Kamis, 13 Juni 2024
  • Home
  • INHIL
  • Diduga Jadi Tempat Maksiat, Pemkab Inhil Tutup Pusat Kuliner Kelapa Gading Tembilahan
Sabtu, 24 Februari 2024 21:13:00

Diduga Jadi Tempat Maksiat, Pemkab Inhil Tutup Pusat Kuliner Kelapa Gading Tembilahan

Sabtu, 24 Februari 2024 21:13:00
BAGIKAN:
mcr
TEMBILAHAN, POROSRIAU.COM - Pusat Kuliner Kelapa Gading, Jalan HR Soebrantas, Kota Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, yang sebelumnya ditargetkan menjadi salah satu destinasi objek wisata di kota tersebut akhirnya resmi ditutup oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (24/2/2024). Penutupan dilakukan karena objek wisata itu sudah berubah fungsi dan melahirkan citra negatif di tengah masyarakat dan rencananya akan diubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH).
 
Penutupan dilakukan dengan cara pembongkaran bangunan liar yang tumbuh di lokasi tersebut karena diduga bangunan tersebut digunakan sebagai tempat prostitusi terselubung.
 
Pj Bupati Inhil, Herman,  Sabtu (23/2/204) mengatakan, penutupan sesuai saran yang masuk dari tokoh agama, cendekiawan hingga tokoh masyarakat pada Hari Amal Bhakti (HAB) ke-78, Januari lalu.
 
Saat itu, para tokoh meminta agar pusat kuliner tersebut ditutup karena sudah meresahkan masyarakat terutama karena banyaknya warung remang - remang. 
 
‘’Kami tertibkan lokasi-lokasi tersebut sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,’’ ucap Pj Bupati, Herman.
 
Pada tanggal 29 Januari 2024 lalu, Pj Bupati Herman akhirnya mengeluarkan Instruksi Bupati dengan nomor 510/DIDAGTRI-TP/64 tentang pengosongan tanah lokasi pasar pusat kuliner Kelapa Gading yang berada di Jalan Soebrantas tersebut.
 
Dalam instruksinya Pj Bupati Herman mengatakan, akan mengembalikan fungsi pusat kuliner Kelapa Gading tersebut untuk dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan meminta kepada para pedagang untuk mengosongkan areal tersebut hingga 22 Februari 2024.
 
Seperti diketahui, Pusat Kuliner Kelapa Gading tersebut juga dijadikan sebagai tempat relokasi dari pusat kuliner pujasera lama yang berada di Jalan Kapten Muchtar Tembilahan atau tepat berada di samping kantor polres inhil saat ini. 
 
Saat itu sebanyak 120 pedagang yang terdata di pusat kuliner pujasera lama kemudian direlokasi oleh Bupati Wardan untuk menempati lokasi baru yang berada di Jalan Soebrantas tersebut. (mcr)
  Berita Terkait
  • Satu dari Empat Pelaku Curanmor Berhasil Dibekuk Polsek Kempas

    7 tahun lalu

    Suhai (27) melaporkan kejadian yang menimpanya tentang Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor merek Honda Supra X 125 warna hitam Nopol BM 6966 GA. Yang terjadi di depan rumah milik korban jl. Lintas Provinsi A3 Dusun Kelapa Gading Desa Pekantua Kec. Kempas

  • Izin Mati Dua Tahun, Kimteng Tetap Beroperasi

    7 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Walau izin yang dikantongi mati selama dua tahun, namun kedai kopi Kimteng di Jalan Senapelan, Kecamatan Senapelan yang dianggap menjadi ikon Kota Pekanbaru, tetap beroperasi.

  • The Godfather Of Jakarta John Kei Masuk Islam?

    7 tahun lalu

    Team Mualaf Center Darussalam diwakili Harsha Agousta Brahma Sadewa dan ibu Jenderal Lisze Dewi Purnamawati berangkat ke LP Batu Nusakambangan Cilacap memastikan niat John Kei masuk Islam.

  • Jemput Bola Kejar Dana APBN, Wakil Bupati Dan Ketua DPRD Meranti Beserta Kepala Desa Sambangi Beberapa Kementrian

    6 tahun lalu

    Kondisi APBD Kepulauan Meranti yang terus menurun kini berkisar diangka 1.1 Triliun rupiah dinilai tak cukup untuk menggesa pembangunan Kabupaten dalam rangka mengejar ketertinggalan, apalagi sebagai Kabupaten baru yang masih seumur jagung.

  • Kampanye di 'Negeri Hamparan Kelapa Dunia', Ini Harapan Warga kepada Pasangan Firdaus-Rusli

    6 tahun lalu

    TEMBILAHAN (POROSRIAU.COM) - Masih banyak persoalan yang harus diselesaikan di Kabupaten Indragiri Hilir, hal ini pula yang menjadi pekerjaan rumah bagi para calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau yang nantinya terpilih memimpin bumi Lancang Kuning ini.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2024 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.