Senin, 20 April 2026
Kamis, 27 Juli 2017 11:39:00

Ade Hartati Peduli Nasib Tina

Oleh: eza
Kamis, 27 Juli 2017 11:39:00
Ade Hartati: Jangan sampai tidak sekolah, karena mata rantai kemiskinan akan kita putus
BAGIKAN:
eza
Anggora DPRD Provinsi Riau, Ade Hartati Rahmad Mpd beserta Lembaga Bantuan Perlindungan Perempuan dan Anak Riau (LBP2AR), Rosmaini mendatangi rumah dan melihat langsung keadaan Kristina (

PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Didera kemiskinan dan wujud kepedulian kepada sesama, kali ini Anggora DPRD Provinsi Riau, Ade Hartati Rahmad Mpd beserta Lembaga Bantuan Perlindungan Perempuan dan Anak Riau (LBP2AR), Rosmaini mendatangi rumah dan melihat langsung keadaan Kristina (30) warga Kelurahan Pesisir Kedamatan Lima puluh, Rabu (26/7)

Bersmaa anak anaknya, Kristina bercerita masa kelam yang ia jalani bersama sang suami yang pergi entah kemana. Tanpa diduga air matanya pun terlihat menetes karena terharu melihat orang yang peduli kepada ia dan buah hatinya.

"Anak anak saya semua sudah tidak ada yang sekolah, kalau niat mereka ada. Tapi karena tidak ada biaya semua putus sekolah," jelas Tina. 

Menaggapi hal itu Anggota DPRD Provinsi Riau Ade Hartati langsung meminta kepada RT setempat Samsu agar mempermudah jalur urusan Identitas Tina seperti kartu tanda penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan lainnya yang telah lama tak berfungsi.

Selain itu dalam kunjungan tersebut Fraksi partai amanat nasional (PAN) itu juga memberikan berupa sumbangan seperti beras, indomie, sarden dan kebutuhan lainnya.

"Jangan dinilai dari barangnya yang penting, pesan-pesan saya anak-anak jangan sampai tidak sekolah kalau tidak mampu lapor, karena mata rantai kemiskinan akan kita putus," kata Ade.

Ade mengingatkan apabila terjadi kendala dalam pengurusan itu diminta agar melaporkan kembali kepada pihaknya. Atas kondisi ini anak-anak jangan sampai tidak sekolah dan tidak bisa makan dan berobat.

"Semua harus sekolah karena kalau tidak angka kemiskinan akan begini terus, ibu juga harus yakin insya Allah akan ada jalannya," pesan Ade lagi.

Selain itu melihat pekerjaan Tina yang sehari harinya bekerja sebagi buruh cuci untuk menafkahi anak-anaknya. Ade juga menawarkan untuk usaha sampingan.

"Kalau ibuk mau, kami akan masukkan ke lembaga pelatihan sebagai tambahan ekonomi," ujarnya lagi.

Sementara itu Ade juga meminta agar Tina untuk menyekolahkan anak-anaknya harus mempunyai keyakinan, sebab anak kata Ade adalah titipan yang sangat mulia.

"Sama seperti barang, kalau masalah uang sekolah ibuk tidak usah pikirkan, semua akan dipasilitasi," jelasnya.

Selain itu Lembaga Bantuan Perlindungan Perempuan dan Anak Riau (LBP2AR) Rosmaini didampingi Wakil Ketua LBP2AR Mirsal juga menyarankan agar anak-anak yang telah dititipkan agar tidak dilakukan kekerasan.

"Jangan lakukan kekerasan, ibuk harus kuat semoga anak-anak nantinya sukses tanpa didanpingi suami," Singkatnya.

Disamping itu Kristina yang penuh haru mengungkap rasa terimakasihnya kepada Anggota DPRD dan Lembaga Bantuan Perlindungan Perempuan dan Anak Riau (LBP2AR). "terima kasih banyak mudah-mudahan dengan bantuan ini anak saya dapat sekolah kembali," Ujarnya. (Eza)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Zul As Belum Tepati Janji Bayar Gaji Honorer Sesuai UMK

    10 tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU.com) - Sejumlah janji yang digadang-gadang oleh Wali Kota Dumai, H Zulkifli As sewaktu melakukan kampanyenya bersama pasangan Eko Suhardjo yang akan bertarung di Pilkada Dumai tahun 2015 lalu ternyata masih belum ditepatinya, Salah satunya

  • Pegawai Honor Tuntut Janji Walikota

    10 tahun lalu

    Memang nasib orang kecil, selalu di bohongi dengan janji. setelah duduk semua janji diingkari . sang Dewa yang peduli dan beri solusi kini ingkar ...." .

  • THL Kebersihan Ngadu dengan Isak Tangis

    9 tahun lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Dalam kampanye dialogis pasangan nomor 5 Calon Walikota, Destrayani Bibra dan calon Wakil Walikota, Said Usman Abdullah (SUA) di jalan Cegkeh Kecamatan Bukit Raya, ratusan Tenaga Harian Lepas (THL) Kebersihan Pekanbaru ngadu kep

  • Wakapolresta Pekanbaru Kunjungi Anak Penderita Kelainan Penyakit Kulit Di RSUD Arifin Ahmad

    9 tahun lalu

    Kedatangan Wakapolresta Pekanbaru tersebut bermaksud ingin melihat keadaan Ananda Hafizi yang saat ini di diagnosa kelainan penyakit kulit.

  • Mak Boy, Nenek Renta Usia 84 Tahun Ini Harus Sandarkan Hidup Dari Belas Kasihan Warga

    9 tahun lalu

    Nasib malang dan menyedihkan diterima oleh nenek renta usia 84 tahun bernama Darwiza biasa di kenal Mak Boy. Pasalnya di umur yang sudah senja ia terpaksa menggantungkan hidup dari belas kasihan orang lain.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.