Rabu, 18 Oktober 2017
Sabtu, 30 September 2017 11:40:00

Rupiah Di Titik Terendah Tahun Ini

Oleh: Redaksi
Sabtu, 30 September 2017 11:40:00
BAGIKAN:
Rupiah (Gambar/Int)

JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai titik terendahnya tahun ini.

Kemarin (29/9) kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan mata uang garuda bertengger di level Rp 13.492 per dolar AS (USD).

Sementara itu, level tertinggi kurs rupiah terjadi pada 11 September 2017 yang menempatkan rupiah di harga Rp 13.154 per USD.

Artinya, dalam bulan yang sama, rupiah sempat menempati posisi tertingginya sekaligus level terendahnya sepanjang 2017. Sebuah fluktuasi yang amat tajam.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D. W. Martowardojo menuturkan, melemahnya rupiah kali ini disebabkan faktor eksternal. Terutama kebijakan fiskal di Negeri Paman Sam.

’’Di AS, Presiden Donald Trump mendapatkan dukungan dari Partai Republik tentang reformasi di bidang perpajakan. Kalau tax rate untuk individu atau korporasi bisa turun dari 30 persen ke 20 persen, itu positif bagi AS,’’ katanya kemarin (29/9).

Bank Sentral AS (The Fed) juga diperkirakan menaikkan kembali suku bunga acuannya pada akhir tahun ini serta berencana menurunkan neracanya Rp USD 10 miliar per bulan.

Menurut Agus, hal tersebut sudah diantisipasi pasar agar tidak ada kekhawatiran yang berlebih.

Di luar itu, perekonomian negara-negara maju seperti AS, Tiongkok, Jepang, dan negara-negara di Eropa juga terus menguat.

’’Rupiah memang melemah dalam empat hari terakhir. Apa yang terjadi pada rupiah itu juga dirasakan negara-negara lain di regional kita,’’ lanjutnya.

Namun, dari dalam negeri, Agus meyakinkan bahwa perekonomian domestik tetap baik. Hal tersebut bisa dilihat dari rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) 34 persen. Meski meningkat, Agus merasa rasio itu masih aman karena di bawah ambang batas 60 persen.

Selain itu, indeks harga konsumen akhir bulan ini diperkirakan deflasi. Hal tersebut mendukung capaian sasaran inflasi BI 3–5 persen akhir tahun ini.

Dari sisi neraca dagang, surplus juga terus meningkat. ’’Kalau dibandingkan, neraca perdagangan Januari sampai Agustus 2017 dengan periode yang sama tahun lalu naik dari USD 5 miliar menjadi USD 9 miliar,’’ sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Erwin Taufan menyebutkan, pelemahan rupiah akan berdampak negatif pada aktivitas impor.

’’Terutama impor bahan baku. Biasanya yang paling terasa teman-teman pengusaha industri makanan dan minuman,’’ ujar Erwin kemarin (29/9).

Untuk itu, pengusaha berharap pelemahan tersebut hanya bersifat jangka pendek. Sebab, jika terjadi dalam jangka yang pendek, pelemahan rupiah tidak berpengaruh secara signifikan.

’’Apalagi, kondisi impor sekarang memang banyak yang lagi tiarap. Kalau jangka pendek mungkin aman karena rata-rata aktivitas yang dijalankan merupakan kontrak tahun sebelumnya,’’ terang Erwin.

Hal senada diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Bidang Kebijakan Publik Danang Girindrawardana.

Dia menyebutkan bahwa pelemahan rupiah terjadi secara gradual sejak dua minggu terakhir. ’’Pada level hari ini cukup mengkhawatirkan dan menjadi sinyal bagi BI untuk mempertimbangkan perlu intervensi atau menunggu,’’ ujarnya.

Menurut Danang, kalangan industri memprediksi hal tersebut sejak beberapa minggu lalu.

’’Saat ini di Rp 13.500 masuk pada ambang psikologis pelaku pasar. Kalangan industri harus melakukan antisipasi dengan cepat. Sebab, kebutuhan USD untuk bahan-bahan baku produksi mencapai 60 sampai 70 persen impor,’’ tambahnya.

Kondisi itu lebih berbahaya, lanjut Danang, jika rupiah jatuh kembali di Rp 15.000 di akhir November 2017.

’’Hal tersebut akan mengakibatkan rush beli meningkat dan efek domino,’’ tuturnya. (jpnn)

 

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Kerap Digilas Truck Over Tonase, Kondisi Jalan Poros Buatan Baru Mulai Alami Kerusakan

    8 bulan lalu

    SIAK (POROSRIAU.COM) - Pada menjelang akhir tahun 2016 lalu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) alias Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pemukiman (PU Tarukim) telah merealisasikan dan merampungkan proye

  • Indonesia dan Arab Saudi, Siapa Membutuhkan Siapa?

    8 bulan lalu

    POROSRIAU.COM--Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi terus melambat dalam dua tahun terakhir. Setelah mencatat pertumbuhan fenomenal sebesar 10 persen pada 2011, perekonomian negara teluk itu kemudian turun pada 2012, dengan pertumbuhan 5,4 persen dan turun lagi

  • Kodim 0302 Inhu Gelar Karya Jurnalistik

    8 bulan lalu

    INHU(POROSRIAU.COM) -- Kodim 0302 Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar lomba karya Jurnalistik sempena dengan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 98,99 dan ke 100 Tahun Anggaran (TA) 2017.

  • DPRD Kepulauan Meranti Gelar Paripurna KUA-PPAS 2017

    satu bulan lalu

    SELATPANJANG(POROSRIAU.COM)--DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota pengantar KUA Perubahan APBD, PPAS perubahan APBD dan Rancangan Nota Keuangan

  • Pedoman Media Siber

    tahun lalu

    Pedoman Pemberitaan Media Siber Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklaras

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.