Sabtu, 24 Januari 2026 09:12:00
Menara Pandang Kota Dumai: Pemandu Arah Masa Depan dari Ketinggian
Sabtu, 24 Januari 2026 09:12:00
Ditulis Oleh: Agung Marsudi*
DI ARABICA usai diundang menjadi narasumber seminar interaktif anti korupsi di Dumai, Rabu (21/1/2026) saya didaulat oleh beberapa awak media untuk memberi komentar terkait dinamika politik pembangunan kota Dumai. Dari soal hulu hilir, DBH, APBD, hingga pengangguran dan tata kota.
Masih segar dalam ingatan, dulu saya pernah mendapat SK dari Walikota Dumai terkait perjuangan DBH. Tapi setelah itu terlupakan. Kini kepada media, karena kecintaan saya pada Kota Dumai, saya menyampaikan gagasan, jika ke depan, Dumai harus memiliki bangunan ikonik yang layak menjadi kebanggaan kota.
Rebuilding kota dan dialektika pembangunan Kota Dumai tak bisa dibatasi oleh siklus lima tahunan. Kota pelabuhan strategis di pesisir Riau ini perlu memiliki arah filosofis jangka panjang yang kokoh, berani, dan visioner. Salah satu simbol gagasan besar itu adalah Menara Pandang Kota Dumai (MPKD)—sebuah landmark monumental yang digagas sebagai pemandu arah masa depan dari ketinggian.
Outlook pembangunan Dumai 2026-2030, saatnya masyarakat Dumai melakukan dialektika redefinisi terhadap jati diri kotanya. “Pertanyaan strategisnya; Dumai ini sesungguhnya menghadap ke mana? Laut, industri, perdagangan, atau peradaban?”
Pembangunan kota idealnya memiliki cetak biru filosofis yang melampaui kepentingan politik jangka pendek. “Simbolnya adalah Menara Pandang Kota Dumai". Simbol cara pandang segala arah. Timur Barat peradaban. Utara Selatan pembangunan. Sebuah landmark yang bukan sekadar bangunan, tapi pemandu arah pembangunan jangka panjang.
Kita bisa bandingkan gagasan ini dengan ikon nasional. “Jika Jakarta memiliki Monas, maka Dumai harus punya Menara Pandang. Tingginya bisa 100 meter. Soal nama, serahkan sepenuhnya kepada kearifan lokal masyarakat Dumai. Desain dan rencana konstruksi pun bisa disayembarakan secara terbuka agar melibatkan partisipasi publik.
Nilai filosofis menara pandang tersebut menyerupai mercusuar—sangat relevan dengan identitas Dumai sebagai kota pelabuhan. Kita bisa belajar dari Menara Pandang Teratai di Purwokerto, Jawa Tengah, yang sukses menjadi ikon kota, destinasi wisata, sekaligus pundi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menara Pandang Dumai bisa menjadi fasilitas publik yang monumental, destinasi wisata baru, dan sumber ekonomi baru bagi daerah. Lokasi strategisnya di taman bukit gelanggang, menara terdiri dari tujuh lantai utama (filosofi Putri Tujuh, tujuh kecamatan yang ada di Dumai, tujuh lapis langit). Lantai satu berisi rilief atau diaroma sejarah kota Dumai, diikuti lantai dua dan seterusnya, berisi ruang perpustakaan, ruang diskusi, etalase pembangunan dan bisnis. Puncaknya lantai tujuh sebagai ruang pandang.
Dari ketinggian, publik bisa memandang laut lepas, melihat dinamika industri Dumai, hingga menembus Tol Permai sebagai gerbang masuk investasi. Itu bukan sekadar pemandangan, tapi refleksi sekaligus visi kemajuan kota.
"Apa tanda Dumai maju, warga bersatu bahu membahu"
Untuk itu, seluruh elemen masyarakat ayo bersatu mengawal gagasan besar ini. Gerak cepat bentuk tim penggagas dan tim strategis secara inklusif. Duduk bersama, membedah gagasan ini, dan bersinergi mewujudkan rencana yang membanggakan ini.
Dumai bukan hanya kota idaman, tapi kota masa depan.
*Jakarta, 24 Januari 2026*
Kelahiran Generasi Z, Kematian Media Cetak
9 tahun laluDi Indonesia, melihat kehadiran internet secara komersial di sini pada 1994, bisa dibilang Generasi Z adalah mereka yang lahir medio 1990-an hingga medio 2000-an.
Salut !! Mahasiswa Dumai, Gotong Royong Bersihkan Pantai Rupat Utara
10 tahun laluMenikmati liburan panjang masa perkuliahan di kampus, tidak semata-mata membuat sebahagian mahasiswa untuk bersantai dan bermalas-malasan. Justru liburan ini membuat mereka tergerak untuk bisa lebih produktif dikampung halaman. Banyak hal-hal kecil yang d
Cerita Pilu PNS Dumai Punya Suami Pecandu Narkotika
10 tahun laluDUMAI(POROSRIAU.com) – Nv (35) berkulit putih rambut ikal sebahu dan berparas menawan, merupakan seorang oknum PNS yang bekerja di lingkungan Pemerintahan Kota Dumai, belum sempat miliki ketu
Dedi Syafrianto : Bekerja Dengan Ikhlas Dan Berpijak Kepada Kebenaran, Insyaallah Amanah
7 tahun laluDUMAI (POROS RIAU.COM) – Siapa yang tidak kenal dengan sosok Calon Anggota Legislatif (Caleg) 2019 Kota Dumai ini yang berparas ganteng ini. Bagi kaum hawa atau tepatnya emak emak yang memili
Editorial : Siapakah yang Akan Menjadi Rival Sang PETAHANA? (Part I)
7 tahun laluPOROSRIAU.COM – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Dumai yang dijadwalkan pada tahun 2020 mendatang, disambut apresiasi masyarakat dengan banyaknya nama nama yang mencuat dibeberapa pembe









