Sabtu, 02 Mei 2026
  • Home
  • NASIONAL
  • Resmi Jadi Cebong, Hasto Yakin Kapitra Tak Akan Dukung Rizieq
Selasa, 24 Juli 2018 23:01:00

Resmi Jadi Cebong, Hasto Yakin Kapitra Tak Akan Dukung Rizieq

Oleh: Redaksi
Selasa, 24 Juli 2018 23:01:00
BAGIKAN:
Kapitra Ampera bertemu elite PDIP. (CNN Indonesia)

JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Sekretaris Jendral PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto merespons pernyataan Kapita Ampera yang mengaku tetap mendukung Rizieq Shihab bila tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu maju di pemilihan presiden 2019, meskipun kini berada di kubu PDIP.

Hasto menegaskan bahwa alasan Kapitra menjadi caleg dari PDIP karena partai tersebut sudah memiliki kejelasan untuk mengusung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.

Menurutnya, Kapitra merasa kecewa terhadap rencana para partai politik yang berencana mengusung Rizieq namun tak kunjung melakukan deklarasi menetapkannya sebagai capres.

"Pada akhirnya lebih memilih untuk berjuang bersama-sama dengan PDIP, menjadikan Indonesia sebagai rumah bersama, termasuk di dalamnya berjuang untuk memenangkan Presiden Jokowi di Pilpres 2019," ujar Hasto dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (24/7).

 

Hasto mengklaim Kapitra justru mendukung Jokowi di Pilpres 2019 mendatang guna merespon kekecewaannya tersebut.

Dukungan itu, kata Hasto, terlihat dari pernyataan Kapitra soal kesiapannya untuk dipanggil 'Cebong' karena memilih sebagai caleg PDIP.

"Dukungan Kapitra untuk upaya pemenangan Presiden Jokowi bisa disimak dari pernyataannya: "Please Call Me Cebong". Itu pernyataan yang menunjukkan totalitas atas keputusan politik yang diambilnya," pungkas Hasto.

 

Sebelumnya, Kapitra menyatakan dirinya siap dipanggil dengan sebutan 'Cebong' sebagai konsekuensi terhadap pilihannya untuk masuk sebagai bakal calon legislatif dari PDIP. 

"Please, call me cebong. Hari ini saya menjadi cebong. Silahkan panggil saya cebong," ucap Kapitra di kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Diketahui, 'kecebong' sendiri merupakan sebutan yang kerap muncul bagi pendukung Presiden Joko Widodo di media sosial. Sementara pendukung tokoh selain Jokowi kerap disebut 'kampret'.

Kapitra sendiri telah menyatakan tetap mendukung Rizieq Shihab bila tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu maju di pemilihan presiden 2019, meskipun Kapitra kini berada di kubu PDIP.

"Kalau calonnya Habib Rizieq, tenang, saya akan bela Habib Rizieq. Kalau pak Jokowi lawan Habib Rizieq saya izin ke PDIP saya pilih Habib Rizieq," kata Kapitra.***

Editor: chaviz

Sumber: CNN Indonesia

  Berita Terkait
  • Politikus Gerindra: Yusril Dibutuhkan Jokowi Rengkuh Ummat Islam, Tapi itu Tak Berpengaruh

    8 tahun lalu

    Keberadaan Yusril Ihza Mahendra di kubu Jokowi, dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono adalah untuk meraih suara ummat Islam dan menepis citra negatif anti Islam. Mengingat Yusril selama ini mendukung Rizieq Shihab hingga HTI

  • Masyarakat Tambang Berebut Jadi Tim Zulher & Dasril

    10 tahun lalu

    Dalam rangka menguatkan sosialisasi dan kampanye, Paslon Bupati-Wakil Bupati Kampar, Drs H Zulher MS-Dasril Affandi SH MH melakukan konsolidasi tim di tingkat Kecamatan. Kecamatan Tambang menjadi kecamatan pertama yang melakukan konsolidasi.

  • Kabareskrim: Ahok Resmi Jadi Tersangka Kasus Penistaan Agama

    10 tahun lalu

    Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukamto mengumumkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) resmi menjadi tersangka dalam kasus penistaan agama. Pengumuman itu disampaikan di Rupatama Mabes Polri.

  • Pol Espargaro Kecewa Tak Dilirik Sebagai Pengganti Lorenzo

    9 tahun lalu

    POROSRIAU.COM-- Bos Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal, mengatakan Pol Espargaro kecewa berat kepada Tim Garpu Tala yang tak memperhitungkan dirinya sebagai pengganti Jorge Lorenzo. Hal itu juga yang membuat Espargaro memilih hengkang ke KTM pada Moto

  • Hendrivon Terpilih Jadi Ketua PWI Solsel Periode 2017-2020

    9 tahun lalu

    Konferensi yang dihadiri pengurus PWI Sumatera Barat itu, diawali dengan melakukan penjaringan calon ketua. Kemudian dilanjutkan, dengan sidang pleno pemilihan hingga ditetapkan ketua terpilih melalui aklamasi.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.