Selasa, 02 Juni 2026
  • Home
  • BENGKALIS
  • Akup dan Irfan Diduga Otak Perambah Hutan Bakau Pulau Rupat
Kamis, 26 Juni 2025 19:33:00

Akup dan Irfan Diduga Otak Perambah Hutan Bakau Pulau Rupat

Kamis, 26 Juni 2025 19:33:00
BAGIKAN:
Foto internet

RUPAT, POROSRIAU.COM - Perambahan hutan bakau semakin mencemaskan, pasalnya puluhan dapur arang yang beroperasi di sepanjang pantai perairan Rupat kabupaten Bengkalis tidak pernah tersentuh hukum. "Selain, kebal hukum, pemilik dapur arang dan penadahnya beroperasi mengatas namakan koperasi primer Badan Yustisi Militer," ungkap sumber yang pernah terlibat di dalamnya.

Akup dan Irfan, disebut sebagai otak perambahan hutan bakau di sepanjang bibir pantai rupat, masing masing memiliki peran tersendiri dan telah beroperasi selama dua tahun. Akup misalnya, selain pemilik dapur arang juga memiliki tugas menampung arang dari dapur dapur lain. "Selain punya dapur arang. Akup juga dikenal sebagai pengusaha tambak udang," ungkapnya.

Sementara, Irfan pengusaha asal jawa ini, bertugas mengamankan barang yang akan dikirim ke daerah tujuan. Selama dua tahun beroperasi , Irfan bekerja sama dengan Koperasi Primer Badan Yustisi Militer agar kegiatannya aman tanpa gangguan.

Selain itu, Irfan juga memiliki peran penting dalam operasional, selain menampung arang dapur lain, Irfan juga bertanggungjawab dalam menjaga kondusifitas dan keamanan arang hingga sampai tujuan.

Sementara Irfan, saat dikonfirmasi lewat pesan wa, hingga berita ini di terbitkan belum menjawab Mansyur, Ketua Bidik Tipikor Kota Dumai mengaku telah lama mengendus gerak gerik kedua pengusaha ini. Menurutnya, salah satu rusaknya hutan mangrove di sepanjang bibir pantai pulau Rupat karena banyaknya dapur arang ilegal yang beroperasi tanpa tersentuh hukum. "Kita akan lakukan kordinasi dengan aparat agar aparat segera bertindak sebelum mangrove rata dengan tanah," ungkapnya. (Saf)

  Berita Terkait
  • Berkedok Koperasi Militer, Alfian Diduga Leluasa Tampung Arang Bakau Asal Rupat

    11 bulan lalu

    RUPAT, POROSRIAU.COM - Puluhan hektar lahan mangrove di sepanjang bibir pantai laut pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Riau, terancam musnah. Pasalnya, puluhan dapur arang ilegal berbahan baku ma

  • Merambah Hutan Bakau Kejahatan Lingkungan, Pidana 5 tahun Penjara

    11 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Kegiatan  merambah hutan bakau yang marak di pesisir pantai pulau Rupat, untuk diekspolitasi sebagai bahan baku arang, merupakan tindak kejahatan lingkungan. 

  • Aktivis Lingkungan Minta Polisi Tangkap Pelaku Perambah Hutan Bakau di Rupat

    11 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Aktivis lingkungan minta aparat kepolisian di Kabupaten Bengkalis menangkap pelaku perambah hutan bakau di pulau Rupat. Akibat perambahan hutan bakau oleh para pengusaha

  • Pulau Rupat Dikapling-Kapling Pengusaha

    10 tahun lalu

    Ah Kam, pria asli Rupat yang berdomisili di kota Dumai diduga kuat memiliki lahan perkebunan kelapa sawit dan karet mencapai 1.000 hektar berlokasi di Dusun I RT 03/RW 01 desa Dungun Baru

  • Wahyu Bocah Hilang di Sungai Hutan Bakau Akhirnya Ditemukan

    4 tahun lalu

    Kapten Kapal Patroli RB 218 Basarnas Pekanbaru wilayah Kota Dumai, Leni Tadika menjelaskan, korban dinyatakan hilang pada Selasa (2/8/2022) siang kemarin. Ia bersama 2 orang temannya sedang asik berenang di sungai hutan bakau, Pangkalan Sesai, Dumai Barat

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.