Senin, 15 Juni 2026
  • Home
  • DUMAI
  • Cara Bekerja Dan Belajar Dipengaruhi Revolusi Industri 4.0
Kamis, 02 Mei 2019 10:57:00

Cara Bekerja Dan Belajar Dipengaruhi Revolusi Industri 4.0

Kamis, 02 Mei 2019 10:57:00
BAGIKAN:
DUMAI (POROSRIAU.COM)–Peradaban dunia berkembang secepat deret ukur. Sementara dunia pendidikan bergerak seperti deret hitung. Hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup, bekerja, dan belajar.
 
Hal ini dikatakan oleh Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo, SE saat memperingati Hari Pendidikan Nasional di Kantor Walikota Lama, Jalan HR Soebrantas, Kamis (2/4). “ Jadi saat ini, peradaban dunia berkembang secepat deret ukur. Sementara dunia pendidikan bergerak seperti deret hitung. Hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup kita,  cara bekerja kita  dan cara belajar kita,” sebutnya di depan peserta upacara.
 
Ia mengatakan, perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik. “ Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat,” ujarnya
 
Bukan hanya itu, saat ini peserta didik didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. “ Mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia,” katanya.
 
Yakni melalui tri pusat pendidikan seperti di keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan. “ Selaras dengan itu, dalam konteks kebudayaan, posisi kebudayaan sebagai basis pendidikan nasional semakin kukuh dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, serta Kongres Kebudayaan tahun 2018 ,” jelasnya didepan guru-guru, kepala sekolah dan tamu undangan.
 
Implementasinya diharapkannya semakin meningkatkan ketahanan budaya, meningkatkan pula dalam mengambil peran di tengah peradaban dunia. “ Penguatan karakter anak juga ditopang dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan,” ujarnya.
 
Kecintaan dan kebanggaan pada simbol-simbol negara itu, lanjut Wawako, harus terus ditanamkan agar mampu membentuk generasi yang kuat rasa nasionalismenya dan berjiwa patriot. (Rilis)
Editor: Redaksi

  Berita Terkait
  • Lepas 146 Mahasiswa STAI Nurul Hidayah untuk KKN, Wakil Bupati : Berikan Contoh yang Baik kepada Masyarakat

    8 tahun lalu

    Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim melepas rombongan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Hidayah Meranti Angkatan XVI, untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), sekaligus memberikan pembekelan kepada mahasiswa sebelum turun kel

  • Catatan Akhir Tahun PT Pertamina RU II Dumai: "Reputasi Elok Dalam Gugatan"

    7 tahun lalu

    Oleh M. Syahrul Aidi Pemimpin Redaksi porosriau.com Tulisan mengutip data dari berbagai sumber   SEPANJANG tahun 2019 ini PT Pertamina RU II  Dumai menikmati fase-fase ind

  • Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan

    10 tahun lalu

    Pada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik

  • SMKN 1 Tandun Gandeng Alfamart, Kembangkan Potensi Belajar Siswa

    10 tahun lalu

    ROHUL (POROSRIAU.COM)-- Guna mengembangkan kompetensi pelajar, khusus jurusan Tata Niaga. SMKN 1 Tandun, Selasa (20/12/2016) menjalin kerjasama dengan PT. Sumber Alfaria Trijaya tbk yang bergerak dibidang retil Alfamart.

  • 5 Pelajaran Hidup Dari Kisah Endang Irawan, Driver Gojek Yang Hidupi 126 Santri

    9 tahun lalu

    Pria yang kerap disapa dengan Bang Soplo ini tidak hanya bekerja sebagai driver Gojek demi keluarganya saja, tapi juga untuk menghidupi 126 santriwati yang ia asuh. Dan hebatnya

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.