Jumat, 04 Desember 2020
  • Home
  • PEKANBARU
  • KAO, Apical dan Asian Agri Luncurkan Program SMILE Secara Virtual
Rabu, 28 Oktober 2020 11:42:00

KAO, Apical dan Asian Agri Luncurkan Program SMILE Secara Virtual

Rabu, 28 Oktober 2020 11:42:00
BAGIKAN:
PEKANBARU (POROSRIAU.COM - Kao Corporation, Apical Group dan Asian Agri, tiga perusahaan terkemuka dalam industri kelapa sawit, besok, Rabu (28/10/2020) akan meluncurkan inisiatif baru di bidang keberlanjutan untuk membantu petani swadaya kelapa sawit di Indonesia dalam meningkatkan produktivitas, memperoleh sertifikasi internasional dan mendapatkan premi dari penjualan minyak sawit yang bersertifikat secara virtual melalui aplikasi zoom.
 
Webinar besok akan dihadiri Kelvin Tio, Managing Director of Asian Agri, Dato Yeo How, President of Apical Group dan Masakazu Negoro, Managing Executive Director Officer Kao Corporation, Bakhtiar Talhah, COO RSPO, Nurbaya Zulhakim, Direktur Yayasan Setara Jambi dan H Sutuyo, Ketua ASPEKPIR Riau akan memberi kesempatan bagi rekan media mendapatkan perspektif para pemangku kepentingan di bidang keberlanjutan dan pemberdayaan petani kelapa sawit Indonesia.
 
Demikian dijelaskan Maria Sidabutar, Head of Corporate Communications melalui email yang dikirimkan ke redaksi halloriau, kemarin.
 
Tertulis dalam email, peluncuran inisiatif keberlanjutan SMILE akan diselenggarakan secara virtual pada 28 Oktober 2020, pukul 10.00 - 12.00 WIB.
 
SMILE atau Smallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment adalah program kolaborasi antara Kao corporation sebagai produsen hilir, Apical Group sebagai midstream processor, eksportir, dan trader dan Asian Agri sebagai produsen hulu.
 
Inisiatif yang akan berlangsung selama 11 tahun ini berupaya untuk membangun rantai nilai minyak sawit yang lebih berkelanjutan melalui kerja sama dengan petani swadaya. Hal ini didukung oleh petani swadaya yang telah berkontribusi di atas 28% dari keseluruhan pasar minyak sawit di Indonesia*1.
 
Kolaborasi ini dibentuk setelah melihat adanya kendala yang dialami petani swadaya sebagai pengusaha swasta dalam meningkatkan produktivitas kebun mereka akibat keterbatasan pengetahuan dan kemampuan teknis.
 
Sebagai minyak nabati yang paling banyak digunakan di dunia, minyak sawit memiliki berbagai jenis kegunaan seperti untuk makanan olahan, minyak goreng, bahan baku biodiesel, dan bahan baku pembuatan deterjen. Keragaman fungsi ini membuat produksi minyak sawit global dapat mencapai 75 juta ton per tahun*2 dan diprediksi akan mencapai 111.3 juta ton di tahun 2025*3.
 
Indonesia saat ini memberikan fokus yang lebih besar dalam meningkatkan produktivitas minyak sawit dengan meminimalisir kebutuhan ekstensifikasi lahan pertanian yang ada. Hal ini tidak hanya membantu menjaga ketahanan pangan tetapi juga menyeimbangkan kebutuhan sosial, lingkungan dan ekonomi
 
Kao Corporation, Apical Group, dan Asian Agri melaksanakan aktivitas sesuai dengan kerangka kerja yang disediakan oleh RSPO dan memastikan penelusuran hingga ke perkebunan kelapa sawit untuk membangun rantai pasokan yang ramah secara lingkungan dan sosial.
 
Di saat industri kelapa sawit telah bergerak maju dengan skema sertifikasi nasional seperti ISPO dan internasional seperti RSPO, sertifikasi untuk petani swadaya baru mencapai momentum. Oleh karena itu, SMILE hadir untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan petani swadaya melalui kemitraan dan pemanfaatan pengalaman dan keberhasilan Asian Agri yang telah membangun kemitraan jangka panjang bersama petani swadaya.
 
SMILE akan mengerahkan tim ahli yang berpengalaman luas di bidang manajemen perkebunan dan agronomi untuk bekerja dengan 5.000 petani swadaya yang mengelola 18.000 hektar perkebunan di Provinsi Sumatera Utara, Riau dan Jambi. Melalui berbagai seminar dan lokakarya yang dirancang khusus, tim SMILE akan:
 
Mengedukasi petani tentang cara meningkatkan produktivitas, mengelola perkebunan secara berkelanjutan, dan pentingnya untuk tetap berkomitmen pada praktik-praktik berkelanjutan seperti nol-deforestasi, kebijakan tanpa bakar, dan nol-eksploitasi;
 
Sertifikasi RSPO
Memberikan pelatihan tentang cara menerapkan langkah-langkah keamanan di perkebunan dan peralatan keamanan (termasuk helm pengaman, sarung tangan, dan alat pemadam kebakaran).
 
Peningkatan dan penyediaan peralatan ini akan dilaksanakan dari tahun 2020 hingga 2030 dengan tujuan membantu petani swadaya memperoleh sertifikasi RSPO di tahun 2030. Setelah disertifikasi, petani akan memenuhi syarat untuk menerima premium minyak sawit bersertifikat dengan rata-rata 5% lebih tinggi dibandingkan minyak sawit yang tidak bersertifikat. Sebagai bagian dari persyaratan RSPO dan komitmen perusahaan dalam membantu masyarakat mewujudkan UN Sustainable Development Goals (SDGs), SMILE mengikutsertakan inisiatif yang mempromosikan inklusivitas dan peningkatan mata pencaharian melalui pemberdayaan masyarakat.
 
Pencapaian tujuan peningkatan mata pencaharian petani swadaya ini akan dilakukan melalui peningkatan produktivas dengan nol-deforestasi, nol-lahan gambut, dan nol-eksploitasi. Selama pelaksanaan SMILE, ketiga perusahaan akan secara rutin melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti LSM, NPOs, dan tokoh masyarakat untuk memastikan pelatihan yang kompeten, alokasi peralatan yang memadai, dan penyaluran kebutuhan yang tepat waktu di tingkat perkebunan dan masyarakat, serta optimalisasi kolaborasi dalam membangun rantai pasok yang berkelanjutan dan dapat dilacak.(rilis)
  Berita Terkait
  • Dwi Hartanto Si Jenius 'Penerus BJ Habibie' Ternyata Pembohong

    3 tahun lalu

    Hartanto akhirnya mau mengakui kebohongan mengenai sejumlah klaimnya ke hadapan publik, setelah sejumlah ilmuwan melakukan investigasi mandiri tentang klaim-klaim pemuda itu.

  • Polres Kampar Luncurkan Aplikasi SKCK Online

    4 tahun lalu

    Dalam rangka peningkatan pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis TI, Polres Kampar telah melakukan terobosan dengan pembuatan aplikasi SKCK Online.pada senen tanggal 31/10/2016.

  • Begini Cara Nikahsirri.com Tes Keperawanan Kliennya Sebelum Dilelang

    3 tahun lalu

    Ia sempat memberikan jaminan bahwa bisnisnya itu legal. Tak hanya itu, ia juga menjamin semua laki-laki dan perempuan yang tersedia di lamannya untuk nikah siri merupakan perjaka dan perawan.

  • Bupati Syamsuar: Sertifikat Elektronik Mempermudah Pelayanan Kepada Masyarakat

    3 tahun lalu

    Pemerintah Kabupaten Siak menandatangani perjanjian kerja sama dengan Lembaga Sandi Negara, Selasa (7/11/17). Kerja sama itu untuk menjalankan program sertifikat perizinan elektronik.

  • BRG RI Akan Jadikan Meranti Prioritas Pengembangan Ekosistem Gambut dan Ekonomi Masyarakat

    3 tahun lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Kepala Badan Restorasi Gambut Ir. Nazir Fuad berjanji akan menjadikan Kepulauan Meranti sebagai salah satu daerah prioritas di Indonesia dalam pengembangan ekosistem Gambut

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.