PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Meningkatnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru hingga mencapai angka 166 kasus, ditanggapi Pj Walikota Pekanbaru, Edwar Sanger. Edwar Sanger mengimbau masyarakat, khususnya Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru agar meningkatkan kewaspadaan, serta mendeteksi dari dini penyakit yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrim.
"Aparatur kesehatan di Kota Pekanbaru untuk meningkakan kewaspadaan, kesiapsiagaan deteksi dini dan pengawasan terhadap penyakit yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrim tersebut. Kemudian melakukan kegiatan etiomologi pada kasus tersangka yang diakibatkan oleh cuaca ekstrim tersebut, jika itu terjadi," ungkap Edwar Sanger ketika di wawancara di Kantor Walikota Pekanbaru, Jum'at (24/3/2017).
Bukan itu saja, Pj Walikota Pekanbaru menginstruksikan kepada aparatur kesehatan agar menjalin komunikasi serta memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit menular yang diakibatkan oleh cuaca ekstrim.
"Kemudian melakukan survei penyakit menular dengan cepat, tepat, benar dan berkualitas. Melaksanakan komunikasi dan informasi kepada masyarakat tentang penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh cuaca ekstrim tersebut," ujar Pj Walikota Pekanbaru.
Pada masyarakat, Pj Walikota mengimbau, apabila menemukan adanya penyakit menular, segera melaporkannya kepada Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.
"Segera melaporkan apabila ditemukan kasus (penyakit menular,red) kepada Dinas Kesehatan Pekanbaru Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Hal ini kita harapkan siaga cepat dari pada aparatur kesehatan yang berada dilapangan," kata Pj Walikota, Edwar Sanger.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hingga minggu ke 11 tahun 2017 saja, total kasus DBD di Pekanbaru mencapai 166 kasus. Sebelumnya kasus DBD hanya 149 kasus.
Informasi ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Helda S Munir kepada wartawan, Selasa (21/3/2017) lalu.
"Minggu lalu 149 kasus. Minggu ini ada 166 kasus," ungkap Helda S Munir.
Jumlah ini bertambah 17 kasus jika dibanding minggu ke 10 yang masih 149 kasus. Kecamatan Bukit Raya saat ini tertinggi kasus DBD, dengan total kasus sebanyak 37 kasus.
Kasus DBD ini bisa ditekan jika masyarakat ikut andil dengan cara berprilaku hidup sehat. Untuk itu masyarakat diimbau untuk melakukan 3 M plus agar bisa memutus mata rantai penyebaran DBD.
Diskes menyebut, abate dan racun malation yang dipakai untuk satu tahun ke depan, sudah disiapkan Diskes. Tetapi untuk penggunaan itu harus tetap melakukan fogging sesuai standard operating procedure (SOP).
"Apabila ada kasus, Diskes lakukan penyelidikan etiomologi. Jika dinyatakan ada jentik nyamuk, baru dilakukan fogging," terang Helda.
Dikatakan Helda, korban yang rawan diserang DBD di dominasi oleh anak-anak usia 0 sampai 14 tahun. Ia menyebut, sudah mempersiapkan surat edaran yang nantinya akan dikirim ke seluruh Camat se Kota Pekanbaru. Surat edaran tersebut berisi sejumlah instruksi dan imbauan yang harus dilakukan oleh Samat dan lurah untuk menekan angka DBD.
Surat edaran yang akan dikirimkan ke seluruh Camat berisi imbauan kepada masyarakat agar berperilaku hidup sehat dan mengalakkan program satu rumah satu jumantaik dan pemasangan lavitrap.(fir)
Data DBD Hingga Minggu Ke-11 2017
Kecamatan Sukajadi 3 orang
Kecamatan Senapelan 5 orang
Kecamatan Pekanbaru Kota 8 orang
Kecamatan Rumbai Pesisir 13 orang
Kecamatan Rumbai 7 orang
Kecamatan Limapuluh 9 orang
Kecamatan Sail 2 orang
Kecamatan Bukit Raya 37 orang
Kecamatan Marpoyan Damai 24 orang
Kecamatan Tenayan Raya 18 orang
Kecamatan Tampan 24 orang
Kecamatan Payung Sekaki 16 orang
Total 166 orang