Minggu, 19 April 2026
  • Home
  • NASIONAL
  • Pengusaha Tajir ini Siapkan Rp 5 Miliar untuk Tangkap Dalang Terorisme
Jumat, 18 Mei 2018 07:48:00

Pengusaha Tajir ini Siapkan Rp 5 Miliar untuk Tangkap Dalang Terorisme

Oleh: Redaksi
Jumat, 18 Mei 2018 07:48:00
BAGIKAN:
pPengusaha Sam Aliano.(Foto:Jpnn)

JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Aksi kelompok teroris di beberapa kota di Indonesia menjadi perhatian masyarakat luas. Salah satunya adalah pengusaha Sam Aliano.

Ia merasa geram dengan adanya aksi terorisme yang gencar dilakukan jelang bulan Ramadan. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa teroris tak menghargai umat Islam.

“Ini Ramadan loh, ini bulan suci. ISIS tidak menghargai umat Islam atau bulan suci. Mereka masih melakukan teror,” tegasnya dalam jumpa pers di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018), dilansir jpnn.com.

Tak hanya itu, Sam Aliano juga telah menyiapkan sejumlah hadiah untuk warga yang berhasil meyerahkan dalang aksi terorisme tersebut ke polisi.

Bahkan, ia juga menaikkan nominalnya. Jika sebelumnya Rp 1 miliar, pengusaha tersebut menaikkannya menjadi Rp 5 miliar.

“Demi rakyat saya siapkan hadiah sayembara, saya naikin dari RP 1 miliar menjadi Rp 5 miliar. Ini ada 2 koper, masing-masing di dalamnya ada Rp 2,5 miliar.” tuturnya.

Ketua Pengusaha Muda ini melanjutkan, ia akan menyerahkan hadiah tersebut bagi yang bisa menyerahkan pelaku ke polisi dalam waktu 5 x 24 jam.

“Saya siap menyerahkan uang ini kepada warga yang bisa menyerahkan otak teroris kepada kepolisian dalam waktu 5 x 24 jam. Saya harap cepat ditangkap sebelum pergi ke luar negeri,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa ISIS adalah Al-qaeda dari kelompok wahabisme yang dibentuk oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Arab Saudi 75 tahun yang lalu.

“Jadi wahabi, ISIS atau Al-qeda tidak memiliki sejarah dan bukan agama Islam. Saya ingin gantung otak teroris di Monas,” katanya lagi.

Selain menyiapkan hadiah senilai Rp 5 miliar. Sam Aliano mengaku telah melayangkan protes terhadap Youtube, Telegram, dan Facebook. Pasalnya, perusahaan-perusahaan tersebut memfasilitasi para teroris.

“Teroris belajar membuat bom dari Youtube. Saya akan tutup kantor Facebook satu jam setelah pelantikan saya sebagai Presiden,” tegasnya.***

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Diskannak Siak Siapkan Anggaran Rp1,2 M Untuk Pengadaan 26 Unit Kapal Fiber1GT

    9 tahun lalu

    Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) akan segera merealisasikan penyaluran bantuan Kapal Fiber1GT untuk para nelayan (kelompok perikanan tangkap, red) yang ada di Tiga Kecamatan.

  • Gubernur Aceh Minta 8 Persen dari Setiap Proyek Dana Otsus Aceh

    8 tahun lalu

    Irwandi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap alokasi dana otonomi khusus Aceh tahun anggaran 2018. Ia turut terjaring operasi tangkap tangan KPK di Banda Aceh pada Selasa malam dan dalam operasi itu disita barang bukti berupa uang ratusan

  • Notaris Neni Lolos dari Eksekusi JPU

    10 tahun lalu

    Untuk kali kedua, notaris senior Neni Sanitra lagi-lagi "lolos" dari eksekusi Jaksa Penuntut Umum (JPU). Padahal, terpidana satu tahun terkait perkara pemalsuan akta perjanjian tersebut harusnya sudah berada di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan

  • Layak kah Wabup Bengkalis Muhammad Dipenjara KPK?

    10 tahun lalu

    POROSRIAU.com- Riau dikenal dengan sebutan “Petro Dollar” karena kaya dengan minyak bumi dan perkebunan kelapa sawit.“Atas minyak, bawah minyak” kerap terdengar istilah ters

  • Jemput Bola Kejar Dana APBN, Wakil Bupati Dan Ketua DPRD Meranti Beserta Kepala Desa Sambangi Beberapa Kementrian

    8 tahun lalu

    Kondisi APBD Kepulauan Meranti yang terus menurun kini berkisar diangka 1.1 Triliun rupiah dinilai tak cukup untuk menggesa pembangunan Kabupaten dalam rangka mengejar ketertinggalan, apalagi sebagai Kabupaten baru yang masih seumur jagung.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.