Rabu, 29 September 2021
  • Home
  • DUMAI
  • PT Asrindo Citraseni Utama Duri Kangkangi SK. Menteri Tenaga Kerja
Selasa, 07 Mei 2019 02:57:00

PT Asrindo Citraseni Utama Duri Kangkangi SK. Menteri Tenaga Kerja

Selasa, 07 Mei 2019 02:57:00
BAGIKAN:
Sumber Foto : surya24.com
E Germahi Harahap SH, Kuasa Hukum ahli waris Nurdasman

DUMAI (POROSRIAU.COM) - Perusahaan PT Asrindo Citraseni Satria Duri dinilai tidak mengindahkan surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI No Kep 11/ Naker- Binwask3/l/2019 Tentang Penetapan Kecelakaan Kerja.

Sebagaimana yang dialami Alm Nurdasman karyawan PT Asrindo Citraseni Utama Duri yang meninggal pada 14 Januari 2018 lalu sekitar pukul 12.15 WIB. Tindakan pihak perusahaan terkesan tidak peduli dan acuh terhadap pihak ahli warisnya hingga menimbulkan keprihatinan yang mendalam terhadap ahli waris.

Hal itu disampaikan oleh E Germahi Harahap,SH Kuasa Hukum ahli waris Nurdasman kepada sejumlah wartawan baru-baru ini. Dikatakannya, sesuai dengan keputusan poin ke 8 Menaker RI tersebut bahwa ahli waris berhak atas santunan Jaminan Kecelakaan Kerja.

Santunan atau hak yang harusnya diterima ahli waris adalah sebagai berikut, yaitu biaya pengangkutan, biaya pemeriksaan, pengobatan dan atau perawatan serta santunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Rincian uang yang terdiri dari santunan kematian 60%X80X Rp. 3.350.000 = Rp 160.800.000. Ditambah dengan biaya pemakaman Rp 3 juta, dan santunan berkala dibayar sekaligus 24 bulan X Rp 200.000 = Rp 4,8 juta serta beasiswa pendidikan anak Rp 12 juta.

" Dan jika ditotal keseluruhan maka perusahaan harus membayarkan kepada ahli waris sebanyak Rp 180.600.000. Namun hal ini juga belum dilakulan oleh pihak perusahaan, " kesal E Gemahi Harahap, SH.

Ditambahkan Germahi, bahwa tindakan yang dilakukan oleh pihak perusahaan dinilai tidak peduli dengan kehidupan ahli waris yang sangat membutuhkan biaya hidup. Dan bahkan juga bentuk pengangkangan terhadap keputusan Manaker RI.

" Jika pihak perusahaan tidak menerima keputusan ini harusnya lakukan langkah selanjutnya melalui PTUN. Namun yang terjadi pihak perusahaan tidak peduli dan acuh, " kesal Kuasa Hukum ahli waris lagi.

Diterangkan Germahi, bahwa Alm Nurdasman adalah karyawan PT Asrindo Citraseni Utama yang sudah bekerja mulai 4 September 2017 dengan jabatan Tool Puser. Dalam melakukan pekerjaannya Alm dan pekerja lainnya tinggal di Camp Bangko yang disediakan perusahaan.

Pada tanggal 14/01/2018 pagi, sebelum berangkat kerja almarhum dan crew sudah berada dalam bus perusahaan. Sesaat akan berangkat almarhum sempat turun dari bus. Karena merasa kurang enak badan dan muntah- muntah. Mengetahui kondisi almarhum Nurdasman tersebut crew dan rekan-rekan menyampaikan kepadanya untuk tidak ikut berangkat kerja. Dan meminta untuk istirahat di camp.

Namun hal itu ditolaknya dan berangkat ke lokasi kerja. Sampai di lokasi kerja pada pukul 09.00 WIB almarhum memimpin rapat. Dan menginstruksikan ke bawahannya untuk bekerja. Namun sekitar pukul 10.00 WIB yang bersangkutan merasakan dada sesak dan masih dalam keadaan sadar.

Kemudian meminta tolong kepada operator vacum untuk membawa ke rumah sakit Regina Medika. " Walau sempat mendapat pertolongan medis namun pada tanggal 14/01/2018 sekitar pukul 12.15 WIB yang bersangkutan meninggal dunia, " terangnya.

Berdasarkan PP No 44 tahun 2015 tentang penyelenggaraan program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian Jo pasal 14 ayat (2)  Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 26 Tahun 2015 Tentang Tatacara Penyelenggaraan Program Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua, bagi peserta penerima upah menyatakaan bahwa pekerja yang meninggal mendadak di tempat kerja dianggap sebagai kecelakaan kerja.

" Nah semua payung hukum sudah jelas. Namun mengapa pihak perusahaan seolah tidak respon, " kesalnya lagi. Saat dikonfirmasi kepada pihak perusahaan melalui HRD Hendra ternyata tidak bisa bertemu. Namun melalui pesan yang disampaikan kepada M.Soim mengatakan bahwa persoalan Alm Nurdasman sudah ditangani oleh pihak kantor pusat PT ACS di Pekanbaru.

" Menurut Manager HRD bahwa masalah ini sudah ditangani pihak perusahaan pusat di Pekanbaru. Dan silahkan dikonfirmasi ke Pekanbaru, " Ujar M. Soim menyampaikan HRD Hendra.***

 

Editor: Redaksi

Sumber: surya24.com

  Berita Terkait
  • Isu Reshuffle Menguat, Gerindra Mengaku Ditawari 4 Pos Menteri

    5 tahun lalu

    POROSRIAU.COM – Beberapa hari terakhir, isu reshuffle dalam kabinet Kerja Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla semakin santer terdengar. Apalagi, pihak Partai Gerindra sudah me

  • Indonesia dan Arab Saudi, Siapa Membutuhkan Siapa?

    5 tahun lalu

    POROSRIAU.COM--Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi terus melambat dalam dua tahun terakhir. Setelah mencatat pertumbuhan fenomenal sebesar 10 persen pada 2011, perekonomian negara teluk itu kemudian turun pada 2012, dengan pertumbuhan 5,4 persen dan turun lagi

  • APBN 2018 Dianggap Populis, Ini Penjelasan Sri Mulyani

    4 tahun lalu

    Sri Mulyani menjelaskan, fokus Presiden Jokowi sesuai dengan konsep Nawacita adalah pemerataan pembangunan dan kesejahteraan manusia semaksimal mungkin.

  • Bupati Meranti Lounching Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku

    3 tahun lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Peran aktif orang tua siswa sangat diperlukan dalam memotivasi semangat belajar anak khususnya dalam membaca buku. Dalam rangka membangkitkan semangat para orang tua mu

  • Beri Kuliah Umum Pada Mahasiswa STKIP Meranti, Bupati Irwan: SDM Berkwalitas Jadi Penentu Majunya Satu Daerah.

    3 tahun lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si menghadiri sekaligus memberi Kuliah Umum kepada mahasiswa baru STKIP Meranti Tahun Akademik 2018-2019, kuliah umum yang mengambi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.