi politik tersebut. Padahal, PBB merupakan bagian dari koalisi keumatan.

Oleh karena itu, PBB masih menunggu hasil ijtimak ulama jilid 2 terkait langkah Prabowo yang menggaet Sandiaga Uno sebagai cawapares. Lantaran latar belakang Sandiaga Uno bukan dari kalangan ulama.

"Kalau ijtimak ulama jilid 2 ini hasilnya lain kan jadi pertimbangan juga," lanjutnya.

Kemudian Yusril mengandaikan, jika para ulama Nahdlatul Ulama (NU) telah mendeklarasikan untuk mendukung Jokowi - Maruf Amin, maka suara ijtimak ulama akan kemungkinan kalah.

"Jumlah ulama NU itu puluhan ribu seluruh Indonesia ini, dibandingkan dengan ulama GNPF yang melakukan ijtimak di Hotel Peninsula. Jadi saya pikir kita ingin umat Islam damai tidak ada konflik satu sama lain," tandas Yusril.***

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Tantang Mahfud MD, KH Said Aqil Siradj: 'Ketemu Ayok'

    8 tahun lalu

    JAKARTA(POROSRIAU.COM)-- Ocehan Mahfud MD terkait proses pemilihan cawapres Joko Widodo, menyeret banyak pihak, salah satunya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Curhatan mantan Ketua Mahkamah K

  • Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan

    10 tahun lalu

    Pada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik

  • Fahri Hamzah: Percuma Rekrut Ulama Jika di Lingkaran Jokowi Anti Islam

    8 tahun lalu

    Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kembali melontarkan kritikan pedasnya kepada Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

  • Mahfud MD Blak-blakan Soal Gagal Cawapres, Ungkap Ancaman Ma'ruf Amin ke Jokowi

    8 tahun lalu

    Mahfud MD akhirnya blak-blakan mengungkap kronologis dirinya dipilih Jokowi sebagai bakal calon wakil presiden, tapi pada menit-menit terakhir deklarasi, Kamis (9/8) pekan lalu, digantikan oleh Ketua MUI Maruf Amin.

  • Yusril Ihza Mahendra: Saya Memutuskan Setuju Jadi Pengacara Jokowi

    8 tahun lalu

    Ketua Umum Partai Bulan Bintang yang juga berprofesi sebagai advokat, Yusril Ihza Mahendra memutuskam menjadi pengacara bagi pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.