Rabu, 13 November 2019
Minggu, 01 September 2019 21:26:00

Soal RAPBD 2020, Koalisi Pemerintah Pecah?

NASDEM , DEMOKRAT BEDA KEINGGINAN

Minggu, 01 September 2019 21:26:00
BAGIKAN:
POROSRIAU(DUMAI)-Kisruh rapat Pimpinan bersama Anggota DPRD Kota Dumai terkait kesepakatan Pembahasan RAPBD tahun 2020. Semakin memperlihatkan adanya “ perpecahan” ditubuh koalisi Pemerintahan Zulkifli As dan Eko Suharjo. Pasalnya kedua fraksi pendukung Pemerintahan ini ( Nasdem dan Demokrat-red) beda pendapat dan keingginan sehingga kesepakatan pembahasan RAPBD tahun 2020 batal dilaksanakan. Akibatnya program pemerintah untuk mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat seperti yang tertuang dalam KUA PPAS terancam batal dilaksanakan. Sutrisno Ketua Fraksi Nasdem dengan tegas meminta kepada Pimpinan Rapat untuk segera membahas RAPBD tahun 2020 mengingat waktu pembahasan sangat singkat “ Karena waktu pembahasan RAPBD tahun 2020 sangat singkat maka kami meminta kepada Pimpinan untuk segera melakukan pembahasan “ ujarnya. Berbeda dengan Fraksi Demokrat . Supianto secara tegas menolak rencana pembahasan RAPBD tahun 2020. Selain karena alasan waktu pembahasan masih relative panjang juga karena ada perintah dari ketua Partai Demokrat sendiri untuk tidak melakukan pembahasan “ Kami mewakili Partai tidak sepakat untuk dilakukan pembahasan APBD tahun 2020 Dan ini perintah ketua Partai. Selain itu. Karena masih panjangnya waktu untuk pembahasan. Itulah dasar Ketua Partai untuk tidak menyepakati pembahasan ini” ungkap Supianto . Sementara, Pimpinan Rapat Zainal Abidin SH saat dimintai keterangan terkait batalnya pembahasan RAPBD tahun 2020 dengan tegas membantahnya,” Pembahasan RAPBD tahun 2020 tidak batal hanya untuk sementara di diamkan dulu. “ tegasnya. Namun demikian, dirinya membenarkan jika ada perbedaan pendapat terutama dari fraksi pendukung Pemerintah sendiri sehingga pembahasan RAPBD tahun 2020 urung dilaksanakan. (saf)
  Berita Terkait
  • Fadli Zon Peringatkan Victor Laiskodat Jangan Sampai Jadi Ahok Kedua

    2 tahun lalu

    Menurut Fadli, pernyataan Ahok dan Victor hampir berada dalam konteks yang sama, dimana tudingan itu disampaikan oleh orang yang bukan ahlinya. Kata Fadli, khilafah memiliki muatan nilai keagamaan yang tidak bisa dinilai begitu saja oleh orang yang tidak

  • Mukhtar : Kota Dumai Adalah Kota Yang Berpotensi Memiliki Perputaran Uang Yang Sangat Besar

    8 bulan lalu

    DUMAI (POROSRIAU.COM) –  Mukhtar adalah Calon Anggota Legislatif (Caleg ) 2019 Kota Dumai yang mencalonkan melalui Partai Nasional Demokrat (NasDem) dengan Daerah Pemilihan (Dapil) II ya

  • Ketum PW GPA Riau : " Hadirkan Semangat Gotong Royong Membangun KNPI Rohul"

    3 tahun lalu

    Rohul(POROSRIAU.com)- Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) adalah organisasi kepemudaan di lingkungan Al Jam’iyatul Washliyah sebagai organisasi Islam di Indonesia yang sudah berdiri sejak 11 Ja

  • Delapan Fraksi Sorot Persoalan Ranperda PKL

    3 tahun lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru, Rabu (18/1) menggelar sidang paripurna ke-2 masa sidang pertama tahun 2017 tentang penyampaian pandangan umum setiap fraksi DPRD Kota Pekanbaru terhadap 6 Ranperda yang telah

  • Pengamat Politik Nilai Debat Cawako Pekanbaru "Kurang Greget"

    3 tahun lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM)--Pengamat Politik dan Hukum Tata Negara Universitas Riau Mexsasai Indra menyatakan visi-misi kelima kandidat lima pasangan calon atau Paslon Walikota dan Wakil Kota Pekanbaru yang disampaikan pada acara debat kali ini tidak ada ya

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.