Selasa, 02 Juni 2026
Jumat, 04 November 2016 10:50:00

Harga Cabai Meroket Hingga Rp 100 Ribu Perkilo

Oleh: Firman
Jumat, 04 November 2016 10:50:00
Bulog Riau Belum Gelar Intervensi Pasar
BAGIKAN:

PEKANBARU (porosriau.com) - Harga cabai merah di Kota Pekanbaru saat ini melonjak drastis. Dari semula harga normal Rp 35 ribu per kilogram, kini cabai merah asal Sumatera Barat (Sumbar) mencapai Rp 100 ribu per kilogram, sedangkan cabai asal Sumatera Utara sebesar Rp 90 ribu perkilogram.

Kenaikan harga cabai ini dikeluhkan ibu rumah tangga. Seperti diungkapkan Elvi, warga Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan. Dikatakan Elvi, dirinya tahu harga cabe naik setelah berbelanja ke warung yang ada di dekat rumahnya.

"Harga cabai merah kotak (Sumatera Utara,red) Rp 90 ribu perkilonya, sedangkan cabai asal Sumbar Rp 100 ribu perkilo. Gawat ini. Beras pun naik. Kalau semua harga bahan pokok naik susah juga kita ibu rumah tangga ini," ungkap wanita dua anak ini.

Kendati kenaikan cabai merah di atas 50 persen, Badan Urusan Logistik (Bulog) masih belum turun tangan intervensi pasar. Padahal ketika harga bawang merah, daging sapi, dan gula pasir melonjak, perusahaan plat merah ini langsung gelar operasi pasar (OP).

Kepala Bagian (Kabag) Humas Bulog divre Riau dan Kepri, Hendra Gunafi membenarkan pihaknya belum intervensi pasar. “Sampai saat ini sifatnya kita memantau. Ada tim analisa harga yang selalu berikan laporan,” ungkap Hendra ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (02/11).

Ketika ditanya mengapa Bulog belum Ikut campur, Hendra menjelaskan bahwa sebagai BUMN, pihaknya mesti ada intruksi dari pusat. “Kita menunggu dari pusat, sistemnya sentralisasi. Semua kebijakan termasuk intervensi pasar semuanya dari pusat. Kita tidak bisa tanpa ada intruksi dari pusat,” jelasnya.

Hendra hampaikan saat ini pihaknya belum bisa berbuat banyak. “Meski begitu laporan harga selalu kita sampaikan ke pusat. Mudah-mudahan diputuskan dan ada solusi. Apalagi kita tergabung dalam tim TPIS,” katanya.

Sebagaimana diketahui, penyebab hasil panen berkurang dikarenakan cuaca buruk yang mengganggu produksi tanaman holtikultura ini. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau disebut dalam waktu dekat menggelar rapat bersama dengan Disperindag seluruh kabupaten dan kota. Membahas fenomena harga cabai merah yang meroket dan mencari solusinya.(fir)

 

Editor: Mus.R

  Berita Terkait
  • Warga Pekanbaru Keluhkan Tingginya Harga Cabe Merah

    10 tahun lalu

    Harga cabe merah di Pekanbaru terus merangkak naik sejak satu bulan belakangan. Berdasarkan pantauan di pasar-pasar oleh Porosriau.com, harga cabai di sejumlah pasar berkisar antara Rp 90 ribu per kilogram (kg) hingga Rp 100 ribu per kg.

  • H.Sukiman Bangga, Koptan Maju Jaya Makmur Berhasil Panen Cabe

    9 tahun lalu

    ROHUL (POROSRIAU.COM)--Kelompok Tani (Koptan) Maju Jaya Makmur Desa Simpang Harapan Kecamatan Tambusai Utara, kabupaten Rokan Hulu (Rohul), melakukan panen perdana kebun cabai seluas satu hektar, Selasa siang (7/2/2017).

  • Harga Cabai di Pekanbaru Anjlok

    9 tahun lalu

    Di bulan ramadhan, harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Pekanbaru anjlok, menjadi rata-rata Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram.

  • DPP Pekanbaru: Stok Terbatas Penyebab Naiknya Harga Kebutuhan Pokok

    8 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Naiknya harga sejumlah bahan pokok, seperti cabe merah, bawang merah dan daging ayam, disebabkan oleh hukum pasar. Yang mana terbatasnya stok dan permintaan atas kebutuhan bahan pokok tidak menurun.

  • Menuju Swasembada Pangan, Pemkab Rohil Berbenah Disektor Pertanian Dan Perkebunan

    9 tahun lalu

    Program ketahanan pangan dimasa kepemimpinan Bupati Rohil H Suyatno terus mengukir prestasi dengan keberhasilnya membina berbagai kelompok tani dalam memachttp://porosriau.com/editor/kcfinder/upload/images/BUP12.pngu peningkatan sektor pertanian hingga pe

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.