Selasa, 06 November 2018 13:46:00
Politikus Gerindra: Yusril Dibutuhkan Jokowi Rengkuh Ummat Islam, Tapi itu Tak Berpengaruh
Selasa, 06 November 2018 13:46:00
JAKARTA,POROSRIAU.COM-Keberadaan Yusril Ihza Mahendra di kubu Jokowi, dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono adalah untuk meraih suara ummat Islam dan menepis citra negatif anti Islam. Mengingat Yusril selama ini mendukung Rizieq Shihab hingga HTI
Meski begitu dia yakin upaya tersebut tak akan berhasil. Sebagai contoh, ketika pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif dari PDIP, partai pengusung Jokowi, hal itu tak berpengaruh banyak.
“Front Pembela Islam tetap sama kami, massanya Habib Rizieq,” tegas Ferry.
Menurut Ferry, masyarakat tentunya sudah memiliki pengetahuan yang cukup untuk membedakan mana pencitraan Jokowi dan mana yang bukan. Keberadaan Yusril, menurut Ferry, tidak akan memperluas dukungan kelompok Islam bagi Jokowi. Apalagi Yusril hanya bertindak sebagai pengacara profesional, bukan bagian dari tim sukses.
“Ini sama seperti ketika Jokowi memilih Kyai Haji Ma’ruf Amin. Mereka memang merasa ditinggalkan pemilih Islam,” tuturnya.
“Itu hanya simbolis saja. Saya malah kasihan sama yang bersangkutan ketika mereka hanya direkrut sebagai simbol,” imbuhnya.
Mantan Juru Bicara HTI Ismail Yusanto memang mengaku tak keberatan dengan keputusan Yusril menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf. Keputusan Yusril sebagai pengacara profesional, menurut Ismail, tak ada kaitannya dengan perjuangan HTI dalam proses kasasi ke Mahkamah Agung yang masih berjalan.
“Sejauh ini beliau sangat profesional menangani seluruh gugatan hukum kami sejak PTUN, Pengadilan Tinggi, sampai kasasi ini. Kami nggak ada pergantian kuasa hukum,” kata Ismail.
Ismail mengungkapkan, jika maksud kubu Jokowi menggandeng Yusril karena ingin meraup pemilih dari kalangan kelompok Islam di luar NU seperti HTI, menurutnya mustahil.
“Tidak mungkin mendukung seseorang yang sudah melakukan kezaliman kepada kami,” lanjut Ismail.
“Tidak mungkin.”
Keputusan Tepat Mendekatkan PBB Kepada Jokowi
Peneliti Political Literacy Institute Adi Prayitno mengatakan, ada hubungan saling menguntungkan antara Yusril dengan Jokowi-Ma’ruf. Yusril dengan pengalamannya bisa menguatkan masalah hukum yang mungkin akan ramai di Pilpres 2019 mendatang.
Selain itu, Yusril yang juga dekat dengan orang-orang Islam yang terkesan suka meluncurkan kritik keras pada pemerintah. Hal ini menurut Adi, membuat kubu Jokowi seharusnya makin kuat dalam merangkul suara pemilih.
“Itu insentifnya buat Pak Jokowi,” kata Adi.
Sedangkan keuntungan Yusril dan PBB dijelaskan oleh Direktur Indonesia Political Review Ujang Komarudin. Menurut Ujang, keputusan Yusril mendekatkan PBB dengan Jokowi-Ma’ruf sudah tepat. Hal ini karena fokus PBB sekarang berjuang di daerah untuk pileg.
“Karena PBB di kubu Prabowo juga tak mendapat apa-apa,” tegas Ujang.
Menurut Ujang, koalisi Prabowo-Sandi saja sulit untuk membiayai kampanye pilpres. Dia merasa PBB tidak akan tahan bersama dengan Prabowo-Sandi yang bukan mempermudah jalan PBB mengirim perwakilan di DPR, tapi malah membuat PBB bekerja lebih keras.
Sekretaris Jenderal PBB Afransyah Ferry Noer mengakui bahwa pihaknya telah mengadakan komunikasi dengan Prabowo-Sandi maupun Jokowi-Ma’ruf. Namun sampai sekarang Prabowo tak memberikan respon dan didahului oleh Erick Thohir selaku ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf.
Namun Afransyah mengatakan PBB belum resmi mendukung salah satu capres cawapres. “Sikap PBB nanti di Rakornas bulan Desember awal. Kami akan kumpul 514 DPC, 34 DPW, dan DPP yang InsyaAllah tanggap 7, 8 ,9 (Desember),” kata Afransyah.(rdh)
sumber: tirto.id
Beredar Foto Habib Rizieq Ditangkap Kepolisian Arab Saudi
8 tahun laluMuhammad Rizieq Shihab, pemimpin FPI, dikabarkan sempat ditangkap dan dimintakan keterangan oleh aparat kepolisian Arab Saudi.
Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan
9 tahun laluPada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik
Balas Pernyataan Jokowi, Fadli Zon: Diktator Tidak Ditentukan Oleh Tampang
9 tahun laluMenurut Fadli, kediktatoran seorang pemimpin tidak bisa diukur memakai wajahnya melainkan beragam kebijakan yang diterapkannya.
Ditantang, Prabowo: Saya Belum Pantas Jadi Imam
7 tahun laluCalon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto merespons mantan kader Partai Gerindra La Nyala Mattalitti, yang menantangnya menjadi imam salat dan membaca surah Al Fatihah.
Amien Rais dan Prabowo Bertemu di Depan Kakbah
8 tahun laluPOROSRIAU.COM--Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais bertemu di depan Kakbah, Masjidil Haram, Mekkah, Saudi Arabia, Sabtu, 2 Juni 2018. Keduanya bertemu saat sama-sama melaksanakan u









