Kamis, 22 Oktober 2026
  • Home
  • DUMAI
  • Yayasan Bumi Alam Hijau Pertanyakan Kelayakan dan Standar Pengelolaan Limbah B3 RSUD Dumai
Selasa, 17 Februari 2026 22:27:00

Yayasan Bumi Alam Hijau Pertanyakan Kelayakan dan Standar Pengelolaan Limbah B3 RSUD Dumai

Selasa, 17 Februari 2026 22:27:00
BAGIKAN:

DUMAI, POROSRIAU.COM - Ledakan mesin insinerator pengolah limbah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai, menimbulkan polemik di tengah masyarakat, pasalnya, sejak kejadian terjadinya ledakan belum ada jawaban resmi dari pihak Rumah Sakit.

Bahkan terkesan menutup rapat informasi. Pertanyaannya, apa penyebab ledakan dan berapa besar kerugian yang ditimbulkan dan dampak ledakan terhadap operational Rumah Sakit karena peristiwa tersebut.

Akibatnya, prediksi bahkan asumsi penyebab terjadinya ledakan yang menyebabkan 2 Orang karyawan menderita korban luka bakar di sekujur tubuh hingga 68 persen, semakin liar.

Direktur Eksekutif Yayasan Bumi Alam Hijau, Fatahudin SH , sebuah lembaga yang konsen terhadap lingkungan hidup ikut mempertanyakan penyebab terjadinya ledakan.

Menurut Fatahudin, peristiwa ledakan mesin insinerator pengolah limbah di Rumah Sakit j Umum Daerah, semestinya tidak akan terjadi ledakan secara tiba-tiba apabila pengelola memperhatikan rutinitas perawatan.

"Kita curiga, pengelola limbah abai dalam memperhatikan rutinitas perawatan," ungkap Fatahudin.

Dijelaskan Fatahudin lagi, mesin Insinerator limbah B3 merupakan fasilitas berisiko tinggi yang pengoperasiannya mensyaratkan pemeriksaan berkala, uji kelayakan teknis, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja.

"Kita mempertanyakan, kelayakan dan standarisasi mesin pengelola limbah di Rumah Sakit Umum, Aneh aja, tanpa sebab tiba tiba mesin insinerator meledak," jelas Fatahudin. (54f)

  Berita Terkait
  • Gunakan Timbunan Limbah, CEO Wilmar Group Kuok Khoon Hong Diminta Diperiksa

    satu bulan lalu

    Sepertinya tidak kapok terjerat kasus, PT Wilmar Group yang menjadi ‘pesakitan’ dalam kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah dan dilakukan penyitaan Rp 11,8 triliun. Perusahan terbesar dalam pengolah CPO beserta tur

  • DLH Dumai Segera Investigasi Penimbunan Limbah Padat PT Wilmar

    satu bulan lalu

    "Terkait dugaan pencemaran lingkungan berupa penimbunan lahan menggunakan limbah batu bara oleh PT Wilmar Group sudah kami terima informasinya, sekarang sedang diinvestigasi. Kita siapkan tim untuk menyusun pulbaket. Kemudian nanti kita akan segera t

  • Catatan Akhir Tahun PT Pertamina RU II Dumai: "Reputasi Elok Dalam Gugatan"

    7 tahun lalu

    Oleh M. Syahrul Aidi Pemimpin Redaksi porosriau.com Tulisan mengutip data dari berbagai sumber   SEPANJANG tahun 2019 ini PT Pertamina RU II  Dumai menikmati fase-fase ind

  • Pengolah Limbah RSUD Meledak, Rahmat dan Delfiora Jadi Korban Luka Bakar Hingga 68 Persen

    8 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Mesin insinerator pengolah limbah medis di RSUD Kota Dumai meledak pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Dua pekerja mengalami luka lepuh saat alat tersebut beropera

  • Dinahkodai Iwan Kurniawan, PPN Unit Dumai Kembali Raih Proper Hijau

    2 bulan lalu

    Torehan prestasi kembali diperoleh PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai. Dibawah kepemimpinan Iwan Kurniawan,sepanjang periode 2024 – 2025, dua penghargaan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup berhasi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.