Jumat, 17 April 2026
  • Home
  • BENGKALIS
  • Berkedok Koperasi Militer, Alfian Diduga Leluasa Tampung Arang Bakau Asal Rupat
Kamis, 26 Juni 2025 09:08:00

Berkedok Koperasi Militer, Alfian Diduga Leluasa Tampung Arang Bakau Asal Rupat

Kamis, 26 Juni 2025 09:08:00
BAGIKAN:
Foto:Net

RUPAT, POROSRIAU.COM - Puluhan hektar lahan mangrove di sepanjang bibir pantai laut pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Riau, terancam musnah.

Pasalnya, puluhan dapur arang ilegal berbahan baku mangrove beroperasi bebas tanpa tersentuh hukum. Dan arang bakau asal Rupat tersebut dibawa untuk eksport ke Jepang hingga korea melalui jalur darat.

Alfian salah satu pengusaha asal jawa, disebut sebut sebagai salah satu penampung besar arang bakau di Rupat dengan modus mitra koperasi militer berkedudukan di Medan Sumatera Utara.

Informasi yang dirangkum media ini, menyebutkan, selain sebagai penampung arang bakau, Alfian dengan kedok koperasi militernya, juga berperan sebagai jasa pengiriman dan transportasi, "Surat jalan barang yang akan dikirim ke Medan dikeluarkan oleh Alfian atas nama koperasi militer, sehingga Alfian leluasa beroperasi dengan imbalan 400 ribu per tonnya " ungkap warga yang pernah terlibat di koperasi tersebut.

Sebelum di berangkat ke daerah tujuan, arang bakau asal Rupat tersebut di simpan terlebih dahulu di salah satu gudang di daerah Bagan Besar kecamatan Bukit Kapur, tepatnya di seputaran water park.

Gudang dan transportasi arang bakau

Untuk mengelabui aparat penegak hukum, Alfian melakukan pengiriman arang bakau yang sudah di paking sebelumnya dengan mengunakan mobil box kampas rokok maupun jenis sabun atau sampo.

"Setiap bulan, puluhan ton, arang disimpan di gudang Bagan Besar untuk bawa ke Medan melalui jalur darat dengan tujuan Korea dan Jepang," ungkapnya.

Selain memanfaatkan koperasi militer, Alfian juga disinyalir bekerjasama dengan lembaga non Goverment sebagai jembatan untuk  mengkondisikan aparat , LSM maupun wartawan selain itu, Alfian juga mengandeng salah seorang pengusaha arang bakau asal Rupat bernama Akup. (saf)

  Berita Terkait
  • Akup dan Irfan Diduga Otak Perambah Hutan Bakau Pulau Rupat

    10 bulan lalu

    RUPAT, POROSRIAU.COM - Perambahan hutan bakau semakin mencemaskan, pasalnya puluhan dapur arang yang beroperasi di sepanjang pantai perairan Rupat kabupaten Bengkalis tidak pernah tersentuh hukum.

  • Pulau Rupat Dikapling-Kapling Pengusaha

    10 tahun lalu

    Ah Kam, pria asli Rupat yang berdomisili di kota Dumai diduga kuat memiliki lahan perkebunan kelapa sawit dan karet mencapai 1.000 hektar berlokasi di Dusun I RT 03/RW 01 desa Dungun Baru

  • Bupati Meranti: Bumdes Harus Mampu Berevolusi dari Unit usaha Tradisional

    8 tahun lalu

    Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si didampingi Ketua PKK Hj. Nirwana Irwan, melakukan peresmian Kantor Badan Usaha Milk Desa (Bumdes) Mandiri, dan Posyandu Kelapa Desa Bokor, bertempat halaman Kantor Bumdes Mandiri, Desa Bokor, Kecamatan Rangsang

  • Pasutri Simpan Setengah Kilogram Sabu Asal Malaysia di Kotak Tusuk Gigi

    9 tahun lalu

    BENGKALIS (POROSRIAU.COM)- Pasangan suami istri berinisial CC (45) dan istrinya BK (30), terpaksa diamankan jajaran Reserse Narkoba Polres Bengkalis, Provinsi Riau. Pasutri yang diduga bandar narkoba itu ditangkap Rabu (21/12/2016), siang tadi bersama set

  • Tanda Tangan Bupati Dipalsukan, Ini Penjelasan Pemkab Bengkalis

    9 tahun lalu

    BENGKALIS(POROSRIAU.COM) - Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, membantah bahwa Bupati Bengkalis Amril Mukminin telah menandatangani persetujuan prinsip pembangunan kepariwisataan di Kecamatan Rupat Utara yang diberikan kepada PT Bumi Rupat Inda

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.