Selasa, 09 Juni 2026
  • Home
  • DUMAI
  • BC Amankan 427 Koli Pakaian Bekas, Tahan 5 ABK
Senin, 08 Juni 2026 15:03:00

BC Amankan 427 Koli Pakaian Bekas, Tahan 5 ABK

Oleh: Edo Y
Senin, 08 Juni 2026 15:03:00
BAGIKAN:
Edo Y
Kakanwil DJBC Riau Dwijo Muryono didampingi Ka KPPBC TMP B Dumai Ruru Firza Isnandar melakukan konferensi pers terkait penangkapan Kapal KM Bintang Mas 88 dengan muatan ilegal berupa pakaian bekas sebanyak 427 koli dan turut diamankan 5 orang ABK.

Tim BC menangkap Kapal KM Bintang Mas 88 dengan muatan ilegal berupa pakaian bekas sebanyak 427 koli. 5 orang kru yang terdiri dari nakhoda, KKM, dan kru turut diamankan dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Ke lima ABK tersebut dititipkan di Rutan Kelas IIB Dumai Jalan Pemasyarakatan Kelurahan Bumi Ayu, Dumai Selatan.

DUMAI,POROSRIAU.COM- Penangkapan Kapal KM Bintang Mas 88 tersebut merupakan hasil kolaborasi dan sinergi strategi berskala besar yang melibatkan berbagai unsur, antara lain Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Kantor Wilayah DJBC Riau, Kantor Wilayah DJBC Sumatra Utara Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau, Pangkalan Sarana Operasi (Pangsarop) Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, KPPBC Tipe Madya Pabean C Teluk Nibung, serta KPPBC Tipe Madya Pabean B Dumai

Kakanwil DJBC Riau Dwijo Muryono didampingi Ka KPPBC TMP B Dumai Ruru Firza Isnandar, menjelaskan bahwa berdasarkan sharing data intelijen dalam gugus tugas Ops Jaring Sriwijaya (JS) 2026, diperoleh informasi adanya upaya penyelundupan ballpress dari Malaysia dengan tujuan Tanjung Balai Asahan/pesisir Timur Sumut menggunakan KM Bintang Mas 88, dan ditindaklanjuti dengan kesiap siagaan segenap unsur patroli laut sejak tanggal 29 Mei 2026. Kapal tersebut kedapatan membawa muatan ilegal berupa pakaian ballpress sebanyak kurang lebih 427 kol .

Ia menjelaskan pada Rabu, 03 Juni 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, diperoleh informasi spesifik dan waktu bahwa target telah melintasi Selat Malaka dengan haluan mengarah ke perairan perbatasan Sumatra Utara dan Riau. Menanggapi hal tersebut, taktik penyekatan dan kolaborasi strategi diluncurkan secara serentak pada pukul 11.30 WIB.

Satgas Patla Teluk Nibung menggunakan armada BC 15031 dan BC 1508 bergerak langsung dari Teluk Nibung, sementara Satgas Patla Riau dengan Armada BC 9004 yang sedang melakukan ronda laut meluncur dari Dumai, dan Satgas Patla Kepri dengan armada BC 20005 bergerak cepat dari posisi Bengkalis.

Selanjutnya,terangnya lebih lanjut, setelah melakukan pengejaran secara intensif (hot pursuit), pada pukul 17.00 WIB Satgas Patla Teluk Nibung berhasil mendeteksi dan melakukan pemeriksaan awal terhadap KM. Bintang Mas 88 di Perairan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. 

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kapal mengangkut muatan berupa pakaian bekas bal|press sebanyak kurang lebih 427 koli tanpa dilindungi dokumen kepabeanan yang sah Selanjutnya, pada pukul 17.45 WIB, Satgas Patla BC 9004 Riau tiba di lokasi untuk bergabung, disusul perkuatan posisi dari Satgas Palla BC 20005 Kepri di radius kurang lebih 3 mil laut

Tepat pada pukul 19.00 WIB, kapal target beserta 5 orang kru yang terdiri dari nakhoda, KKM, dan crew berhasil dikuasai sepenuhnya oleh Satgas Patla Bersama Mengingat kondisi cuaca di laut dan adanya kebocoran pada lambung KM. Bintang Mas 88, petugas segera mengambil tindakan cepat dengan menggiring kapal target menuju Dumai demi keamanan barang bukti. 

Terhadap 5 orang kru kapal tersebut, saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik Kantor Wilayah DJBC Riau bersama Korwas PPNS Polda Riau. Para tersangka saat ini ditahan di Rumah Tahanan Kelas IIB Dumai

Dijelaskannya, perkiraan total nilai komoditi beserta sarana pengangkut kapal yang berhasil diamankan ditaksir mencapai Rp3.900.000.000,- dan kasus ini diduga kuat melanggar Pasal 102 huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Keberhasilan operasi bersama ini memberikan dampak positif yang signifikan dalam memutus mata rantai penyelundupan secara fisik atas komoditi yang dilarang impornya. 

"Ini wujud nyata komitmen Bea Cukai menjaga perbatasan dari masuknya barang ilegal. Ballpress dilarang impor karena dampaknya ke kesehatan masyarakat dan mematikan industri tekstil dalam negeri," ujar Kakanwil DJBC Riau Dwijo Muryono yang juga didampingi Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi BC Kanwilsus Kepri Muhammad Firdaus, Ka KPPBC TMP C Teluk Nibung Nutriwan Cahyono Putro, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan KWBC Riau Eka Mustika Galih Sayudo. (edo)

 

Editor: Syahrul

  Berita Terkait
  • Pengakuan Mengejutkan Pencuri Pakaian Dalam Wanita Bekas

    10 tahun lalu

    Ada-ada saja ulah SR, pria 41 tahun asal Jalan Padang Luih, Blok AA Nomor 12, Kabupaten Badung, Bali. Ia nekat mencuri puluhan pakaian dalam wanita hanya untuk melampiaskan hawa nafsunya. SR harus berurusan dengan pi

  • Kejari Dumai Musnahkan Ribuan Barang Bukti yang Sudah Inkracht

    2 tahun lalu

    DUMAI -- Kejaksaan Negeri Dumai melakukan pemusnahaan ribuan barang bukti (BB) berbagai jenis yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) di TPA Mekar Sari Kecamatan Dumai Selatan, R

  • Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan

    10 tahun lalu

    Pada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik

  • Asyik Nyabu, Polisi Tangkap Kepala Desa Meranti

    10 tahun lalu

    SELATPANJANG (POROSRIAU.com) –Kepala Desa Putri Puyu Kecamatan Tasik Putri Puyu BERINISIAL SHL (40) terpaksa merasakan dingginnya jeruji besi Polres Bengkalis. Pasalnya, Kepala Desa dan dua r

  • Data Terbaru BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa Lombok 108 Orang, Sejumlah Desa Masih Terisolir

    8 tahun lalu

    Hingga pukul 12:00 Wita, Selasa (7/8), korban meninggal akibat gempa di Lombok menjadi 108 orang, dan korban luka sebanyak 134 orang. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, Selasa (7/8).

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.