Rabu, 21 Oktober 2026
  • Home
  • NASIONAL
  • Tak Tanggung-Tanggung, Ada Korupsi Bernilai Rp4,6 Triliun Tengah Disidik KPK
Rabu, 30 Agustus 2017 07:07:00

Tak Tanggung-Tanggung, Ada Korupsi Bernilai Rp4,6 Triliun Tengah Disidik KPK

Oleh: Redaksi
Rabu, 30 Agustus 2017 07:07:00
BAGIKAN:
int
Direktur Penyidikan KPK, Brigadir Jenderal Aris Budiman

JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal Aris Budiman mengatakan ada kasus korupsi yang sedang ditangani KPK. Tidak tanggung-tanggung, jumlah korupsi ini mencapai Rp4,6 triliun.

Hal itu dikatakan Aris ketika ‎rapat dengar pendapat umum dengan Panitia Khusus Angket KPK, Selasa (29/8/2017) malam. Namun, dia tidak merinci perkara yang dimaksud.

"Perkara apa itu?" kata Wakil Ketua Pansus Angket KPK Masinton Pasaribu di dalam rapat.

"Tidak bisa saya katakan," kata Aris.

Usai rapat, Aris dikonfirmasi lagi perihal perkara ini. dia mengatakan, kasus ini sudah lama disidik. Kata dia, kasus ini sempat mengalami kendala karena adanya keterbatasan.

"Ini sudah lama penyidikannya. Penyidik Polri yang memulai penyidikannya sendiri dengan keterbatasan dan sampai sekarang (belum)," kata Aris usai rapat.

Dia enggan berkomentar lebih jauh terkait masalah ini. Sebab, kasus ini masih dalam penanganan dan bila diungkap akan berpengaruh kepada keamanan penyidik dan keamanan perkara serta kelanjutan kasus tersebut.

"Itu masih penyidikan. Saya tidak mau Berkomentar, saya cuma mau memberikan perbandingkan bahwa  ‎ada kasus yang kami tangani," kata dia.(Suara)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Darurat Korupsi

    10 tahun lalu

    KASUS korupsi kembali mencuat. Tak tangung-tanggung kerugian negara mencapai Rp 2,3 triliun terkait pengadaan proyek KTP elektronik. Meski sedang gonjang ganjing pilkada serentak putaran kedua di DKI Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak memed

  • Peduli Sampah, Mampu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Riau

    3 tahun lalu

    Melalui sejumlah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan hulu migas terkemuka di Indonesia ini terus berupaya memperhatikan aspek lingkungan di tengah operasi yang andal dan selamat dalam menjaga ketahanan energi nasional.

  • KPK Sembunyikan 14 Nama Pengembali Uang Suap e- KTP

    10 tahun lalu

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode Muhammad Syarif mengatakan, KPK sengaja merahasiakan nama 14 pihak pengembali uang suap e- KTP dalam persidangan sebagai bentuk perlindungan.

  • Gunakan Timbunan Limbah, CEO Wilmar Group Kuok Khoon Hong Diminta Diperiksa

    satu bulan lalu

    Sepertinya tidak kapok terjerat kasus, PT Wilmar Group yang menjadi ‘pesakitan’ dalam kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah dan dilakukan penyitaan Rp 11,8 triliun. Perusahan terbesar dalam pengolah CPO beserta tur

  • Jika Langgar Aturan, Wabup Tak Segan Copot Jabatan Pegawai

    10 tahun lalu

    MERANTI (PR) - Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Said Hasyim serius melihat dan mengamati prilaku pegawai dilingkungan Pemkab. Meranti, dirinya tak ingin kerusuhan di Meranti yang terjadi baru-baru ini terulang, dan ditakutkan kerusuhan justru t

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.