Selasa, 22 Juli 2025 16:48:00
Manjakan Umat di Jalan Berkhidmat
Oleh: Syahrul
Selasa, 22 Juli 2025 16:48:00
Penulis : M. Syahrul Aidi
Pimred porosriau.com
Ditengah kesibukan menata barang dagangan, tak menghalangi Doni dan Titin menyambut kami.Meskipun raut wajahnya terlihat sedikit lelah,namun senyum pasangan suami istri itu terlihat cerah. Dari pelataran Dumai Islamic Center, Doni bercerita banyak tentang bahagianya mereka dimanjakan oleh pemimpin yang telah memberikan harapan.
SEKIRA pukul 15.43 WIB kami memasuki kawasan Dumai Islamic Center (DIC) yang disambut syahdunya suara azan yang dikumandangkan. Sedikit bergegas, kami segera menuju parkiran mobil dan terlihat petugas kemudian mengarahkan pengemudi dimana posisi yang tersedia.
Sembari melangkah menuju tempat berwudhu, mata ini seakan berkompromi dengan syaraf keingintahuan berkeliling ’menyapu’ kawasan DIC. Decak kagum mengalir begitu saja saat pandangan tertuju pada Mesjid habiburahman,menyimpan keindahan arsitektur yang memukau. menara, hingga kubah yang menyerupai Masjid Nabawi dan tak ketinggalan, payung besar khas Madinah yang ada di halaman masjid, semakin memperkuat kesan bahwa DIC adalah tempat yang penuh kedamaian dan keindahan. Megah dan indahnya mesjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Idaman,sepantasnya memang menjadi destinasi wisata religi yang diidamkan untuk dikunjungi bagi pengunjung baik dari dalam maupun dari luar daerah.
Beberapa fasilitas dengan penataan arsitektur mumpuni seperti Guest House, areal parkir yang luas serta Gedung Pertemuan Zainuddin Abdullah tampak menyatu dengan keindahan perencanaan.
Tak terasa,langkah kaki sudah memasuki tempat bersuci. Lagi-lagi, kekaguman menyertai. Kita seperti berada di toiletnya hotel Bintang lima. Tak salah memang, seorang fotografer senior, Toy-panggilan akrabnya- menyanjung kemewahan melalui lensa kameranya saat pembukaan DIC pada tahun 2023 lalu. Semua faslitas yang diperlukan untuk beribadah di Mesjid Habiburrahman dirawat dari waktu ke waktu hingga kebersihannya tampak sempurna.
Mata ini seperti diberi berulangkali hadiah keindahan, saat memasuki Mesjid Habiburrahman desain interior yang dilengkapi dengan mimbar dan ukiran kaligrafi pun disuguhkan. Terlihat pada saf wanita ada perbaikan struktur dan lantai marmar. Renovasi kian mempercantik fasilitas untuk kenyamanan. Bagaikan pasukan terlatih, jemaah dengan sigap mengatur saf saat iqomah dikumandangkan muazin.
Pikiran terasa fresh usai menunaikan rukun Islam kedua itu. Saatnya menikmati kuliner. Tak afdol rasanya jika berkunjung ke DIC jika tidak mencoba jajanan yang ramah di kantong.
Jajanan jepang citarasa Indonesia, tulisan di spanduk ini mengusik nafsu keinginan untuk mampir ke salah satu stand pedagang yang berada di pelataran kawasan DIC. Stand ini sebelumnya berada di barisan sebelah kanan pada area yang saat ini sedang dilakukan pembangunan stand pedagang oleh Pemko Dumai.
Doni Junaidi (48 tahun) didampingi istri, Titin, warga jalan Baru Gang Sepakat, dengan senyum ramah menyapa sembari menawarkan dagangannya. Sosis ayam, bakso ayam, bola udang dan olahan kepiting dan lainnya hanya dibandrol seribu rupiah per buah. Rasanya nikmat, harganya merakyat. Demikian Doni berucap sembari promosi.
Interaksi komunikasi pun terjadi. Doni mengatakan dirinya sudah berdagang sejak berdirinya DIC. Sebelumnya, Doni berdagang di Taman Bukit Gelanggang. Cerita pun mengalir dengan sendirinya, Doni mengungkapkan bahwa dirinya sudah 20 tahun berdagang kaki lima. Berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Doni berkata, berdagang di Kawasan DIC jauh lebih baik dari luar sana.
“Disini sudah menjadi icon dumai, tempat wisata religi yang menarik pengunjung dari berbagai kota seperti bangkinang, Duri, Selat Panjang bahkan dari luar provinsi seperi Sumbar dan jambi, terutama pas waktu libur di akhir pekan terutama ada libur nanggung dengan tiga hari libur. Selama ini berdagang kita diberikan fasilitas gerobak dan gudang penempatan. Kita hanya bawa alat-alat pendukung untuk berjualan saja kembali ke rumah. Kalau dulu, kita berjualan, setiap hari kita harus mendorong gerobak dari rumah dan kemudian pulang juga gerobak harus dibawa kembali. Penghasilan jauh meningkat, perbandingannya berdagang diluar di akhir pekan sama penghasilannya di hari biasa kita berdagang disini,” ujarnya panjang lebar
Doni mengungkapkan bahwa ada kepastian terkait penghasilan berjualan di DIC. Yang dirasakan pihaknya beserta 90 pedagang lainnya, sudah menjadi bagian dari DIC. Para pedagang sudah sejalan dengan pengurus. Bahkan, imbuhnya, ketika ada saran yang diajukan agar membagun fasilitas kios yang satu atap, dimana nilai plusnya kios lebih rapi dan menarik dan jika turun hujan, para pengunjung yang kebetulan sedang berbelanja tidak lari ke masjid (berteduh,red).
“Saran ini ternyata didengar dan disampaikan ke pemerintah sehingga sama-sama kita saksikan pembangunan yang sedang dilaksanakan.Kita di support pemerintah. Infonya, fasilitas yang dibangun itu menyiapkan fasilitas pendukung untuk pedagang. Kita hanya bawa dagangan saja,” ungkap Doni sembari mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Wali Kota Dumai, Paisal SKM
Diceritakannya, diawal pedagang ingin meminta tempat di DIC, pengurus tidak setuju karena takut sesuatu hal akan terjadi. Namun, imbuhnya, kemudian Pak Paisal mengeluarkan kebijakkan untuk pedagang berjualan di Kawasan DIC dengan syarat ada pembatasan agar rapi dan teratur sehingga tidak mengganggu kenyamanan pengunjung DIC. “Pak Paisal tampil saat kami kehilangan harapan,” tutur Doni.
Sebelum mengakhiri percakapan, Doni menyampaikan yang menjadi harapan semua pedagang, siapapun yang jadi Wali Kota Dumai perhatian dengan pedagang dan peningkatan UMKM janganlah berhenti, program seperti ini harusnya tetap berkelanjutan.
Senada,Ari Nanda, warga Kelurahan Bumi Ayu (37 tahun) juga merasakan dimanjakan oleh program Wali Kota Dumai terhadap pedagang. Disampaikannya, bahwa selama dua lebaran dirinya telah menikmati fasilitas di kawasan DIC berdagang dadar gulung, terjadi perubahan dan peningkatan yang signifikan pada penghasilannya.
Begitu banyak pilihan jajanan dengan paket hemat. Jika anda pecinta rasa, jangan lupa mampir di Canai Hanif. Dengan menu nasi biryani kambing/ayam serta canai dengan pilihan beraneka yang siap memanjakan selera anda.
Serasa semuanya ada tersedia di kawasan kebanggaan masyarakat pesisir ini.DIC bukan hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Dumai, tetapi juga akan menjadi daya tarik wisata religi bagi pengunjung dari luar kota dan luar daerah.
Wali Kota Dumai, Paisal SKM memang seorang visioner. Memiliki sebuah visi kedepan bagaimana Kota Dumai memiliki Pusat Dakwah, pembelajaran Agama Islam yang modern dan megah, pendalaman Al-Quran serta sebuah icon untuk diingat oleh wisatawan maupun jadi kebanggaan terkhusus nya bagi masyarakat Kota Dumai.
Dikenal melalui Program Berkhidmat, Paisal berkomitmen membangun kota dengan fokus pada lima pilar utama, yaitu kesehatan yang layak, lingkungan bersih, masyarakat berdaya saing, ekonomi unggul, dan infrastruktur yang merata. Selain menjadi tempat beribadah, DIC menjadi pusat wisata religi, yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Kota Dumai, menjadi pusat UMKM, dan berbagai sektor lainnya. Aplikasi Dumai Berkhidmat adalah contoh bagaimana berkhidmat bisa diterapkan dalam konteks pemerintahan untuk melayani masyarakat.
Beranjak ke arah Selatan, terlihat sepasang umat manusia yang lagi asyik bercengkerama. Duduk berdua di kursi taman, momen mereka abadikan melalui kamera ponselnya. Semakin berjalan mendekat, sosok pria itu terlihat akrab. Pak Basri… ! Ku panggil namanya dengan nada sedikit keras. Sosok itu kemudian menoleh, per sekian detik kemudian dirinya tersenyum. Syahrul…sudah lama gak ketemu. Pak Basri adalah seorang dosen yang mengajar di politeknik kelautan dan perikanan Dumai. Dirinya memutuskan mengambil jalan sebagai pendidik setelah puluhan tahun mengabdi di Pemerintahan Kota Dumai. Pernah menjabat sebagai Kabag Humas dan Protokoler di Pemko Dumai.
“Lagi asyik berduaan ni. Mesranya…,” ucap ku yang agak membuat wajahnya merona merah.
‘Memanfaat waktu luang bersama,”jawabnya dengan senyum tetap menggantung di bibirnya.
Basri mengatakan bahwa dirinya beserta istri sering berkunjung menikmati fasilitas yang ada di Kawasan DIC. Selain suasananya mendukung, menunaikan ibadah juga mudah. Bahkan, dirinya menganjurkan bagaimana memanfaatkan fasilitas DIC ini dengan baik. “Coba Syahrul menginap di penginapan yang ada di DIC ini dan sholat subuh disini. Nyaman sekali rasanya,” usul Basri, sembari mengungkapan bahwa hal itu sudah beberapa kali dilakukannya.
Tak ingin mengusik terlalu lama kemesraan pasangan yang tak muda lagi itu, namun soal kualitas kemesraan bisa diuji dengan anak muda.
Sementara disisi lainnya, beberapa anak ditemani orangtuanya asyik bermain seluncuran. Dan, lainnya tertawa menikmati buaian yang tersedia. Kian lama, pengunjung berdatangan memadati. Tak terasa, kumandang azan maghrib pun datang ‘memanggil. Sekali lagi, pandangan menyaksikan anak-anak dan pengunjung lainnya. Riang tetap menghiasi wajah meskipun silih berganti azan berkumandang.
Editor: Syahrul
Sumber: Tulisan
Beredar Pesan Habib Rizieq Minta Umat Islam Maafkan Ahok, Benarkah?
10 tahun laluIntruksi Imam Besar Front Pembela Islam, Al Habib Muhammad Rizieq Syihab yang meminta umat Islam memaafkan Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas kasus dugaan penistaan agama, tersebar di sosial media.
Wah!! Pemda Rohil Pentingkan Mobnas dan Gorden Ketimbang Jalan Masyarakat
10 tahun laluAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Afrizal kesal dengan pemda atas penundaan pelaksanaan pekerjaan penyambungan jalan alternatif yang berada di sei keladi menuju Desa sekapas kecamatan Rantau Kopar.
The Godfather Of Jakarta John Kei Masuk Islam?
9 tahun laluTeam Mualaf Center Darussalam diwakili Harsha Agousta Brahma Sadewa dan ibu Jenderal Lisze Dewi Purnamawati berangkat ke LP Batu Nusakambangan Cilacap memastikan niat John Kei masuk Islam.
Mengharukan! Wanita Non Muslim Ini Hadiri Reuni Aksi 212, Bukan Untuk Sebungkus Nasi
9 tahun laluTerharu, mungkin hanya kalimat itu yang terlintas di fikiran ketika kita membaca tulisan dari pengguna media sosial (medsos) atas nama M Irawati Soemadi.
Kedatangan UAS ke Meranti Bawa Ratusan Dokter dan Beri Pengobatan Gratis
8 tahun laluSeperti telah diberitakan terdahulu bahwa Ustad Abdul Somat LC MA akan datang ke Meranti, namun bukan saja untuk mengobati kerinduan masyarakat, lebih dari itu kehadiran Ustadz yang digadang gadangkan bakal menjadi Wapres itu, juga menggandeng 190 orang









