Senin, 30 Januari 2017 16:11:00
Di Kampanye BISA
THL Kebersihan Ngadu dengan Isak Tangis
Oleh: Eza
Senin, 30 Januari 2017 16:11:00
" Kami Trauma, Siang Malam Kerja Gaji Tak Dibayar"
PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Dalam kampanye dialogis pasangan nomor 5 Calon Walikota, Destrayani Bibra dan calon Wakil Walikota, Said Usman Abdullah (SUA) di jalan Cegkeh Kecamatan Bukit Raya, ratusan Tenaga Harian Lepas (THL) Kebersihan Pekanbaru ngadu kepada pasangan BISA. Curhat THL kebersihan ini diwarnai dengan isak tangis para THL Kebersihan yang merintih terhadap nasib yang dialaminya saat ini.
Dalam curhatnya, perwakilan THL Kebersihan Pemko Pekanbaru, Hasan, bercerita, 5 tahun kepemimpinan dahulu hingga sekarang, berbagai persoalan dan masalah terus menimpa mereka. Mulai dari gaji yang tidak dibayar, gaji yang dibayar dibawah UMK sampai ratusan THL yang dirumahkan.
"Sejak kepemimpinan Herman Abdullah berganti dengan kepimpinan yang baru, kami bekerja seperti biasa dan bekerja berdasarkan domisili di setiap kecamatan masing-masing," Kata Hasan, dalam penyampaiannya di kampanye dialogis Bibra-Said (BISA).
Setelah bekerja beberapa tahun bekerja, Pemko Pekanbaru membuat kebijakan baru dengan melakukan proyek sampah yang di swastanisasikan melalui pihak ketiga. Dari proyek Multiyears ini, banyak persoalan bermunculan.
"Sampai sekarang kami trauma dan tidak hilang-hilang dimana gaji kami tidak dikeluarkan sampai saat ini. Kami dipaksa dan disuruh bekerja siang malam," ucap Hasan dengan suara terisak-isak.
Sampai kota Pekanbaru diteror tumpukan sampah di semua kecamatan buntut dari mogok dan demo petugas kebersihan, akhirnya Pemko Pekanbaru menyerah dan mengembalikan ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).
"Sudah 6 bulan beranjak, kondisinya malah makin tragis, banyak teman-teman kami yang dirumahkan, terutama petugas taman banyak yang belum bekerja," ungkapnya.
Tak cukup sampai disitu, kembali serangan masalah bermunculan. THL kebersihan dibayar gaji Rp1,8 juta dari sebelumnya berjumlah Rp2,1 juta yang berstandar UMK pada saat itu.
"Di kontrak yang baru sekarang, dibunyi perjanjian surat pernyataan nomor 6, apabila kecelakaan kami tidak berhak menuntut pihak pertama (Pemko Pekanbaru,red). THL tidak mempunyai kekuatan apapun. Sekarang ini kita banyak bersabar saja," terangnya.
Nuansa Bisnis Tinggi
Calon Wakil Wali Kota Pekanbaru nomor urut 5, Said Usman Abdullah (SUA) menjawab curhat yang disampaikan perwakilan petugas kebersihan tersebut. Disebutkannya bahwa tidak hanya sektor kebersihan saja yang bermasalah. Menurutnya, banyak persoalan lain di Kota Pekanbaru saat ini juga diterpa cobaan. Terutama yang berhubungan dengan kesejahteraan.
"Sudah banyak sederet masalah di kota ini, mulai dari TBK PNS yang tidak dibayar, dana sertifikasi guru, dan pembangunan yang dibuat tidak ada yang selesai," paparnya.
Dari data yang diterimanya, hingga saat ini Pemko Pekanbaru berhutang hingga ratusan miliar. Persoalan ini buntut dari proyek-proyek bangunan yang dibangun menyedot APBD Kota Pekanbaru dan berujung mangkrak nya pembangunan di tengah jalan.
"Kota ini sudah bangkrut. Saya bagian dari anggota DPRD yang berhenti untuk menyelamatkan kota ini. Kalau saya tidak peduli untuk apa saya berhenti. Saya sampai dikucilkan di legislatif oleh kelompok-kelompok pemerintah karena proyek sampah Rp58 Miliar itu," jelasnya.
Dia menjelaskan, persoalan ini disebabkan karena kinerja pemerintah yang bekerja dengan tangan besi sehingga kota pekanbaru saat ini sudah jungkir balik.
"Ini sebenarnya kena di perencanaan. Selama ini kota Pekanbaru mendapat adipura dibidang kebersihan, tiba-tiba dipihak ketigakan yang kantornya tidak ada sama sekali. Nuansa bisnisnya tinggi sekali," pungkasnya. (Eza)
Editor: Chaviz
Isak Tangis H. Syahril Warnai Wisuda 108 Mahasiswa STAI-NH 12 Diantaranya Lulus Comlaude
8 tahun laluSELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - Prosesi Wisuda 108 Mahasiswa STAI-NH Selatpanjang yang 12 diantaranya lulus Comlaude, pada Rabu (20/12/2017) , diwarnai isak tangis Ketua Yayasan Pondok Pesant
PLT Sekda Cemas Pohon Jalan Rusak
10 tahun laluKami sudah berkeliling di sejumlah kawasan dan mendapati banyak sekali pohon-pohon yang sudah tumbuh besar, namun dikikis kulitnya dan bahkan menebanginya. Kami harapkan hal ini tidak lagi dilakukan, karena akan menimbulkan kematian pada pohon,"
Warga Simpang Tiga, Siap Menangkan Paslon Nomor 5
9 tahun laluPEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Dalam kampanye pasangan nomor urut 5 yakni Pasangan Bibra-Said di RW 18 RT 5 Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya warga menyatakan siap menangkan pasangan nomor urut 5.
Masyarakat Pungkat Kembali Demo Kantor Bupati
9 tahun laluTEMBILAHAN(POROSRIAU.COM) - Ratusan masyarakat Desa Pungkat Kecamatan Gaung kembali melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (11/1/2017).Sebab hingga saat ini, persoalan antara PT Setia Agrindo Lestari (SAL) dengan masyara
Izin Mati Dua Tahun, Kimteng Tetap Beroperasi
9 tahun laluPEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Walau izin yang dikantongi mati selama dua tahun, namun kedai kopi Kimteng di Jalan Senapelan, Kecamatan Senapelan yang dianggap menjadi ikon Kota Pekanbaru, tetap beroperasi.









